Topik Artikel

Microsoft

Windows 11 Aktifkan Fitur Shared Audio Kirim Suara ke Dua Headset Sekaligus Berita

Windows 11 Aktifkan Fitur Shared Audio Kirim Suara ke Dua Headset Sekaligus

Siapkan dua perangkat audio Bluetooth yang kompatibel dan hubungkan ke PC Windows 11 Anda.Buka menu Pengaturan lalu masuk ke bagian Bluetooth & perangkat untuk memastikan kedua headset terhubung aktif.Dari taskbar, klik ikon speaker dan pilih opsi Shared Audio untuk mengatur siaran audio ke kedua headset.Atur volume masing-masing headset secara mandiri lewat pengaturan yang tersedia, sehingga setiap pendengar bisa nyaman dengan level suara favoritnya.Perlu diingat, saat fitur ini aktif mikrofon headset Bluetooth akan nonaktif dan Windows akan menggunakan mikrofon bawaan laptop untuk panggilan suara.Persyaratan Perangkat dan Sistem untuk Fitur Shared AudioFitur ini memanfaatkan teknologi Bluetooth Low Energy Audio terbaru, sehingga hanya tersedia pada Windows 11 build 26100.8522 ke atas dan perangkat keras tertentu. Laptop dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X Elite atau X Plus seperti Microsoft Surface Laptop 7, Surface Pro 11, Samsung Galaxy Book4 Edge, serta Dell XPS 13 9345 dan perangkat berbasis Intel Core Ultra Series 200 sudah mendukung.Sementara untuk perangkat audio yang bisa menerima siaran, termasuk model Samsung Galaxy Buds2 Pro, Galaxy Buds3, Galaxy Buds3 Pro, Sony LinkBuds S, dan alat bantu dengar modern dari ReSound dan Beltone yang mendukung LE Audio.Bagaimana Cara Mengaktifkan dan Menggunakan Shared AudioSetelah kedua headset tersambung, klik ikon speaker di taskbar dan pilih Shared Audio. Sistem akan menampilkan daftar perangkat yang terhubung, tinggal centang kedua headset yang ingin menerima suara. Klik Share dan audio PC langsung dipancarkan secara serentak ke kedua perangkat tersebut.Ikon status baru akan muncul di taskbar sebagai tanda siaran aktif dan shortcut untuk mengubah pengaturan. Volume headset bisa disetel secara independen melalui menu atau tombol fisik di headset masing-masing.Catatan Penting dan Keterbatasan FiturFitur Shared Audio masih dalam tahap Controlled Feature Rollout, jadi belum semua pengguna dengan perangkat kompatibel langsung mendapat akses. Microsoft mengaktifkannya secara bertahap melalui server mereka. Jadi, jika opsi ini belum muncul, bisa jadi masih menunggu giliran aktivasi dari Microsoft.Selain itu, penggunaan mikrofon headset Bluetooth saat Shared Audio aktif tidak didukung, sehingga untuk panggilan suara Windows akan otomatis menggunakan mikrofon internal laptop atau perangkat lain yang tersedia.Potensi Hadirnya Fitur Shared Audio di IndonesiaDengan semakin populernya perangkat Bluetooth berkualitas di Indonesia dan kebutuhan menikmati konten bersama tanpa gangguan kabel, fitur ini berpotensi menjadi favorit pengguna Windows 11 di Tanah Air. Asalkan laptop dan headset yang digunakan memenuhi spesifikasi, pengguna bisa lebih leluasa berbagi audio tanpa repot sambil tetap menjaga kenyamanan masing-masing.Fitur ini juga membuka peluang baru bagi ekosistem audio nirkabel di Indonesia, terutama bagi yang sering menikmati hiburan digital bersama keluarga atau teman.Referensi: Microsoft | notebookcheck.net

  • 12 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Xbox Game Pass Tambah 17 Game Day-One untuk Pengalaman Bermain Lebih Hidup Berita

