Leica
Berita Insta360 Luna Ultra Menggebrak dengan Dual Lensa Leica dan Rekaman 8K
Insta360 kembali dengan gebrakan baru lewat Luna Ultra, kamera gimbal flagship pertamanya yang berkolaborasi langsung dengan Leica. Setelah berbulan-bulan bocoran dan teaser, kamera ini akhirnya resmi hadir dengan teknologi yang menarik perhatian para kreator konten dan penggemar fotografi.Dual sensor 50MP dengan lensa Leica Summicron yang memberikan warna dan filter khas Leica.Rekaman video 8K dengan dukungan Dolby Vision dan mode slow-motion hingga 240fps.Layar sentuh OLED 2 inci yang dapat dilepas untuk pengambilan gambar lebih fleksibel.Baterai tahan hingga 4 jam dengan pengisian cepat 23 menit dan penyimpanan internal 47GB.Sensor Ganda Leica yang Bikin PenasaranInti dari Luna Ultra adalah dua sensor canggih. Sensor utama Sony LYT-900 berukuran 1 inci dengan resolusi 50MP dan bukaan F1.8 menawarkan rentang dinamis hingga 14 stop, menjanjikan detail tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan.Sementara itu, sensor telefoto OV50Q 1/1.3 inci juga beresolusi 50MP dengan bukaan F2.0 mampu zoom hingga 12x, termasuk 6x zoom tanpa kehilangan kualitas. Kombinasi ini memungkinkan pengguna untuk menangkap gambar dari sudut lebar hingga setara 240mm.Yang membuatnya lebih menarik, kedua lensa ini membawa label Leica Summicron yang bukan sekadar stempel, melainkan membawa teknologi warna dan filter ikonik Leica, termasuk pilihan watermark eksklusif Leica untuk hasil foto yang lebih profesional dan berkelas.Video 8K dengan Beragam Mode KreatifLuna Ultra mendukung perekaman video dengan resolusi 8K lengkap dengan Dolby Vision, memberikan kualitas visual yang tajam dan detail. Untuk pengambilan gerak lambat, kamera ini dapat merekam hingga 4K pada 120fps dan 1080p pada 240fps, cocok untuk konten dinamis dan dramatis.Fitur PureVideo Mode 4K 60fps membantu meningkatkan detail dan kecerahan di kondisi pencahayaan sulit dengan mengurangi noise. Untuk para profesional, dukungan 10-bit I-Log+ ACES workflow dan kompatibilitas dengan DaVinci Resolve, Adobe Premiere Pro, serta Final Cut Pro menjadikan Luna Ultra alat yang fleksibel dalam produksi konten.Fitur Pendukung untuk Kreator SoloKamera ini dilengkapi gimbal 3-axis yang menjaga kestabilan saat melakukan zoom telefoto. Layar sentuh OLED 2 inci yang bisa dilepas memudahkan framing dan pengecekan hasil bidikan secara langsung.Fitur Deep Track 5.0 memperkuat kemampuan pelacakan subjek, sementara pengenalan wajah dengan pengaturan nada dan perhalusan kulit memudahkan pembuatan konten dengan hasil lebih menarik. Lampu mini built-in juga membantu pengambilan gambar di kondisi minim cahaya tanpa perlu aksesori tambahan.Baterai dan PenyimpananDitenagai baterai 1.550mAh, Luna Ultra dapat bertahan hingga 4 jam pemakaian dengan pengisian cepat hanya 23 menit. Penyimpanan internal sebesar 47GB memberikan ruang luas bagi pengguna untuk merekam tanpa khawatir cepat penuh.Harga dan Potensi Hadir di IndonesiaHarga resmi Luna Ultra di pasar global dipatok sekitar Rp12.400.000 (setara $769), dengan harga di China lebih ramah di kantong yakni sekitar Rp9.200.000 (¥4.358). Peluncuran ini menunjukkan komitmen Insta360 menghadirkan teknologi kamera canggih yang lebih terjangkau.Meski belum ada pengumuman resmi untuk pasar Indonesia, potensi kehadiran Luna Ultra cukup besar mengingat minat tinggi terhadap kamera vlogging dan konten kreatif di tanah air. Dengan fitur lengkap dan dukungan Leica, Luna Ultra bisa jadi pilihan menarik bagi para kreator konten dan penggemar fotografi yang ingin hasil profesional dalam genggaman.Referensi: Insta360 | Gizmochina
- 13 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Xiaomi Mix Fold 5 Kembangkan Layar Lebar dengan HyperOS untuk Multitasking Lebih Baik
