Qualcomm memperkenalkan Snapdragon Sound Elite Gen 2 sebagai platform audio premium yang dirancang untuk menghadirkan kemampuan AI langsung ke earbud, headphone, kacamata audio, dan perangkat wearable multimodal lainnya. Platform ini tidak hanya berfokus pada kualitas suara, tetapi juga pada kemampuan perangkat memahami situasi di sekitarnya tanpa selalu bergantung pada ponsel.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam Snapdragon Summit di Hawaii. Bagi pengguna, arah pengembangannya cukup jelas: earbud premium tidak lagi hanya menjadi perangkat pemutar musik dan penerima panggilan, melainkan dapat berkembang menjadi asisten pribadi yang siap digunakan sepanjang hari. Qualcomm menargetkan fungsi seperti penerjemahan waktu nyata, bantuan kontekstual, dan fitur pendengaran yang lebih personal.
Pemrosesan AI Lebih Besar di Perangkat Kecil
Snapdragon Sound Elite Gen 2 menjadi platform audio premium Qualcomm pertama yang secara khusus dibangun dengan perhatian besar pada personal AI. Di dalamnya terdapat pemrosesan audio, teknologi suara, konektivitas, dan kecerdasan yang berjalan langsung di perangkat.
Peningkatan performanya terlihat dari perbandingan dengan Snapdragon S7 Gen 1 Sound Platform. Platform generasi baru ini menawarkan kemampuan pemrosesan AI hingga 128 GOPS, naik lebih dari dua kali lipat dari 64 GOPS pada pendahulunya. Jumlah operasi MAC per siklus juga meningkat dari 128 menjadi 256.
Angka tersebut penting karena earbud masa depan tidak hanya perlu menangani musik atau panggilan. Perangkat juga harus memproses beberapa fungsi pintar secara bersamaan, seperti pengenalan suara, penyaringan gangguan, respons asisten AI, serta fitur multimodal lainnya. Qualcomm belum menjelaskan hasil pengujian penggunaan nyata atau aplikasi spesifik yang akan memakai kapasitas tersebut.
Daya juga menjadi perhatian utama. Qualcomm menyebut konsumsi energi dapat turun hingga 40 persen dibandingkan platform sebelumnya, sementara ukuran keseluruhan dapat menyusut hingga 30 persen. Keduanya berpengaruh langsung pada desain earbud, sebab ruang di dalam perangkat kecil sangat terbatas dan baterai harus berbagi tempat dengan mikrofon, antena, serta komponen pemrosesan.
Lebih hemat daya belum otomatis berarti daya tahan baterai setiap produk akan meningkat 40 persen. Hasil akhirnya tetap bergantung pada kapasitas baterai, desain perangkat, penggunaan Wi-Fi, dan pengaturan fitur dari masing-masing produsen.
Audio Nirkabel dan Panggilan Mendapat Perhatian
Dari sisi audio, Snapdragon Sound Elite Gen 2 mendukung aptX Lossless untuk streaming nirkabel dengan kualitas suara tinggi. Platform ini juga membawa XPAN, teknologi yang dirancang untuk membantu memperluas batas jangkauan koneksi dibandingkan penggunaan Bluetooth biasa.
Namun, manfaat aptX Lossless baru dapat dirasakan jika perangkat sumber, earbud, dan layanan atau materi audio mendukung teknologi tersebut. Qualcomm belum menyebutkan perangkat pertama yang akan memakai Snapdragon Sound Elite Gen 2, sehingga dampak fitur ini bagi konsumen belum dapat dinilai dari produk komersial.
Untuk kebutuhan komunikasi, platform tersebut dibekali adaptive active noise cancellation generasi kelima. Qualcomm juga menyertakan cVc untuk pengurangan gema dan gangguan suara, serta dukungan terhadap banyak mikrofon.
Kombinasi itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan earbud dalam meredam kebisingan dan menangkap suara pengguna dengan lebih jelas. Fungsinya tidak hanya terasa saat melakukan panggilan, tetapi juga ketika pengguna berbicara dengan asisten AI di tempat ramai.
Kinerja sebenarnya tetap akan dipengaruhi oleh penempatan mikrofon, bentuk earbud, penyetelan perangkat lunak, serta kualitas algoritma dari merek yang mengadopsinya. Nama platform yang lebih tinggi tidak dengan sendirinya menjamin kualitas panggilan seragam pada setiap produk.
Wi-Fi 6E Membuat Earbud Lebih Mandiri
Salah satu perubahan paling penting adalah hadirnya micro-power Wi-Fi 6E terintegrasi. Dengan konektivitas ini, perangkat yang kompatibel dapat terhubung langsung ke asisten AI tanpa harus selalu melewati ponsel.