Xbox Game Pass Tambah 17 Game Day-One untuk Pengalaman Bermain Lebih Hidup

Menghadapi kebosanan saat memilih game baru? Xbox Game Pass kini hadir dengan kabar segar yang bisa mengubah rutinitas hiburan digital Anda. Microsoft baru saja mengumumkan penambahan 17 game baru yang bisa langsung dimainkan oleh para subscriber pada hari pertama rilis. Artinya, Anda tidak perlu lagi membeli game secara terpisah untuk merasakan pengalaman terbaru dari judul-judul populer dan yang paling dinanti. 17 game baru segera hadir di Xbox Game Pass dengan akses hari pertama Termasuk game populer seperti Gears of War E-Day dan Fable Memudahkan gamer untuk mencoba game tanpa biaya tambahan Perlu diperhatikan biaya langganan dan privasi data pengguna Xbox Game Pass dan Kebiasaan Main Game yang Makin PraktisBagi banyak orang, mencari game baru yang menarik sekaligus hemat biaya adalah tantangan tersendiri. Xbox Game Pass menjawab kebutuhan ini dengan menghadirkan layanan berlangganan yang memungkinkan akses ke banyak game tanpa membeli satu per satu. Dengan pengumuman terbaru, layanan ini semakin memperkaya katalognya dengan 17 game yang bisa langsung dimainkan sejak hari pertama rilis.Ini tentu jadi kabar gembira bagi para pekerja kreatif dan keluarga muda yang ingin menikmati hiburan berkualitas tanpa repot dan membebani anggaran. Misalnya, game seperti Gears of War E-Day dan Fable masuk dalam daftar ini, memberikan opsi game yang variatif dan menarik langsung dari Xbox Game Pass.Contoh Nyata: Main Game Favorit Tanpa Beli TerpisahBayangkan Anda seorang penggemar game aksi dan petualangan, biasanya harus membeli game baru dengan harga cukup mahal. Dengan Xbox Game Pass, begitu game baru rilis, Anda bisa langsung mengunduh dan bermain tanpa biaya tambahan selain langganan bulanan. Ini menghemat pengeluaran sekaligus memberi kebebasan mencoba berbagai game tanpa risiko.Tentu, ada hal yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya langganan bulanan yang harus terus dibayar agar akses tetap terbuka. Selain itu, privasi data juga menjadi aspek penting. Pengguna perlu memastikan data pribadi dan aktivitas gaming mereka terlindungi dengan baik sesuai kebijakan Microsoft.Apakah Xbox Game Pass Layak Dicoba?Bagi Anda yang ingin menikmati ragam game dengan biaya terjangkau dan tanpa repot membeli satu per satu, Xbox Game Pass menawarkan solusi praktis. Namun, pastikan untuk memperhitungkan biaya langganan dan memahami kebijakan privasi yang berlaku. Jika Anda pengguna aktif yang suka eksplorasi game baru, layanan ini bisa jadi pilihan yang sangat membantu dan menyenangkan.Potensi Rilis dan Harga di IndonesiaXbox Game Pass sudah tersedia di Indonesia dengan biaya langganan sekitar Rp150.000 hingga Rp220.000 per bulan, tergantung paket yang dipilih. Dengan tambahan 17 game baru ini, nilai layanan semakin meningkat, memberikan kesempatan bagi gamer di Tanah Air untuk menikmati konten terbaru tanpa harus membeli game satu per satu.Pastikan untuk mengecek update resmi dari Microsoft Indonesia agar mendapatkan informasi lengkap tentang rilis game dan promosi yang sedang berlangsung.Referensi: Microsoft | Notebookcheck

  • 09 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Xbox CEO Turunkan Harga Project Helix dengan Inovasi di Tengah Krisis Memori Berita

