Topik Artikel

Hyperos

Xiaomi Ubah Strategi Jadi Raksasa AI Lewat Model Bahasa Besar Berita

Xiaomi Ubah Strategi Jadi Raksasa AI Lewat Model Bahasa Besar

Xiaomi kini bertransformasi dari sekadar produsen perangkat keras menjadi pemain kunci dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Langkah agresif perusahaan terlihat dari pengembangan model bahasa besar (LLM) yang mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penalaran logika hingga agen otonom yang mampu mengoperasikan ponsel secara mandiri.Peluncuran MiMo-7B sebagai langkah awal open-source dengan fokus pada penalaran dan pemrograman.Kehadiran MiMo-V2-Pro sebagai model unggulan dengan satu triliun parameter untuk tugas kompleks.Pengembangan miclaw, agen AI otonom yang dirancang untuk menjalankan instruksi multi-langkah di sistem operasi.Investasi besar senilai Rp136,8 triliun untuk pengembangan AI selama tiga tahun ke depan.Dominasi Model Bahasa MiMoPerjalanan AI Xiaomi dimulai dengan MiMo-7B pada April 2025 yang dirancang untuk mengungguli model sekelasnya dalam benchmark matematika. Keberhasilan ini diikuti oleh MiMo-V2-Flash, sebuah model Mixture-of-Experts (MoE) yang menawarkan keseimbangan antara kecepatan dan efisiensi biaya. Dengan kemampuan menghasilkan 150 token per detik, model ini menjadi alternatif kompetitif bagi pengembang yang mencari performa tinggi dengan biaya API terjangkau sekitar Rp1.500 per juta token input.Puncak ambisi Xiaomi hadir melalui MiMo-V2-Pro yang memiliki satu triliun parameter. Model ini mendukung jendela konteks hingga satu juta token, memungkinkan pemrosesan data dalam volume sangat besar. Teknologi ini melengkapi ekosistem Xiaomi yang kini mencakup model multimodal, pengenalan suara, hingga kloning suara melalui OmniVoice yang mendukung 646 bahasa.Integrasi Agen AI miclawSalah satu inovasi paling mencolok adalah miclaw, sebuah agen AI yang saat ini dalam tahap beta tertutup. Berbeda dengan chatbot konvensional, miclaw mampu berinteraksi langsung dengan antarmuka sistem, membuka aplikasi, hingga mengisi formulir secara otomatis. Agen ini bekerja melalui siklus inferensi dan eksekusi, di mana AI merencanakan tindakan, melaksanakannya, dan memverifikasi hasilnya tanpa campur tangan pengguna.Penggunaan miclaw diproyeksikan akan terintegrasi secara penuh pada HyperOS 4. Untuk menjaga privasi, Xiaomi menerapkan sistem komputasi privasi edge-cloud, yang memastikan data interaksi pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI mereka kembali.Konteks Penggunaan dan KomparasiDengan arsitektur yang dioptimalkan untuk tugas penalaran dan agenik, model-model ini sangat cocok bagi pengembang aplikasi yang membutuhkan sistem otomasi cerdas. Jika dibandingkan dengan pesaing seperti Google Gemini yang terintegrasi pada perangkat global Xiaomi, model MiMo menawarkan fleksibilitas lebih besar bagi pengembang karena sifatnya yang open-source di bawah lisensi MIT atau Apache 2.0. Hal ini menempatkan Xiaomi pada posisi unik, di mana mereka tidak hanya mengandalkan model pihak ketiga, tetapi membangun fondasi AI mandiri yang mampu bersaing dengan raksasa teknologi lainnya.Investasi dan Proyeksi Masa DepanKomitmen Xiaomi tercermin melalui anggaran riset yang mencapai Rp89,5 triliun pada tahun 2026. Fokus Lei Jun terhadap konvergensi antara chip, sistem operasi, dan model AI menjadi kunci utama strategi perusahaan. Dengan pangsa lalu lintas yang mencapai 21 persen di platform OpenRouter, Xiaomi telah membuktikan bahwa ekosistem AI mereka memiliki daya tarik nyata bagi komunitas pengembang global.Referensi: Xiaomi | Gizmochina

  • 13 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Mix Fold 5 Kembangkan Layar Lebar dengan HyperOS untuk Multitasking Lebih Baik Berita

