Pico Project Swan Mengusung Dual Chip dan Layar 4K Micro OLED untuk Pengalaman Mixed Reality

Senja Arunika

Gambar resmi headset Pico Project Swan yang bocor memperlihatkan desain dan fitur utama

Pernah membayangkan headset mixed reality yang menggabungkan teknologi layar super tajam dengan performa chip ganda yang kuat? Pico Project Swan hadir dengan desain dan fitur yang menjanjikan pengalaman imersif baru yang menarik untuk konsumen teknologi masa depan.

  • Headset Project Swan mengadopsi layar dual 4K Micro-OLED dengan kepadatan piksel mendekati 4.000 ppi
  • Ditenagai oleh dual-chip architecture, termasuk prosesor “Pico Silicon” khusus dan SoC flagship yang performanya dua kali lipat dari Qualcomm XR2 Gen 2
  • Pico OS 6 hadir dengan Spatial Engine yang memungkinkan aplikasi Android berjalan langsung dalam ruang imersif 360 derajat
  • Fitur kontrol utama melalui tombol sisi, gesture tangan, dan pelacakan kepala yang responsif
  • Perkiraan peluncuran global pada akhir 2026 dengan demo langsung di GDC 2026

Desain Inovatif yang Mengambil Inspirasi dari Pemain Besar

Pico XR headset pictured in SDK images.

Visual bocoran yang tersebar memperlihatkan desain Project Swan yang mengingatkan pada headset mixed reality populer seperti Apple Vision Pro dan Samsung Galaxy XR. Pengontrol utama berupa tombol sisi yang terletak di tengah memudahkan navigasi sistem, sementara interaksi banyak mengandalkan gesture tangan dan pelacakan kepala yang halus.

Selain headset, terdapat baterai eksternal dengan indikator LED, port USB Type-C untuk pengisian daya, dan sambungan yang dapat dilepas ke headset. Speaker samping, headband yang dapat dilepas, serta kamera pelacak posisi menambah kenyamanan dan fungsi perangkat ini. Tidak ketinggalan, motion controller yang mendukung interaksi lebih natural.

Teknologi Layar dan Chip yang Memacu Performa

Project Swan membawa layar dual 4K Micro-OLED dengan resolusi tinggi dan kepadatan piksel mencapai 4.000 ppi. Hal ini memungkinkan tampilan visual sangat tajam dengan hingga 40 piksel per derajat, bahkan mencapai 45 piksel per derajat di pusat pandangan.

Dari sisi performa, perangkat ini mengusung dual-chip architecture. Prosesor “Pico Silicon” dirancang khusus untuk pengolahan sensor, komputasi spasial, dan pemrosesan gambar. Sementara itu, SoC flagship yang digunakan mampu menawarkan kinerja CPU dan GPU lebih dari dua kali lipat dibandingkan platform Qualcomm XR2 Gen 2, menjanjikan pengalaman mixed reality yang mulus dan responsif dengan latensi hanya 12 milidetik.

Pico OS 6 dan Spatial Engine: Mengintegrasikan Aplikasi Android di Dunia VR

Tak hanya perangkat keras, Pico juga memperkenalkan Pico OS 6 yang menghadirkan Spatial Engine. Fitur ini memungkinkan aplikasi Android standar dijalankan langsung dalam lingkungan imersif, menciptakan workspace 360 derajat dengan beberapa jendela aplikasi yang dapat ditempatkan sesuai keinginan pengguna.

Pengguna dapat mengendalikan aplikasi tersebut menggunakan gesture tangan, motion controller, keyboard, atau mouse, sehingga fleksibilitas dan kenyamanan dalam bekerja dan bermain semakin maksimal.

Potensi Rilis dan Demonstrasi di Indonesia

Project Swan dijadwalkan meluncur secara global pada akhir 2026. Pico akan memberikan demo langsung pada sesi pengembang GDC 2026 yang akan datang, menandai langkah penting menuju ketersediaan perangkat ini di berbagai pasar, termasuk Indonesia. Dengan fitur dan inovasi yang ditawarkan, headset ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi penggemar dan profesional yang menginginkan teknologi mixed reality canggih.

Referensi: Pico | notebookcheck.net

Hot Nows ionicons-v5-c