Xbox CEO Turunkan Harga Project Helix dengan Inovasi di Tengah Krisis Memori

Bayangkan Anda ingin membeli konsol game terbaru yang menjanjikan performa tinggi, namun harga yang melambung membuat Anda ragu. Situasi ini kini tengah dihadapi oleh Microsoft dengan Project Helix, konsol Xbox generasi berikutnya yang direncanakan rilis sekitar tahun 2027.Harga Project Helix akan ditekan meski biaya memori naik drastis.Inovasi teknologi diharapkan menjadi kunci mengatasi kenaikan harga.Konsol ini kemungkinan menggunakan memori GDDR7 unified 36GB.Krisis biaya SSD turut mempengaruhi harga jual akhir.Inovasi Jadi Jurus Microsoft Menghadapi Kenaikan Harga MemoriCEO Xbox, Asha Sharma, mengakui bahwa kenaikan biaya memori dan penyimpanan menjadi tantangan berat. Namun, ia menegaskan bahwa harga Project Helix tidak akan naik jika Microsoft berhasil berinovasi. “Harga akan mahal hanya jika kami tidak berinovasi,” ujarnya dalam wawancara dengan Bloomberg Tech.Fokus Microsoft dalam 100 hari ke depan adalah menjaga agar produk tetap terjangkau, meskipun permintaan untuk pusat data AI yang membutuhkan memori besar masih tinggi. Inovasi ini bisa berupa teknologi baru yang memungkinkan performa optimal tanpa perlu menambah spesifikasi mahal secara berlebihan.Spesifikasi dan Tantangan yang Mengintai Project HelixBocoran menyebutkan Project Helix akan dilengkapi dengan setidaknya 36GB memori unified GDDR7, teknologi mutakhir yang tentu saja mahal saat ini. Selain itu, biaya SSD yang meningkat juga menjadi faktor sulitnya menekan harga jual konsol ini.Microsoft mungkin akan mengandalkan teknologi RDNA 5 upscaling generasi terbaru, termasuk fitur AI dan neural rendering seperti AMD FSR Diamond, untuk mengoptimalkan performa GPU tanpa harus menambah memori atau spesifikasi lain yang mahal. Namun, sejauh mana pengurangan spesifikasi bisa dilakukan tanpa mengorbankan pengalaman gaming masih menjadi pertanyaan.Strategi Harga dan Ekosistem Terbuka XboxBerbeda dengan masa lalu, Microsoft kini menghadapi ekosistem terbuka dengan berbagai toko aplikasi yang bersaing. Hal ini membuat subsidi harga konsol seperti sebelumnya menjadi lebih sulit dilakukan. Jika tidak hati-hati, Project Helix bisa menjadi produk yang hanya diminati segmen pasar terbatas.Dengan semua tantangan ini, keputusan Microsoft untuk menurunkan harga Project Helix melalui inovasi teknologi adalah langkah yang dinantikan oleh para gamer dan pengguna setia Xbox. Namun, detail inovasi spesifik yang akan diterapkan masih belum diungkap secara resmi.Peluang Project Helix Masuk Pasar IndonesiaWalaupun belum ada informasi resmi mengenai rilis Project Helix di Indonesia, potensi konsol ini masuk ke pasar Tanah Air tetap terbuka, terutama jika harga dan fitur yang ditawarkan mampu bersaing dengan produk sejenis. Bagi keluarga muda dan pekerja urban yang mencari hiburan berkualitas, Xbox generasi baru ini bisa menjadi pilihan menarik jika Microsoft berhasil menjaga harga tetap terjangkau.Referensi: Microsoft | notebookcheck.net

  • 07 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Surface Laptop 8 Snapdragon X2 Hadir Juni 2026 dengan Pilihan Warna Baru dan Layar OLED Berita

Surface Laptop 8 Snapdragon X2 Hadir Juni 2026 dengan Pilihan Warna Baru dan Layar OLED