Xiaomi Mix Fold 5 Kembangkan Layar Lebar dengan HyperOS untuk Multitasking Lebih Baik

Xiaomi tampaknya mengambil langkah berani mengikuti tren layar lipat dengan form factor lebih lebar yang sebelumnya telah dijajal oleh Huawei dan Apple. Bocoran terbaru dari sistem operasi HyperOS mengindikasikan perusahaan sedang mengembangkan perangkat foldable baru yang tidak hanya mengusung layar lebih lebar, tapi juga peningkatan fitur multitasking yang signifikan.Xiaomi tidak melanjutkan seri langsung Mix Fold 4 pada 2024, fokus ke pengembangan perangkat foldable dengan desain layar lebih luas.Perangkat ini diberi beberapa nama dalam bocoran, seperti Xiaomi Mix Fold 5, Xiaomi 18 Fold, atau Xiaomi 17 Fold.Kolaborasi dengan Leica dalam kamera triple dengan sensor utama 200MP menjadi daya tarik utama.Prosesor in-house Xring O3 menunjukkan ambisi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti.Refinasi mekanisme engsel dan peningkatan performa premium menjadi fokus pengembangan.Tren Layar Lipat Lebar dan Implikasinya pada Pengalaman PenggunaHuawei telah lama bereksperimen dengan layar lipat berformat lebar, dan Apple juga mengadopsi konsep serupa untuk perangkat foldable pertamanya. Format layar yang lebih luas ini memberikan keuntungan usability, baik saat perangkat dilipat maupun dibuka, memperluas fungsi multitasking dan produktivitas pengguna.Xiaomi yang sempat absen meluncurkan penerus langsung Mix Fold 4 pada 2024, kini terlihat serius mengejar tren ini. Bocoran HyperOS menunjukkan antarmuka yang disesuaikan untuk layar lebar, menegaskan bahwa Xiaomi ingin menawarkan pengalaman multitasking yang lebih baik bagi pengguna foldable mereka.Kamera dan Chipset: Kombinasi Kekuatan Xiaomi dan LeicaKolaborasi Xiaomi dengan Leica untuk modul triple kamera, yang diperkirakan membawa sensor utama 200MP, merupakan sinyal bahwa Xiaomi tidak hanya ingin unggul dari sisi desain layar, tapi juga menguasai kualitas fotografi. Sensor sebesar ini berpotensi memberikan detail gambar yang sangat tinggi, menambah nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan kamera sebagai fitur utama.Sementara itu, penggunaan chipset Xring O3 buatan internal menunjukkan ambisi Xiaomi dalam mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Ini juga menandakan fokus pada optimasi performa yang sesuai dengan kebutuhan perangkat foldable premium, termasuk efisiensi daya dan kemampuan multitasking yang mulus.Refinasi Mekanisme Engsel dan Potensi Dampak pada Industri FoldableMekanisme engsel yang lebih baik adalah kunci keberhasilan perangkat layar lipat. Xiaomi dikabarkan sedang mengembangkan engsel yang lebih halus dan tahan lama, yang sangat penting untuk menjaga keawetan perangkat dan kenyamanan pengguna. Perbaikan ini juga dapat menjadi daya saing utama Xiaomi di pasar foldable yang semakin ketat.Dengan fitur-fitur ini, Xiaomi Mix Fold 5 berpotensi menggeser standar industri foldable, mendorong inovasi lebih jauh dalam hal desain, performa, dan pengalaman pengguna multitasking.Potensi Rilis dan Ketersediaan di IndonesiaBocoran menyebutkan kemungkinan peluncuran di pasar China sekitar Agustus 2026. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi secara resmi perangkat ini maupun rencana ekspansi globalnya. Untuk pasar Indonesia, ketersediaan masih belum jelas, namun mengingat popularitas Xiaomi dan permintaan konsumen terhadap perangkat foldable, ada peluang besar perangkat ini juga akan hadir di Tanah Air, meski mungkin dengan harga yang premium mengingat teknologi yang diusung.Perkembangan Xiaomi dalam foldable dengan layar lebar dan sistem operasi HyperOS yang disesuaikan menjadi babak baru persaingan di segmen smartphone premium, sekaligus menguji strategi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti dan memperkuat ekosistem produknya.Referensi: Xiaomi | GizmoChina

  • 10 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba