Ternyata Drone GPS dengan Baterai 25 Menit dan Layar Kontroler Ini Dijual di Bawah Rp 1,6 Juta

23 Jun, 2026 3 min read
Kenali perbedaan varian drone AE51, mana yang lebih layak dipilih dari segi baterai, jangkauan, dan kamera, plus biaya tambahan yang perlu Anda antisipasi.
Ternyata Drone GPS dengan Baterai 25 Menit dan Layar Kontroler Ini Dijual di Bawah Rp 1,6 Juta

Kalau Anda mengira drone dengan GPS mesti menguras tabungan, tidak sepenuhnya salah. Merek seperti DJI menjual drone ber-GPS di kisaran harga yang lumayan tinggi, sering kali di atas tiga juta rupiah. Jadi melihat AE51 yang varian GPS-nya dipatok 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,55 juta, ekspektasi banyak orang langsung berubah.

AE51 adalah drone anyar yang dijual lewat Banggood. Ada dua varian: model dasar tanpa GPS seharga 66 dolar AS (sekitar Rp 1,02 juta), dan varian GPS seharga 100 dolar AS (sekitar Rp 1,55 juta). Anda juga perlu menyiapkan ongkos kirim 4 dolar AS (sekitar Rp 62 ribu) dan memperhitungkan kemungkinan bea masuk.

Dua Varian dengan Selisih Harga yang Cukup Berarti

Perbedaan harga sekitar Rp 500 ribuan di antara dua varian ini bukan tanpa alasan. Varian GPS membawa kamera 1080p, sedangkan model dasar hanya merekam di resolusi 480p. Kualitas gambar keduanya memang belum menyamai drone 4K dari DJI, tapi untuk pemakaian kasual, varian 1080p sudah cukup memadai.

Yang paling mencolok justru ada di sektor baterai dan jangkauan. Model GPS sanggup terbang hingga 25 menit per pengisian, sementara versi standar cuma bertahan 14 menit. Jangkauan kontrolnya juga beda drastis: 700 meter untuk varian GPS berbanding 100 meter saja di model dasar.

Transmisi Video dan Pengalaman Terbang yang Berbeda Jauh

Urusan transmisi video memperlihatkan jurang yang tak kalah lebar. Varian GPS bisa mengirim video langsung ke kontroler dari jarak 500 meter. Model standar? Hanya 70 meter. Artinya, begitu drone menjauh sedikit, Anda sudah kehilangan pandangan dari kamera.

Menariknya, kedua varian berbagi kontroler yang sama: sama-sama mengusung layar 4,3 inci. Jadi dari sisi perangkat kendali, pengalaman fisik Anda tidak berubah mau pilih varian murah atau mahal.

Bobot Ringan dan Sensor Penghindar Rintangan

AE51 punya dua keunggulan yang membuatnya ramah untuk pemula. Pertama, bobotnya di bawah 250 gram. Di banyak negara, drone dengan berat segini bebas dari kewajiban registrasi yang rumit. Anda bisa langsung terbangkan tanpa pusing memikirkan aturan ketat yang biasanya membelit drone lebih berat.

Kedua, sistem obstacle avoidance terintegrasi membantu mencegah tabrakan selama terbang. Fitur ini penting kalau Anda masih belajar mengendalikan drone atau sering terbang di area dengan banyak halangan.

Tentu saja, AE51 bukan penantang drone premium seperti DJI. Tapi kalau Anda mencari drone pertama dengan GPS, baterai lumayan awet, dan fitur keselamatan dasar, varian GPS-nya layak masuk radar. Siapkan saja dana tambahan untuk bea masuk dan pertimbangkan bahwa kualitas kameranya masih di level pemula. Untuk harga di bawah Rp 1,6 juta, ekspektasi Anda perlu diselaraskan dengan realita: ini drone fungsional, bukan drone sinematik.

Sumber: Notebookcheck