WEARABLE / LIPUTAN KHUSUS

Galaxy Watch9 Unggul di Fitur, Kalah pada Daya Tahan Baterai

/ Galaxy Watch9 menawarkan layar OLED terang dan fitur kesehatan lengkap, tetapi baterainya terkuras hingga 70 persen dan butuh 1,5 jam untuk penuh.

MAYA KARTIKA •
Samsung Galaxy Watch9 dengan layar OLED terang dalam ulasan penggunaan harian
Samsung Galaxy Watch9 menampilkan layar OLED terang sebagai salah satu keunggulan utama dalam ulasan.
FOTO: Samsung

Samsung Galaxy Watch9 tampil kuat sebagai jam tangan pintar Android berkelas melalui layar OLED yang sangat terang, performa responsif, serta rangkaian fitur kesehatan yang lengkap. Namun, ulasan penggunaan harian memperlihatkan satu kelemahan yang sulit diabaikan: daya tahan baterainya belum mampu mengikuti kebutuhan pengguna aktif.

Dalam skenario dengan layar selalu menyala, latihan singkat memakai pelacakan GPS, serta pemantauan tidur dan kadar oksigen darah, Galaxy Watch9 kehilangan sekitar 60 hingga 70 persen daya dalam 24 jam. Pengisian ulang dari kondisi kosong juga memerlukan hampir 1,5 jam. Bagi pengguna yang mengenakan jam sepanjang hari dan malam, rutinitas ini berpotensi mengganggu.

Fitur lengkap belum cukup menutup masalah baterai

Ilustrasi 20260910 161455 q82 w2560 h Galaxy Watch9 Unggul di Fitur, Kalah pada Daya Tahan Baterai
Samsung Galaxy Watch9 diuji dalam penggunaan harian dengan fitur kesehatan dan pelacakan aktivitas aktif. (Foto: Samsung)

Galaxy Watch9 memberikan pengalaman penggunaan harian yang kuat. Layarnya memiliki tingkat kecerahan tinggi sehingga teks dan informasi kesehatan tetap mudah dibaca di luar ruangan. Performa perangkat juga dinilai sangat baik, sementara fitur kesehatan menjadi salah satu alasan utama memilih jam tangan pintar premium Samsung.

Masalahnya, sejumlah fitur unggulan tersebut membutuhkan daya secara terus-menerus. Layar selalu menyala menjaga informasi tetap terlihat, tetapi fitur ini ikut mempercepat pengurangan daya. Pelacakan latihan melalui GPS menambah beban saat pengguna berolahraga, sedangkan pemantauan tidur dengan pengukuran kadar oksigen darah membuat jam tetap aktif pada malam hari.

Dampaknya sederhana: pengguna harus lebih sering mencari pengisi daya. Baterai turun 60 hingga 70 persen dalam sehari masih menyisakan daya untuk sebagian pengguna, tetapi ruang amannya menjadi tipis ketika jam dipakai dengan fitur kesehatan dan konektivitas tambahan secara bersamaan.

Pengguna versi LTE menghadapi catatan yang lebih berat. Fungsi eSIM untuk penggunaan seluler mandiri dapat meningkatkan kebutuhan daya dalam kegiatan harian. Hal serupa berlaku bagi pengguna yang merekam aktivitas ketahanan dengan koneksi satelit aktif, sebab jam bekerja lebih intensif selama pelacakan berlangsung.

Pengisian hampir 1,5 jam mengganggu pemantauan tidur

Ilustrasi test samsung galaxy watch 9 notebookcheck 1 q82 w2560 h Galaxy Watch9 Unggul di Fitur, Kalah pada Daya Tahan Baterai
Daya tahan baterai menjadi catatan utama Samsung Galaxy Watch9 untuk pengguna aktif. (Foto: Samsung)

Kapasitas baterai yang terbatas bukan satu-satunya persoalan. Waktu pengisian ulang juga menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan. Dalam pengujian, Galaxy Watch9 yang benar-benar kehabisan daya memerlukan hampir 1,5 jam untuk kembali penuh.

Durasi tersebut terasa panjang untuk perangkat yang dirancang dipakai sepanjang waktu. Pengguna yang ingin memantau tidur biasanya mengisi daya sebelum tidur atau setelah bangun. Jika pengisian berlangsung pada malam hari, data tidur dapat terlewat. Jika dilakukan pada pagi atau siang hari, pengguna harus mengenakan jam tanpa banyak ruang untuk mengisi ulang.

Masalah ini tidak selalu terasa bagi pengguna dengan pola pemakaian ringan. Mereka yang mematikan layar selalu menyala, jarang memakai GPS, atau tidak mengaktifkan seluruh fitur kesehatan mungkin dapat melewati hari dengan lebih nyaman. Namun, nilai utama Galaxy Watch9 justru terletak pada fitur-fitur tersebut, sehingga menonaktifkannya berarti mengurangi manfaat perangkat.

Kondisi ini membuat pemilihan Galaxy Watch9 perlu disesuaikan dengan kebiasaan. Jam ini lebih cocok bagi pengguna yang bersedia mengatur fitur dan menyediakan waktu pengisian rutin. Pengguna yang menginginkan pelacakan kesehatan serta tidur tanpa jeda perlu mempertimbangkan keterbatasan tersebut sejak awal.