Bayangkan bekerja atau bersantai dengan laptop yang tidak hanya stylish tapi juga bertenaga dengan teknologi AI canggih. Microsoft segera meluncurkan Surface Laptop 8 edisi terbaru yang menggunakan chip Qualcomm Snapdragon X2, membawa performa dan fitur baru yang menarik untuk pengguna sehari-hari.Surface Laptop 8 versi Snapdragon X2 akan resmi dirilis pada 16 Juni 2026.Tersedia dalam ukuran layar 13,8 inci dan 15 inci, dengan opsi layar OLED baru yang lebih tajam.Pilihan warna terbaru “Jade” melengkapi varian Platinum, Gold/Dune, dan Black.Memori hingga 32 GB LPDDR5X dan penyimpanan SSD yang bisa diganti pengguna hingga 2 TB.Surface Laptop 8 Snapdragon X2: Desain Familiar dengan Sentuhan BaruMicrosoft tetap mempertahankan bahasa desain yang sudah dikenal pada Surface Laptop 8, dengan bodi ramping dan layar sentuh PixelSense yang responsif. Namun, ada pembaruan signifikan di layar, yaitu hadirnya panel OLED yang belum pernah ada sebelumnya di seri ini. Ini tentu membuat tampilan lebih hidup dan warna lebih kaya, cocok untuk kebutuhan kerja dan hiburan.Selain itu, Microsoft memperkenalkan warna baru “Jade” yang memberikan kesan segar dan berbeda dari warna klasik seperti Platinum, Gold/Dune, dan Black. Pilihan ini bisa jadi favorit bagi pengguna yang ingin tampil beda tanpa mengorbankan profesionalitas.Performa Snapdragon X2 dengan Sentuhan AI untuk Aktivitas Sehari-hariDi balik bodi yang elegan, Surface Laptop 8 terbaru menggunakan Qualcomm Snapdragon X2 Elite 12-core atau X2 Plus 10-core dengan kecepatan hingga 4,0 GHz. Chip ini juga dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) yang mampu menghadirkan performa AI hingga 80 TOPS, membantu berbagai aplikasi cerdas berjalan lebih lancar dan responsif.Memori yang besar hingga 32 GB LPDDR5X dan penyimpanan SSD yang bisa diganti pengguna (512 GB, 1 TB, atau 2 TB) memberikan fleksibilitas dan kecepatan akses data yang tinggi. Ini penting untuk pekerja kreatif, keluarga muda yang multitasking, maupun pengguna urban yang butuh perangkat andal untuk produktivitas dan hiburan.Baterai Tahan Lama dan Fitur yang Sesuai KebutuhanSurface Laptop 8 dilengkapi baterai 54 Wh untuk model 13,8 inci dan 66 Wh untuk model 15 inci, yang mampu bertahan hingga 20 jam untuk penggunaan biasa dan 19 jam untuk pemutaran video. Ini menjanjikan mobilitas tinggi tanpa sering mencari colokan listrik.Sayangnya, fitur “Privacy Display” yang ada di versi Intel untuk pasar korporat tidak ditemukan pada varian ARM ini. Jadi, jika privasi layar adalah prioritas, pengguna perlu mempertimbangkan hal ini. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, fitur standar sudah cukup memadai.Apakah Surface Laptop 8 Snapdragon Layak Dicoba?Bagi yang mencari laptop dengan desain elegan, performa AI yang canggih, dan layar OLED yang memanjakan mata, Surface Laptop 8 Snapdragon bisa jadi pilihan menarik. Ditambah kemampuan mengganti penyimpanan sendiri, memberikan nilai tambah dari sisi fleksibilitas dan upgrade di masa depan.Namun, perlu diingat bahwa harga perangkat ini diprediksi premium, mengingat spesifikasi tinggi dan fitur baru yang ditawarkan. Jadi, pertimbangkan kebutuhan dan anggaran sebelum memutuskan membeli saat peluncuran resmi 16 Juni 2026 nanti.Via: Notebookcheck

  • 05 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Microsoft Surface Laptop 8 Snapdragon Hadir Dengan Warna Baru dan Layar OLED Berita

