Windows 11
Berita Windows 11 Aktifkan Fitur Shared Audio Kirim Suara ke Dua Headset Sekaligus
Siapkan dua perangkat audio Bluetooth yang kompatibel dan hubungkan ke PC Windows 11 Anda.Buka menu Pengaturan lalu masuk ke bagian Bluetooth & perangkat untuk memastikan kedua headset terhubung aktif.Dari taskbar, klik ikon speaker dan pilih opsi Shared Audio untuk mengatur siaran audio ke kedua headset.Atur volume masing-masing headset secara mandiri lewat pengaturan yang tersedia, sehingga setiap pendengar bisa nyaman dengan level suara favoritnya.Perlu diingat, saat fitur ini aktif mikrofon headset Bluetooth akan nonaktif dan Windows akan menggunakan mikrofon bawaan laptop untuk panggilan suara.Persyaratan Perangkat dan Sistem untuk Fitur Shared AudioFitur ini memanfaatkan teknologi Bluetooth Low Energy Audio terbaru, sehingga hanya tersedia pada Windows 11 build 26100.8522 ke atas dan perangkat keras tertentu. Laptop dengan prosesor Qualcomm Snapdragon X Elite atau X Plus seperti Microsoft Surface Laptop 7, Surface Pro 11, Samsung Galaxy Book4 Edge, serta Dell XPS 13 9345 dan perangkat berbasis Intel Core Ultra Series 200 sudah mendukung.Sementara untuk perangkat audio yang bisa menerima siaran, termasuk model Samsung Galaxy Buds2 Pro, Galaxy Buds3, Galaxy Buds3 Pro, Sony LinkBuds S, dan alat bantu dengar modern dari ReSound dan Beltone yang mendukung LE Audio.Bagaimana Cara Mengaktifkan dan Menggunakan Shared AudioSetelah kedua headset tersambung, klik ikon speaker di taskbar dan pilih Shared Audio. Sistem akan menampilkan daftar perangkat yang terhubung, tinggal centang kedua headset yang ingin menerima suara. Klik Share dan audio PC langsung dipancarkan secara serentak ke kedua perangkat tersebut.Ikon status baru akan muncul di taskbar sebagai tanda siaran aktif dan shortcut untuk mengubah pengaturan. Volume headset bisa disetel secara independen melalui menu atau tombol fisik di headset masing-masing.Catatan Penting dan Keterbatasan FiturFitur Shared Audio masih dalam tahap Controlled Feature Rollout, jadi belum semua pengguna dengan perangkat kompatibel langsung mendapat akses. Microsoft mengaktifkannya secara bertahap melalui server mereka. Jadi, jika opsi ini belum muncul, bisa jadi masih menunggu giliran aktivasi dari Microsoft.Selain itu, penggunaan mikrofon headset Bluetooth saat Shared Audio aktif tidak didukung, sehingga untuk panggilan suara Windows akan otomatis menggunakan mikrofon internal laptop atau perangkat lain yang tersedia.Potensi Hadirnya Fitur Shared Audio di IndonesiaDengan semakin populernya perangkat Bluetooth berkualitas di Indonesia dan kebutuhan menikmati konten bersama tanpa gangguan kabel, fitur ini berpotensi menjadi favorit pengguna Windows 11 di Tanah Air. Asalkan laptop dan headset yang digunakan memenuhi spesifikasi, pengguna bisa lebih leluasa berbagi audio tanpa repot sambil tetap menjaga kenyamanan masing-masing.Fitur ini juga membuka peluang baru bagi ekosistem audio nirkabel di Indonesia, terutama bagi yang sering menikmati hiburan digital bersama keluarga atau teman.Referensi: Microsoft | notebookcheck.net
- 12 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Surface Laptop Ultra Pesaing MacBook Pro Dengan Windows 11
Bayangkan laptop premium yang menggabungkan kekuatan AI lokal dan desain ramping ala MacBook Pro, tapi menjalankan Windows 11. Microsoft baru saja mengungkap detail lengkap Surface Laptop Ultra yang mengusung platform Nvidia RTX Spark, membawa performa tinggi dengan fitur yang jarang ditemukan di laptop lain.Surface Laptop Ultra mengandalkan Nvidia RTX Spark dengan CPU efisien dan GPU RTX untuk AI lokal hingga 128GB memori terpadu.Layar 15 inci mini-LED PixelSense Ultra dengan kecerahan maksimal 2.000 nits dan rasio 3:2 cocok untuk kreator konten.Desain tipis di bawah 18mm dan bobot kurang dari 2 kg, tersedia warna Platinum dan Nightfall.Fitur unggulan termasuk SSD yang bisa diganti pengguna, trackpad 30 persen lebih besar, dan port lengkap dengan USB-C misterius.Kekuatan Nvidia RTX Spark untuk AI Lokal dan ProduktivitasSurface Laptop Ultra membawa lompatan signifikan dengan platform Nvidia RTX Spark yang menggabungkan CPU hemat energi dan GPU RTX. Ini memungkinkan laptop menangani beban kerja AI lokal yang berat tanpa harus bergantung pada cloud. Dengan dukungan hingga 128GB memori terpadu, pengguna dapat menjalankan model AI besar langsung di perangkat, mengurangi latensi dan meningkatkan responsivitas aplikasi produktivitas dan kreatif.Layar Mini-LED Ultra Cerah dan Desain RinganLayar 15 inci PixelSense Ultra berteknologi mini-LED menawarkan kepadatan 262 ppi dengan rasio aspek 3:2 yang ideal untuk kerja multitasking dan pengolahan konten. Kecerahan puncak mencapai 2.000 nits, sangat membantu dalam menampilkan detail HDR dengan jelas. Semua ini dikemas dalam bodi tipis kurang dari 18mm dan berat di bawah 2 kg, sebanding dengan MacBook Pro 16 inci.Fleksibilitas Port dan Penggantian SSD oleh PenggunaSurface Laptop Ultra dilengkapi dengan tiga port USB-C, satu USB-A, HDMI, jack headphone, dan pembaca kartu SD ukuran penuh. Kejutan lain adalah SSD yang bisa diganti oleh pengguna sendiri, fitur langka di kelas laptop premium. Ini memberi kemudahan upgrade dan perawatan, berbeda dengan kebanyakan laptop pesaing yang menyulitkan akses komponen internal.Desain dan Pilihan Warna yang EleganMicrosoft menawarkan dua pilihan warna yakni Platinum dan Nightfall, sebuah warna abu-abu gelap yang memberi kesan profesional. Trackpad pada laptop ini juga diperbesar lebih dari 30 persen untuk kenyamanan navigasi. Sistem pendingin baru dengan kapasitas hingga 2,5 kali model sebelumnya memastikan performa tinggi tetap stabil tanpa panas berlebih.Surface Laptop Ultra tampak seperti jawaban Microsoft untuk MacBook Pro, menggabungkan performa tinggi, fitur AI canggih, dan desain premium dengan fleksibilitas Windows 11. Meski harga dan ketersediaan belum diumumkan, peluncuran diperkirakan berlangsung musim gugur nanti. Bagi pengguna yang mencari laptop premium dengan kemampuan AI lokal dan kemudahan upgrade, Surface Laptop Ultra patut diantisipasi kehadirannya.Via: Notebookcheck
- 05 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Windows 11 Insiders Kebagian Fitur Screen Tint dan Voice Isolation
Update Windows 11 di channel Experimental membawa fitur yang serius membantu pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas. Fitur screen tint jadi andalan utama, memberikan lapisan warna di seluruh layar untuk mengurangi ketegangan mata tanpa harus instal aplikasi tambahan. Ini penting untuk yang sering bekerja lama di depan layar, tapi tentu saja, fitur ini belum tentu cocok untuk semua karena hanya mengubah warna layar, bukan membuat layar jadi lebih nyaman secara nyata. Screen tint mengurangi intensitas cahaya layar dengan overlay warnaDukungan plug-and-play untuk Braille display standar HIDVoice isolation pada Voice Access memblokir suara latar secara lokalPerbaikan bug explorer.exe dan toggle baru untuk Windows Ready Print Screen Tint Membantu, Tapi Tak SempurnaScreen tint memang solusi sederhana untuk mengurangi kelelahan mata. Namun, ini bukan pengganti filter cahaya biru yang lebih kompleks. Overlay warna kadang bisa mengubah persepsi warna asli sehingga kurang pas untuk pekerjaan yang butuh akurasi warna. Jadi, meskipun bermanfaat, pengguna harus coba sendiri apakah efeknya terasa nyaman atau malah mengganggu.Dukungan Braille Plug-and-Play Jadi Langkah BesarWindows kini makin ramah buat pengguna dengan kebutuhan khusus lewat dukungan Braille display yang langsung terdeteksi saat colok USB. Bluetooth pairing juga disediakan lewat Settings. Ini memudahkan tanpa perlu instal driver atau aplikasi lain. Sayangnya, kompatibilitas masih terbatas pada perangkat yang pakai standar HID, jadi belum bisa dipastikan semua Braille display bisa langsung jalan.Voice Isolation Bikin Akses Suara Lebih FokusFitur voice isolation di Voice Access memproses suara di perangkat tanpa kirim ke cloud. Ini mengurangi gangguan suara sekitar saat perintah suara diaktifkan. Tapi, jika lingkungan terlalu bising, isolasi suara ini pun punya batas kemampuan. Jadi, fitur ini membantu, tapi bukan solusi mutlak untuk semua kondisi suara keras.Perbaikan Bug dan Update Channel yang PentingSelain fitur baru, update ini memperbaiki bug serius seperti crash loop pada explorer.exe dan masalah audio yang tiba-tiba mute. Toggle baru untuk Windows Ready Print juga memudahkan kontrol. Perubahan channel Insider jadi Experimental menandai fokus Microsoft pada pengujian fitur eksperimental sekaligus persiapan jangka panjang platform Windows.Jadi, Pilih yang Mana?Fitur ini penting bagi pengguna yang butuh aksesibilitas lebih baik dan ingin mencoba fitur eksperimental terbaru. Jika Anda pengguna biasa yang tidak punya masalah aksesibilitas, update ini mungkin tidak terasa signifikan. Namun, bagi penguji dan pengguna dengan kebutuhan khusus, build ini adalah langkah maju meski masih ada ruang perbaikan.Harga & VerdictUpdate Windows 11 Experimental ini gratis untuk pengguna Insider. Ambil update ini jika Anda membutuhkan aksesibilitas lebih baik dan tidak keberatan mencoba fitur yang masih dalam tahap pengembangan. Skip jika mengharapkan stabilitas penuh, karena fitur di channel Experimental bisa berubah atau hilang sewaktu-waktu. Jadi, update ini lebih cocok untuk pengguna yang ingin tahu perkembangan paling depan Windows 11 tanpa risiko besar.(Via)
- 26 May, 2026
- •
- Anif Sirsaeba