Verifikasi identitas lewat detak jantung di earbuds sedang dikembangkan dan berpotensi jadi fitur keamanan masa depan. Teknologi ini memanfaatkan sinyal unik dari detak jantung pengguna yang ditangkap lewat sensor accelerometer di dalam telinga. Sistem bernama AccLock ini sudah diuji coba dengan hasil menarik, meski belum sempurna.
- Verifikasi memakai detak jantung unik lewat earbuds
- AccLock diuji dengan 33 orang, false acceptance rate sekitar 3%
- Face ID Apple masih unggul dalam akurasi keamanan
- Masih butuh pengembangan agar akurat saat aktivitas bergerak
AccLock: Verifikasi lewat denyut jantung di telinga
AccLock memanfaatkan sinyal BCG (Ballistocardiogram) yang berasal dari detak jantung dan pergerakan darah di pembuluh. Sensor accelerometer di earbuds mengukur getaran halus ini untuk mengenali pola unik tiap pengguna. Konsep ini menawarkan keamanan tanpa perlu interaksi khusus pengguna, cukup memakai earbuds seperti biasa.
Skeptisisme muncul dari tingkat kesalahan sistem. False Acceptance Rate (FAR) AccLock masih di angka 3,13%, artinya sistem bisa salah mengenali orang lain sebagai pengguna asli. Begitu pula False Rejection Rate (FRR) 2,99% yang membuat pengguna asli terkadang gagal verifikasi. Data ini masih dari sampel kecil 33 orang, jadi hasil belum bisa dijadikan patokan luas.
Perbandingan dengan Face ID Apple yang sudah mapan
Face ID Apple disebut-sebut memiliki FAR satu dari sejuta, jauh lebih aman. Namun, klaim ini tidak didukung dokumen riset peer-review resmi. Face ID mengandalkan pemindaian wajah dengan teknologi sensor khusus, yang lebih stabil pada berbagai kondisi pencahayaan dan aktivitas.
AccLock masih dalam tahap awal dan sistemnya agak rawan gangguan saat pengguna bergerak aktif seperti berjalan atau mengunyah. Ini jadi tantangan besar supaya fitur ini bisa diandalkan dalam situasi nyata.
Pengujian teknologi pada berbagai kondisi
Tim riset menguji AccLock pada earbuds 3D-print dan juga AirPods asli. Hasilnya lebih akurat saat pengguna diam atau mendengarkan musik sambil bergerak kepala ringan. Namun, getaran dari gerakan berat menurunkan kualitas data, sehingga verifikasi menjadi kurang presisi.
Perangkat belajar mengenali pola detak jantung tiap pengguna setelah beberapa waktu pemakaian, tapi masih butuh peningkatan agar bisa digunakan sehari-hari tanpa masalah.
Jadi, fitur ini masih butuh waktu sebelum siap pakai
Walau ide verifikasi dengan detak jantung menarik dan punya potensi, teknologi ini belum siap menggantikan metode biometric konvensional seperti Face ID. Masih ada tantangan akurasi dan kenyamanan saat aktivitas normal. Namun, AccLock membuka peluang inovasi keamanan gadget yang lebih alami dan tanpa sentuhan.
Seiring riset terus berjalan dan teknologi sensor semakin maju, bukan tidak mungkin earbuds masa depan akan membawa fitur autentikasi unik ini. Tapi untuk sekarang, tetap waspada saat teknologi baru ini mulai muncul di pasaran.
Harga & Verdict
Saat ini AccLock masih konsep riset, belum tersedia produk komersial. Jika nanti hadir, fitur seperti ini bisa jadi tambahan keamanan yang menarik, terutama bagi yang mengutamakan kenyamanan tanpa harus geser layar atau gesek sidik jari.
Ambil earbuds dengan fitur verifikasi detak jantung ini jika kamu ingin coba cara baru yang potensial untuk keamanan tanpa repot. Skip jika butuh sistem yang sudah terbukti sangat aman dan stabil seperti Face ID yang masih jadi standar emas biometric saat ini.
(Via)