Microsoft Surface Laptop 8 Snapdragon Hadir Dengan Warna Baru dan Layar OLED

Surface Laptop 8 terbaru dari Microsoft siap hadir dengan pilihan prosesor Snapdragon X2, membawa performa AI yang lebih tinggi dan tampilan layar yang lebih menarik. Varian ARM ini dijadwalkan meluncur pada 16 Juni 2026, menawarkan pengalaman berbeda dari model Intel yang sudah lebih dulu tersedia di pasar enterprise.Surface Laptop 8 hadir dalam ukuran layar 13,8 inci dan 15 inci dengan panel PixelSense, termasuk opsi layar OLED baru.Prosesor Qualcomm Snapdragon X2 Elite 12-core dan X2 Plus 10-core dengan kecepatan hingga 4,0 GHz.Memori hingga 32 GB LPDDR5X dan penyimpanan SSD yang bisa diganti pengguna hingga 2 TB.Warna baru “Jade” melengkapi pilihan Platinum, Gold/Dune, dan Hitam.Baterai tahan hingga 20 jam untuk model 13,8 inci dan 19 jam untuk model 15 inci.Performa dan Fitur Unggulan Surface Laptop 8 SnapdragonMicrosoft tetap mempertahankan desain khas Surface Laptop 8 dengan layar sentuh PixelSense yang responsif. Namun, untuk pertama kalinya, opsi layar OLED akan tersedia, memberi warna lebih tajam dan kontras lebih baik bagi pengguna yang sering bekerja dengan konten visual. Ini menjadi daya tarik utama bagi keluarga muda dan pekerja kreatif yang butuh perangkat stylish sekaligus fungsional.Prosesor Snapdragon X2 Elite dengan 12 inti dan Snapdragon X2 Plus dengan 10 inti menawarkan kecepatan hingga 4,0 GHz. Keunggulan lain adalah integrasi NPU yang mampu mencapai 80 TOPS untuk akselerasi AI, membantu tugas sehari-hari seperti pengenalan suara dan optimasi baterai secara cerdas.Konfigurasi Memori dan Penyimpanan yang FleksibelBagi pengguna yang mengandalkan multitasking atau aplikasi berat, Surface Laptop 8 menyediakan RAM hingga 32 GB LPDDR5X. Penyimpanan juga tidak kalah menarik, dengan SSD yang bisa diganti sendiri oleh pengguna mulai dari 512 GB hingga 2 TB. Fitur ini jarang ditemukan di laptop tipis dan premium, memberi keleluasaan bagi pengguna untuk upgrade tanpa harus ke service center.Warna Baru dan Daya Tahan Baterai untuk Pengalaman Sehari-hariWarna “Jade” yang baru menambah pilihan stylish di samping Platinum, Gold/Dune, dan Hitam. Ini tentu menarik bagi mereka yang ingin tampil beda tanpa mengorbankan profesionalisme. Dari sisi daya tahan, baterai 54 Wh untuk model 13,8 inci dan 66 Wh untuk model 15 inci mampu bertahan hingga 20 jam dan 19 jam pemutaran video, cukup untuk menemani aktivitas seharian tanpa khawatir sering mengisi ulang.Sayangnya, fitur “Privacy Display” yang ada di model Intel untuk pasar korporat tidak disebutkan dalam varian ARM ini. Jadi, pengguna yang mengutamakan privasi layar harus mempertimbangkan hal ini sebelum membeli.Secara keseluruhan, Surface Laptop 8 dengan Snapdragon X2 menonjol sebagai laptop yang menggabungkan performa AI canggih, desain elegan, dan fleksibilitas upgrade. Harga resmi di pasar Indonesia belum diumumkan, namun dengan spesifikasi premium, perangkat ini diperkirakan akan dibanderol dengan harga yang sepadan.Via: Notebookcheck

  • 05 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Surface Laptop Ultra Pesaing MacBook Pro Dengan Windows 11 Berita

Surface Laptop Ultra Pesaing MacBook Pro Dengan Windows 11

Bayangkan laptop premium yang menggabungkan kekuatan AI lokal dan desain ramping ala MacBook Pro, tapi menjalankan Windows 11. Microsoft baru saja mengungkap detail lengkap Surface Laptop Ultra yang mengusung platform Nvidia RTX Spark, membawa performa tinggi dengan fitur yang jarang ditemukan di laptop lain.Surface Laptop Ultra mengandalkan Nvidia RTX Spark dengan CPU efisien dan GPU RTX untuk AI lokal hingga 128GB memori terpadu.Layar 15 inci mini-LED PixelSense Ultra dengan kecerahan maksimal 2.000 nits dan rasio 3:2 cocok untuk kreator konten.Desain tipis di bawah 18mm dan bobot kurang dari 2 kg, tersedia warna Platinum dan Nightfall.Fitur unggulan termasuk SSD yang bisa diganti pengguna, trackpad 30 persen lebih besar, dan port lengkap dengan USB-C misterius.Kekuatan Nvidia RTX Spark untuk AI Lokal dan ProduktivitasSurface Laptop Ultra membawa lompatan signifikan dengan platform Nvidia RTX Spark yang menggabungkan CPU hemat energi dan GPU RTX. Ini memungkinkan laptop menangani beban kerja AI lokal yang berat tanpa harus bergantung pada cloud. Dengan dukungan hingga 128GB memori terpadu, pengguna dapat menjalankan model AI besar langsung di perangkat, mengurangi latensi dan meningkatkan responsivitas aplikasi produktivitas dan kreatif.Layar Mini-LED Ultra Cerah dan Desain RinganLayar 15 inci PixelSense Ultra berteknologi mini-LED menawarkan kepadatan 262 ppi dengan rasio aspek 3:2 yang ideal untuk kerja multitasking dan pengolahan konten. Kecerahan puncak mencapai 2.000 nits, sangat membantu dalam menampilkan detail HDR dengan jelas. Semua ini dikemas dalam bodi tipis kurang dari 18mm dan berat di bawah 2 kg, sebanding dengan MacBook Pro 16 inci.Fleksibilitas Port dan Penggantian SSD oleh PenggunaSurface Laptop Ultra dilengkapi dengan tiga port USB-C, satu USB-A, HDMI, jack headphone, dan pembaca kartu SD ukuran penuh. Kejutan lain adalah SSD yang bisa diganti oleh pengguna sendiri, fitur langka di kelas laptop premium. Ini memberi kemudahan upgrade dan perawatan, berbeda dengan kebanyakan laptop pesaing yang menyulitkan akses komponen internal.Desain dan Pilihan Warna yang EleganMicrosoft menawarkan dua pilihan warna yakni Platinum dan Nightfall, sebuah warna abu-abu gelap yang memberi kesan profesional. Trackpad pada laptop ini juga diperbesar lebih dari 30 persen untuk kenyamanan navigasi. Sistem pendingin baru dengan kapasitas hingga 2,5 kali model sebelumnya memastikan performa tinggi tetap stabil tanpa panas berlebih.Surface Laptop Ultra tampak seperti jawaban Microsoft untuk MacBook Pro, menggabungkan performa tinggi, fitur AI canggih, dan desain premium dengan fleksibilitas Windows 11. Meski harga dan ketersediaan belum diumumkan, peluncuran diperkirakan berlangsung musim gugur nanti. Bagi pengguna yang mencari laptop premium dengan kemampuan AI lokal dan kemudahan upgrade, Surface Laptop Ultra patut diantisipasi kehadirannya.Via: Notebookcheck

  • 05 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Microsoft Project Solara Hadirkan Badge AI Berbasis Android Dengan Konektivitas 5G Berita

Microsoft Project Solara Hadirkan Badge AI Berbasis Android Dengan Konektivitas 5G