Inilah bagian yang berpotensi mengubah pola penggunaan earbud premium. Pengguna dapat memperoleh akses ke layanan AI dari perangkat audio, sementara ponsel tidak selalu menjadi pusat pemrosesan. Meski demikian, sumber belum menjelaskan layanan AI yang didukung, kebutuhan koneksi internet, atau dampaknya terhadap daya tahan baterai ketika Wi-Fi 6E aktif.
Bluetooth tetap didukung. Produsen memiliki fleksibilitas untuk memilih skema koneksi sesuai desain produk, kebutuhan daya, dan jenis layanan yang ingin ditawarkan. Bagi pengguna, dukungan dua jenis konektivitas ini dapat membantu membedakan fungsi berdasarkan kondisi, meski keputusan akhirnya tetap berada pada merek pembuat perangkat.
Wi-Fi 6E juga bukan jaminan koneksi langsung ke AI akan tersedia di semua earbud. Produsen harus menerapkan platform tersebut ke dalam produk jadi, menyiapkan perangkat lunak, dan menentukan layanan yang dapat diakses pengguna.
Dirancang untuk Banyak Bentuk Wearable
Qualcomm tidak membatasi Snapdragon Sound Elite Gen 2 untuk true wireless earbuds. Platform ini juga dirancang untuk headphone over-ear, desain open-ear, kacamata audio, earbud dengan kamera, serta perangkat wearable multimodal yang masih berkembang.
Dukungan terhadap banyak bentuk perangkat menunjukkan bahwa Qualcomm ingin memperluas fungsi audio di luar pemutaran musik. Earbud dengan kamera, misalnya, dapat menjadi bagian dari pengalaman multimodal, meski sumber belum merinci cara kerja, kemampuan kamera, atau batas privasinya.
Qualcomm turut menyediakan reference design untuk membantu produsen mempercepat perpindahan dari tahap prototipe ke produk nyata. Bagi merek, langkah ini dapat mengurangi waktu pengembangan karena rancangan dasar dan pendekatan integrasi sudah disiapkan. Bagi konsumen, manfaatnya baru terlihat ketika perangkat komersial benar-benar hadir dengan dukungan perangkat lunak yang matang.
Belum ada pengumuman mengenai merek, model, harga, atau jadwal penjualan perangkat pertama berbasis Snapdragon Sound Elite Gen 2. Karena itu, pembeli sebaiknya tidak menjadikan spesifikasi platform sebagai alasan untuk segera mengganti earbud sebelum produk dan pengalaman pemakaiannya tersedia.
Menakar Arti Snapdragon Sound Elite Gen 2 bagi Pembeli
Snapdragon Sound Elite Gen 2 membawa peningkatan teknis yang relevan untuk generasi baru perangkat audio. Kemampuan AI naik dari 64 GOPS menjadi 128 GOPS, operasi MAC per siklus meningkat dari 128 menjadi 256, konsumsi daya diklaim turun hingga 40 persen, dan ukuran platform dapat menyusut hingga 30 persen.
Nilai utamanya terletak pada gabungan kemampuan tersebut. Qualcomm tidak hanya mengejar suara berkualitas tinggi, tetapi juga koneksi langsung ke AI, pemrosesan suara yang lebih kuat, dan fleksibilitas untuk berbagai jenis wearable.
Keunggulan utama:
• Mendukung aptX Lossless dan XPAN.
• Membawa adaptive active noise cancellation generasi kelima.
• Menyediakan cVc, pengurangan gangguan suara, dan dukungan banyak mikrofon.
• Memiliki micro-power Wi-Fi 6E untuk koneksi langsung ke asisten AI pada perangkat kompatibel.
• Menawarkan kemampuan AI hingga 128 GOPS dengan ukuran platform yang dapat menyusut hingga 30 persen.
Catatan sebelum membeli:
• Belum ada informasi mengenai perangkat komersial pertama yang menggunakannya.
• Harga, jadwal rilis, dan layanan AI yang didukung belum diumumkan.
• Pengalaman pengguna akan tetap bergantung pada rancangan, perangkat lunak, dan penyetelan tiap produsen.
Snapdragon Sound Elite Gen 2 layak dipandang sebagai fondasi teknologi, bukan jaminan kualitas untuk satu produk tertentu. Keberhasilannya akan ditentukan oleh bagaimana produsen menerapkan konektivitas Wi-Fi 6E, pengelolaan daya, kualitas mikrofon, dan fitur AI dalam perangkat yang benar-benar dijual.