MX Linux 25.2 Rilis: Apa yang Baru dan Layak Coba?

Senja Arunika

Tampilan desktop MX Linux 25.2 dengan Xfce dan KDE

MX Linux 25.2 sudah resmi hadir membawa sejumlah perbaikan dan pembaruan paket penting. Versi terbaru ini mengusung kernel Liquorix 7.0.9 khusus untuk varian Xfce Advanced Hardware Support (AHS), memberikan responsivitas yang lebih baik. Selain itu, semua varian kini menggunakan pembaruan Debian 13.5 dengan patch kernel terkini yang menutup beberapa bug yang sempat mengganggu.

  • Kernel Liquorix 7.0.9 di Xfce-AHS untuk performa yang lebih lancar.
  • Pembaruan MX Installer dengan mode teks dan perbaikan bug.
  • Tambahan tema, wallpaper, dan update pada MX Tools.
  • Varian Raspberry Pi kembali tersedia dengan image khusus.

Kernel Liquorix Bawa Sentuhan Berbeda di Xfce AHS

Liquorix dikenal sebagai kernel dengan latensi rendah yang ditujukan untuk desktop. Di MX Linux 25.2, hanya Xfce-AHS yang mendapat kernel ini, sementara varian KDE masih pakai kernel standar. Namun, jangan langsung berasumsi kernel Liquorix selalu lebih baik; beberapa pengguna mungkin menemui masalah kompatibilitas pada hardware tertentu. Jadi, ini pilihan yang bagus tapi tidak tanpa risiko.

Perbaikan Installer dan Mode Teks yang Berguna

Installer MX Linux kini lebih stabil dengan perbaikan bug dan penambahan mode teks. Mode ini berguna terutama bagi pengguna yang ingin instalasi di perangkat dengan sumber daya terbatas atau yang mengalami masalah pada GUI installer. Meski demikian, mode teks bisa terasa kaku bagi pengguna awam yang terbiasa dengan interface grafis.

MX Tools dan Tampilan yang Lebih Segar

MX Tools sebagai kekuatan utama distribusi ini mendapat pembaruan dengan beberapa fitur baru. Ditambah lagi, tema dan wallpaper terbaru menambah kesan segar ketika menggunakan MX Linux. Meski visualnya menarik, MX Linux tetap fokus pada kestabilan dan keringanan, bukan sekadar tampilan.

Varian Raspberry Pi Kembali Hadir

Setelah sempat vakum, MX Linux 25.2 kembali menyediakan versi untuk Raspberry Pi. Ini opsi menarik bagi pengguna yang ingin sistem Debian ringan namun mudah digunakan di perangkat hemat biaya. Namun, performa tetap tergantung tipe Raspberry Pi yang dipakai dan jangan berharap kinerja setara PC desktop.

Jadi, Pilih yang Mana?

Kalau butuh sistem stabil dengan responsif ekstra, varian Xfce-AHS dengan kernel Liquorix bisa jadi pilihan. Untuk pengguna biasa yang mengutamakan stabilitas dan kemudahan, versi standar Xfce atau KDE sudah cukup. Pengguna Raspberry Pi juga dapat mempertimbangkan varian khusus, asalkan siap dengan keterbatasan hardware.

Harga dan Verdict

MX Linux sepenuhnya gratis dan dapat diunduh langsung dari repositori resmi. Untuk pengguna Raspberry Pi, paket starter kit seperti CanaKit Raspberry Pi 4 dengan harga sekitar Rp2 juta (USD 134.99) bisa jadi pintu masuk yang murah ke dunia Linux ini. Ambil MX Linux 25.2 jika menginginkan distro Debian ringan dengan update terbaru dan kernel pilihan. Skip jika mengharapkan fitur visual atau multimedia yang sangat spesifik, karena fokus MX Linux tetap pada kestabilan dan efisiensi.

(Via)

Hot Nows ionicons-v5-c