Microsoft baru saja memperkenalkan Project Solara, sebuah platform chip-to-cloud yang menghadirkan pengalaman AI agent-first, menggeser fokus dari aplikasi tradisional ke asisten AI yang melakukan lebih banyak hal untuk pengguna. Di ajang Computex 2026, selain menampilkan konsep smart display stasioner, yang paling menarik perhatian adalah perangkat wearable portabel yang berpotensi menggantikan fungsi smartphone konvensional.Project Solara memperkenalkan badge wearable berbasis Android yang berfungsi sebagai antarmuka AI agent selalu terhubung.Perangkat ini menampilkan layar sentuh kecil, kamera menghadap atas, sensor sidik jari, dan konektivitas 5G menggunakan SoC Qualcomm.Microsoft menargetkan perangkat ini untuk pekerja lini depan dan informasi dengan UI yang berfokus pada agen AI, bukan aplikasi tradisional.Perangkat sedang dalam pengujian internal dan akan segera memasuki tahap pilot enterprise di berbagai sektor seperti kesehatan dan ritel.Badge Wearable Microsoft: Evolusi Smartphone Berbasis AIBadge wearable yang dihadirkan Microsoft sebagai bagian dari Project Solara merupakan perangkat berbasis Android yang berfungsi tidak hanya sebagai identitas digital, tetapi sebagai interface khusus untuk agen AI yang selalu terhubung. Dengan layar sentuh kecil, kamera menghadap atas untuk kesadaran lingkungan, serta sensor sidik jari di sisi perangkat, badge ini dirancang untuk menggantikan paradigma aplikasi tradisional pada smartphone.Fitur konektivitas lengkap seperti WiFi, Bluetooth, GNSS, dan 5G memastikan perangkat ini dapat beroperasi secara mandiri dan responsif. Penggunaan SoC Qualcomm khusus untuk wearable menunjukkan fokus Microsoft pada performa dan efisiensi energi, meskipun chip tersebut belum diumumkan secara resmi.Target Pengguna dan Potensi Pasar Project SolaraMicrosoft memfokuskan perangkat ini untuk para pekerja lini depan dan informasi yang membutuhkan akses cepat dan efisien ke asisten AI dalam menjalankan tugas sehari-hari. UI yang berorientasi pada AI agent menggantikan kebutuhan akan banyak aplikasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dengan mengurangi kompleksitas interaksi pengguna.Perangkat ini sudah masuk tahap pengujian internal dengan ratusan karyawan dan segera akan memasuki pilot enterprise di sektor kesehatan, ritel, perhotelan, layanan keuangan, hukum, industri, dan layanan lapangan. Hal ini menandakan kesiapan Microsoft untuk membawa badge AI ini ke pasar korporasi yang membutuhkan solusi teknologi canggih dan praktis.Persaingan dengan OpenAI dan Masa Depan Smartphone AIDengan rumor yang berkembang mengenai rencana OpenAI meluncurkan smartphone AI pada awal 2027, Microsoft tampaknya mempercepat pengembangan Project Solara untuk menjadi pemain utama di ekosistem perangkat AI generasi berikutnya. Qualcomm pun menyatakan bahwa adopsi perangkat AI agentik tidak dapat dihindari, menegaskan potensi besar pasar ini.Menurut Microsoft, smartphone konvensional yang mengandalkan aplikasi tidak cukup untuk menghadirkan pengalaman agent-first. Oleh karena itu, perangkat khusus dengan perangkat lunak yang ringan dan terfokus pada AI diperlukan untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Dengan pendekatan ini, Microsoft berharap bisa menciptakan ekosistem perangkat keras yang fleksibel dan mudah diadaptasi oleh pengembang AI.Meski masih dalam tahap konsep dan pengujian, Project Solara dan badge wearable berbasis Android ini menandai pergeseran besar dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi mobile. Jika berhasil, ini bisa menjadi awal era baru di mana smartphone tradisional mulai tergantikan oleh perangkat AI khusus yang lebih efisien dan intuitif.Via: Notebookcheck

  • 04 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Enam Game Hilang Dari Xbox Game Pass Juni 2026, Peluang Diskon Sebelum Pergi Berita

Enam Game Hilang Dari Xbox Game Pass Juni 2026, Peluang Diskon Sebelum Pergi

Xbox Game Pass kembali mengalami pergerakan signifikan pada Juni 2026 dengan pengumuman resmi Microsoft yang menyatakan enam game akan segera dihapus dari layanan berlangganan tersebut. Bagi para pengguna yang mengandalkan platform ini untuk menikmati berbagai judul game, kabar ini menjadi pengingat penting bahwa akses tidak selamanya permanen dan ada batas waktu sebelum sebuah game hilang dari katalog.Enam game akan dihapus dari Xbox Game Pass pada pertengahan Juni 2026.Judul populer seperti Jurassic World Evolution 2 dan Teenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s Revenge termasuk dalam daftar penghapusan.Pengguna dapat memanfaatkan diskon khusus untuk membeli game tersebut sebelum akses melalui langganan hilang.Penghapusan game ini adalah bagian dari siklus lisensi dan keputusan penerbit yang rutin terjadi di layanan berlangganan.Mengapa Game Dihapus Dari Xbox Game PassSetiap bulan, Xbox Game Pass menambah banyak judul baru ke perpustakaannya, memberikan variasi dan pilihan bagi para pemain. Namun, tidak jarang beberapa game juga harus meninggalkan layanan ini. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh masa lisensi yang terbatas atau keputusan dari penerbit game itu sendiri. Umumnya, sebuah game bertahan di layanan ini antara enam hingga delapan belas bulan. Siklus ini mencerminkan trade-off antara akses luas dengan biaya lisensi yang harus ditanggung Microsoft.Daftar Game yang Akan Dihapus di Juni 2026Pada pertengahan Juni 2026, enam game berikut akan dihapus dari Xbox Game Pass:Jurassic World Evolution 2Warhammer 40,000: Space Marine – Master Crafted EditionSplitgate: Arena ReloadedLost in Random: The Eternal DieScott Pilgrim vs. The World: The Game – Complete EditionTeenage Mutant Ninja Turtles: Shredder’s RevengePenghapusan game-game ini tentu berdampak pada pengguna yang masih aktif menikmati judul tersebut. Setelah tanggal penghapusan, game tidak bisa lagi diakses melalui langganan Xbox Game Pass kecuali dibeli secara terpisah.Peluang Beli Dengan Diskon Sebelum Game PergiMicrosoft memberikan kesempatan bagi pelanggan Xbox Game Pass untuk membeli game yang akan dihapus dengan harga diskon khusus. Ini adalah strategi yang memperlihatkan keseimbangan antara memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan menjaga hubungan bisnis dengan penerbit game. Diskon ini memungkinkan pengguna untuk tetap memiliki game favoritnya tanpa harus kehilangan akses setelah game tersebut hilang dari layanan berlangganan.Via: Notebookcheck