Teknologi silicon-carbon menunjukkan celah persaingan

Perbandingan dengan Xiaomi Watch 5 memperlihatkan bahwa persoalan daya tahan bukan sekadar akibat dari banyaknya fitur. Xiaomi menggunakan baterai silicon-carbon dengan kepadatan energi lebih tinggi. Hasilnya, Watch 5 memiliki baterai berkapasitas 900 mAh, sekitar dua kali kapasitas baterai Galaxy Watch9 menurut bahan ulasan.

Kapasitas lebih besar memberi ruang kerja yang lebih longgar, terutama saat layar selalu menyala, GPS, dan pemantauan kesehatan digunakan bersamaan. Pengguna tidak perlu terlalu sering memilih fitur mana yang harus dimatikan demi memperpanjang waktu pakai.

Teknologi baterai bukan satu-satunya penentu daya tahan. Ukuran perangkat, layar, konektivitas, sistem operasi, dan pengelolaan daya juga berpengaruh. Namun, perbedaan kapasitas yang besar menunjukkan alasan Galaxy Watch9 masih tertinggal untuk penggunaan intensif.

Samsung belum menyertakan peningkatan baterai yang cukup untuk mengimbangi tuntutan fitur pada generasi ini. Pihak pengembang belum merinci spesifikasi arsitektur lengkapnya, sehingga penilaian paling aman tetap berpegang pada hasil penggunaan: fitur bertambah, tetapi kebiasaan mengisi daya belum banyak berubah.

Siapa yang masih cocok memakai Galaxy Watch9?

Galaxy Watch9 tetap memiliki nilai bagi pengguna Android yang mengutamakan tampilan premium, layar mudah dibaca, performa baik, serta fitur kesehatan yang luas. Perangkat ini dapat menjalankan fungsi utama jam tangan pintar dengan baik selama pengguna tidak keberatan mengisi daya hampir setiap hari.

Pengguna yang sering berolahraga dengan GPS, memakai konektivitas LTE, atau mengandalkan pemantauan tidur perlu menyiapkan rutinitas pengisian yang lebih disiplin. Mereka juga harus menerima kemungkinan kehilangan sebagian data ketika jam sedang tersambung ke pengisi daya.

Sebaliknya, pengguna yang menempatkan daya tahan sebagai prioritas utama mungkin akan merasa Galaxy Watch9 kurang praktis. Baterai yang terkuras hingga 70 persen dalam 24 jam menyisakan sedikit ruang bagi aktivitas tambahan, terutama ketika koneksi seluler atau pelacakan satelit aktif.

Harga yang disebut dalam ulasan mulai sekitar Rp7,1 jutaan (sekitar 400 dolar AS) menempatkan Galaxy Watch9 di kelas premium. Pada tingkat harga tersebut, kekurangan baterai terasa lebih penting karena pengguna tidak hanya membeli layar terang dan fitur kesehatan, tetapi juga mengharapkan pemakaian harian yang tidak sering terputus.

Menimbang Galaxy Watch9 untuk rutinitas tanpa jeda

Galaxy Watch9 unggul pada kualitas layar, performa, tampilan premium, dan banyaknya fitur kesehatan. Kelemahan utamanya terletak pada daya tahan yang cepat turun ketika fitur inti digunakan bersamaan, lalu diperburuk oleh waktu pengisian hampir 1,5 jam.

• Kelebihan utama: layar OLED sangat terang, performa baik, tampilan premium, dan fitur kesehatan lengkap.

• Catatan teknis: baterai berkurang sekitar 60 hingga 70 persen dalam 24 jam pada skenario pemakaian aktif.

• Dampak bagi pengguna: pemilik LTE dan pengguna GPS atau pemantauan tidur perlu mengatur pengisian daya lebih sering.

• Rekomendasi: Galaxy Watch9 layak dipertimbangkan bagi pengguna Android yang mengutamakan fitur dan layar, tetapi kurang ideal bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang tanpa jeda pengisian.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Galaxy Watch9 Unggul di Fitur, Kalah pada Daya Tahan Baterai

Q1Berapa estimasi harga Samsung Galaxy Watch9?
Ulasan menyebut harga mulai sekitar Rp7,1 jutaan, berdasarkan harga rilis global sekitar 400 dolar AS.
Q2Berapa lama daya tahan baterai Galaxy Watch9?
Dalam skenario pemakaian aktif, baterai berkurang sekitar 60 hingga 70 persen selama 24 jam.
Q3Apa kelemahan utama Galaxy Watch9?
Kelemahan utamanya adalah daya tahan baterai yang terbatas dan waktu pengisian ulang hampir 1,5 jam dari kondisi kosong.
SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Samsung Galaxy Watch9

Semua #Samsung Galaxy Watch9
Galaxy Watch9 Tersandung di Fitur Isi Daya Ekosistem Samsung
WEARABLE

Galaxy Watch9 Tersandung di Fitur Isi Daya Ekosistem Samsung

Galaxy Watch9 gagal mengisi daya dari Galaxy Z Fold8 Ultra lewat Wireless PowerShare. Masalah ini memperlihatkan celah ekosistem Samsung.

26 Sep 2026 Baca artikel →
M
WEARABLE & HEALTH TECH EDITOR

Maya Kartika

Penulis gawai gaya hidup dan teknologi kebugaran digital. Aktif menguji akurasi sensor biometrik smartwatch, kualitas transmisi audio TWS, dan integrasi aplikasi kesehatan.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH MAYA KARTIKA →

TERKAIT