Ubisoft
Berita Valve Tekan Ubisoft Soal Harga Rainbow Six Siege di Steam
Dominasi Steam sebagai pasar game PC terbesar dunia membuatnya menjadi arena utama bagi pengembang dan penerbit game untuk menjual produk mereka. Namun, dominasi ini juga memberi Valve kekuatan signifikan dalam mengatur harga dan distribusi, seperti yang terlihat dalam kasus terbaru melibatkan Ubisoft dan game Rainbow Six Siege.Valve nyaris menghapus Rainbow Six Siege dari Steam karena Ubisoft jual versi starter pack lebih murah di Uplay.Valve memberi ultimatum singkat kepada Ubisoft untuk menyamakan harga atau kehilangan game di Steam.Kasus serupa terjadi pada Warner Bros dengan game Middle-earth: Shadow of War terkait perbedaan harga preorder.Konteks Persaingan Harga di Platform Digital Game PCSteam menjadi tempat utama bagi sebagian besar gamer PC untuk membeli dan mengunduh game. Meski platform lain seperti Ubisoft Connect (dulu Uplay) dan Epic Games Store juga ada, Steam masih unggul dalam jangkauan dan penjualan. Namun, dominasi ini membuat Valve berperan besar dalam mengawasi harga agar tidak terjadi praktik yang merugikan ekosistemnya.Kasus Rainbow Six Siege dan Ancaman DelistingBerdasarkan laporan Bloomberg yang mengulas dokumen dalam gugatan antitrust, Valve menemukan Ubisoft menawarkan “starter pack” Rainbow Six Siege dengan harga sekitar Rp230 ribuan di Uplay, lebih murah dibandingkan di Steam. Valve lalu mengancam akan menghapus seluruh edisi game tersebut dari Steam pada keesokan harinya jika Ubisoft tidak menyesuaikan harga. Ancaman ini menunjukkan bagaimana Valve mempertahankan kontrol harga agar tidak ada kompetisi internal yang merugikan platformnya.Peran Valve Dalam Menjaga Harga dan Dampaknya bagi PenggunaValve tampaknya menggunakan kekuatan pasar untuk memastikan harga game di Steam tidak kalah bersaing dari toko lain yang dijalankan oleh penerbit game itu sendiri. Dalam kasus Warner Bros, preorder Middle-earth: Shadow of War juga sempat dihapus karena harga di Steam lebih tinggi dibandingkan toko lain. Langkah tersebut memaksa penerbit menyesuaikan harga agar tetap bisa dijual di Steam.Implikasi Jangka Panjang untuk Industri Game dan KonsumenStrategi Valve ini membuka pertanyaan soal keseimbangan antara kekuatan platform digital dan kebebasan penerbit dalam menentukan harga. Bagi konsumen, kontrol harga ini bisa mencegah kebingungan dan memudahkan pembelian di satu tempat. Namun, bagi penerbit, hal ini membatasi fleksibilitas dalam mengelola harga dan promosi di berbagai platform. Dampak sosialnya adalah bagaimana data dan kontrol platform memengaruhi pasar game digital secara luas, termasuk peluang startup dan kreator indie yang bergantung pada ekosistem Steam.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Ubisoft dan Taruhan Besar AI di Far Cry 7, Layak Dinanti?
Ubisoft tengah menjajal teknologi AI generatif di pengembangan Far Cry 7, meski kondisi keuangan mereka saat ini tengah berat. Tahun fiskal 2025-26 mencatat kerugian operasional €1,3 miliar atau sekitar Rp21 triliun, dengan berbagai proyek game dibatalkan dan penurunan pendapatan yang signifikan. Far Cry 7 jadi tempat riset AI generatif UbisoftProyek “Teammates” fokus NPC yang ingat interaksi pemainInvestasi AI naik walau pendapatan dan saham anjlokRisiko besar karena teknologi ini belum matang Far Cry 7 Jadi Ladang Eksperimen AI UbisoftFar Cry 7 belum diumumkan secara resmi, tapi sudah dipakai untuk menguji AI generatif. Teknologi ini dimaksudkan untuk menciptakan NPC yang bisa berinteraksi lebih natural dan dinamis, seperti proyek “Teammates” yang memungkinkan NPC mengingat dan merespons pemain secara real-time.Skeptisisme muncul karena AI yang dikembangkan masih jauh dari sempurna. Seorang insider sempat menyebut hasil awal AI ini “kurang memuaskan” sebelum menghapus postingannya. Jadi, jangan berharap AI ini sudah siap pakai di versi final game.Risiko Besar di Tengah Kondisi Keuangan yang RuntuhUbisoft mengalami tahun terburuk dalam sejarahnya dengan penurunan pendapatan sebesar 17 persen, pembatalan tujuh proyek game, penundaan enam lainnya, dan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.200 karyawan. Investasi besar pada AI jadi taruhan berisiko di tengah kondisi ini.Meski mendapat suntikan dana segar sebesar €1,16 miliar dari transaksi Tencent, Ubisoft memperingatkan investor bahwa tahun depan bakal jadi masa sulit untuk arus kas bebas mereka sebelum ada pemulihan. Jadi, fokus pada AI bisa jadi pedang bermata dua.Proyek “Teammates” dan Kolaborasi AI UbisoftProyek utama AI Ubisoft dibangun di atas platform Google Gemini dan berkolaborasi dengan Nvidia serta Inworld AI. Tujuannya adalah mengembangkan NPC yang lebih manusiawi dan mampu menjalankan tugas quality assurance secara otomatis.Tapi pengalaman masa lalu Ubisoft dengan teknologi kontroversial seperti NFT Quartz yang gagal, jadi pengingat bahwa langkah ini mudah menuai kritik dan gagal kalau tidak matang.Jadi, Pilih yang Mana?Bagi penggemar game Ubisoft, perkembangan AI ini menarik untuk diikuti, tapi harus diimbangi ekspektasi realistis. AI generatif memang menjanjikan NPC yang lebih hidup, tapi risiko teknologi yang belum matang dan kondisi keuangan Ubisoft yang berat menimbulkan tanda tanya besar.Kalau Anda fans berat Far Cry, pantau terus kabar terbaru. Namun, jika berharap pengalaman mulus dan AI sempurna di game ini, sebaiknya bersiap kecewa dulu. Ubisoft tampak masih dalam tahap belajar dan bereksperimen.Harga dan VerdictFar Cry 7 belum diumumkan harga resmi, tapi dengan kondisi Ubisoft saat ini, pengembangan game dan fitur AI tentu berdampak pada biaya produksi. Jika Anda mencari game dengan NPC yang benar-benar dinamis dan interaktif, mungkin harus menunggu versi final yang sudah matang.Ambil Far Cry 7 jika Anda suka eksplorasi teknologi terbaru meski ada risiko bug dan fitur belum optimal. Skip jika Anda butuh pengalaman gaming yang stabil dan bebas masalah.(Via)
- 26 May, 2026
- •
- Anif Sirsaeba