  • 04 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Microsoft Surface RTX Spark Dev Box Bersaing Dengan Mac Studio, Hadir Dengan RAM 128 GB Berita

Microsoft Surface RTX Spark Dev Box Bersaing Dengan Mac Studio, Hadir Dengan RAM 128 GB

Siapa sangka, Microsoft kembali menggebrak pasar mini PC dengan Surface RTX Spark Dev Box yang siap bersaing langsung dengan Mac Studio. Dengan RAM unified 128 GB dan chipset Nvidia RTX Spark, perangkat ini menjanjikan performa tinggi bagi para profesional dan pengembang.Surface RTX Spark Dev Box hadir dengan RAM 128 GB dan chipset Nvidia RTX SparkPerforma chipset dapat mencapai daya hingga 100 W, lebih tinggi dari Surface Laptop UltraMini PC ini dilengkapi port lengkap seperti HDMI, Ethernet, USB Type-A dan Type-CDirilis 2026, harga belum diumumkan, tersedia melalui toko online MicrosoftSurface RTX Spark Dev Box dan Performa Tinggi Untuk ProfesionalMicrosoft melanjutkan kolaborasi dengan Nvidia lewat Surface RTX Spark Dev Box yang menggunakan chipset Nvidia RTX Spark sama seperti Surface Laptop Ultra, namun dengan kemampuan mendorong performa hingga 100 W. Ini membuatnya lebih bertenaga untuk kebutuhan pengembangan dan pekerjaan berat.Selain itu, perangkat ini membawa RAM unified 128 GB yang sangat besar bagi sebuah mini PC. RAM sebesar ini mendukung multitasking dan aplikasi berat seperti pengolahan data AI, rendering video, hingga pengembangan software kompleks.Desain dan Port Lengkap Untuk Konektivitas MaksimalSurface RTX Spark Dev Box dibalut bodi aluminium yang ringkas dan elegan. Untuk konektivitas, Microsoft menyediakan berbagai port penting seperti 1 jack audio 3.5 mm, 1 port Ethernet, 1 port HDMI, 2 port USB Type-A, dan 2 port USB Type-C. Kombinasi port ini memudahkan pengguna menghubungkan perangkat eksternal tanpa perlu adapter tambahan.Status Rilis dan HargaPerangkat ini direncanakan tersedia pada tahun 2026 melalui toko online resmi Microsoft. Sampai saat ini, harga resmi untuk pasar Indonesia maupun global belum diumumkan. Namun, kehadiran RAM 128 GB dan chipset Nvidia RTX Spark yang kuat menandakan perangkat ini akan menyasar segmen profesional dengan kebutuhan performa tinggi.Surface RTX Spark Dev Box mengulang langkah Microsoft sebelumnya dengan Windows Dev Kit 2023, tetapi kini membawa peningkatan signifikan dari sisi hardware. Bagi pengguna yang menantikan mini PC bertenaga untuk pekerjaan kreatif dan pengembangan, perangkat ini patut diwaspadai.Via: Notebookcheck

  • 04 Jun, 2026
  • Senja Arunika