Xiaomi tampaknya mengambil langkah berani mengikuti tren layar lipat dengan form factor lebih lebar yang sebelumnya telah dijajal oleh Huawei dan Apple. Bocoran terbaru dari sistem operasi HyperOS mengindikasikan perusahaan sedang mengembangkan perangkat foldable baru yang tidak hanya mengusung layar lebih lebar, tapi juga peningkatan fitur multitasking yang signifikan.Xiaomi tidak melanjutkan seri langsung Mix Fold 4 pada 2024, fokus ke pengembangan perangkat foldable dengan desain layar lebih luas.Perangkat ini diberi beberapa nama dalam bocoran, seperti Xiaomi Mix Fold 5, Xiaomi 18 Fold, atau Xiaomi 17 Fold.Kolaborasi dengan Leica dalam kamera triple dengan sensor utama 200MP menjadi daya tarik utama.Prosesor in-house Xring O3 menunjukkan ambisi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti.Refinasi mekanisme engsel dan peningkatan performa premium menjadi fokus pengembangan.Tren Layar Lipat Lebar dan Implikasinya pada Pengalaman PenggunaHuawei telah lama bereksperimen dengan layar lipat berformat lebar, dan Apple juga mengadopsi konsep serupa untuk perangkat foldable pertamanya. Format layar yang lebih luas ini memberikan keuntungan usability, baik saat perangkat dilipat maupun dibuka, memperluas fungsi multitasking dan produktivitas pengguna.Xiaomi yang sempat absen meluncurkan penerus langsung Mix Fold 4 pada 2024, kini terlihat serius mengejar tren ini. Bocoran HyperOS menunjukkan antarmuka yang disesuaikan untuk layar lebar, menegaskan bahwa Xiaomi ingin menawarkan pengalaman multitasking yang lebih baik bagi pengguna foldable mereka.Kamera dan Chipset: Kombinasi Kekuatan Xiaomi dan LeicaKolaborasi Xiaomi dengan Leica untuk modul triple kamera, yang diperkirakan membawa sensor utama 200MP, merupakan sinyal bahwa Xiaomi tidak hanya ingin unggul dari sisi desain layar, tapi juga menguasai kualitas fotografi. Sensor sebesar ini berpotensi memberikan detail gambar yang sangat tinggi, menambah nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan kamera sebagai fitur utama.Sementara itu, penggunaan chipset Xring O3 buatan internal menunjukkan ambisi Xiaomi dalam mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Ini juga menandakan fokus pada optimasi performa yang sesuai dengan kebutuhan perangkat foldable premium, termasuk efisiensi daya dan kemampuan multitasking yang mulus.Refinasi Mekanisme Engsel dan Potensi Dampak pada Industri FoldableMekanisme engsel yang lebih baik adalah kunci keberhasilan perangkat layar lipat. Xiaomi dikabarkan sedang mengembangkan engsel yang lebih halus dan tahan lama, yang sangat penting untuk menjaga keawetan perangkat dan kenyamanan pengguna. Perbaikan ini juga dapat menjadi daya saing utama Xiaomi di pasar foldable yang semakin ketat.Dengan fitur-fitur ini, Xiaomi Mix Fold 5 berpotensi menggeser standar industri foldable, mendorong inovasi lebih jauh dalam hal desain, performa, dan pengalaman pengguna multitasking.Potensi Rilis dan Ketersediaan di IndonesiaBocoran menyebutkan kemungkinan peluncuran di pasar China sekitar Agustus 2026. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi secara resmi perangkat ini maupun rencana ekspansi globalnya. Untuk pasar Indonesia, ketersediaan masih belum jelas, namun mengingat popularitas Xiaomi dan permintaan konsumen terhadap perangkat foldable, ada peluang besar perangkat ini juga akan hadir di Tanah Air, meski mungkin dengan harga yang premium mengingat teknologi yang diusung.Perkembangan Xiaomi dalam foldable dengan layar lebar dan sistem operasi HyperOS yang disesuaikan menjadi babak baru persaingan di segmen smartphone premium, sekaligus menguji strategi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti dan memperkuat ekosistem produknya.Referensi: Xiaomi | GizmoChina
- 10 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba