Variable aperture pada Galaxy S27 Ultra: fitur lama yang mungkin kembali
variable aperture Galaxy S27 Ultra dikabarkan kembali; kontrol optik ini bisa meningkatkan foto di kondisi pencahayaan sulit dan memberi opsi kreatif lebih banyak.
Samsung dikabarkan sedang mempertimbangkan kembalinya variable aperture di lini Galaxy, dan fokusnya kemungkinan besar pada model Ultra.
Sejarah singkat dan cara kerjanya
Variable aperture sebelumnya pernah diterapkan di seri Galaxy untuk mengubah jumlah cahaya yang masuk ke sensor dengan pengaturan mekanis. Dengan kata lain, lensa bisa berpindah antar bukaan untuk menyesuaikan kondisi cahaya.
Secara praktik, bukaan lebih besar membantu saat cahaya minim dan memperkuat efek latar blur, sementara bukaan lebih kecil meningkatkan ketajaman dan kedalaman bidang di kondisi terang. Kembalinya kontrol optik seperti ini berarti pengaturan ekspose tidak hanya bergantung pada perangkat lunak.

Apa artinya untuk pengguna sehari-hari
Bagi pengguna yang sering memotret dengan ponsel, variable aperture bisa memberi keuntungan nyata ketika kondisi cahaya berubah-ubah. Misalnya, saat naik ke area terang dari area gelap, kamera dapat beralih ke bukaan yang lebih sempit untuk mempertahankan detail tanpa terlalu mengandalkan penurunan noise lewat software.
Selain itu, opsi bukaan berbeda memberi fleksibilitas kreatif—membuat latar lebih buram saat dibutuhkan atau mempertahankan ketajaman lebih luas saat memotret pemandangan. Untuk pengguna mobile-first, ini berarti hasil foto yang lebih konsisten tanpa harus melakukan banyak pengaturan manual.
Kapan dan di model mana kemungkinan hadir
Informasi yang beredar menyebut fitur ini mungkin muncul pada generasi Galaxy berikutnya dan kemungkinan ditempatkan di varian Ultra sebagai pembeda. Penempatan eksklusif seperti itu umum untuk fitur yang kompleks dan berbiaya lebih tinggi.
Implementasi mekanis semacam ini menuntut modul yang tipis dan handal agar tidak menambah ketebalan ponsel secara signifikan. Jika Samsung berhasil merampingkan komponennya, variable aperture bisa kembali menjadi fitur yang layak di ponsel flagship tanpa mengorbankan desain.
Pandangan singkat terhadap persaingan
Ada juga kabar bahwa merek lain mempertimbangkan pendekatan serupa, yang menunjukkan minat industri pada kombinasi kontrol optik dan pemrosesan gambar. Untuk konsumen, persaingan ini berpotensi mempercepat adopsi fitur yang benar-benar memberi manfaat fotografi mobile.
Sementara detail teknis akhir dan keputusan distribusi belum diumumkan secara resmi, pengembangan kembali variable aperture merupakan langkah yang menarik bagi penggemar fotografi mobile. Perubahan ini patut diikuti bagi yang ingin hasil foto lebih baik tanpa selalu mengandalkan peranti lunak.