Teknologi
Berita Dashcam 70mai A810 Lite Lindungi Kendaraan dengan Rekaman Super Jernih
Menjaga keamanan kendaraan saat berkendara kini semakin mudah berkat kehadiran teknologi kamera pengawas pintar. Dashcam terbaru dari 70mai hadir sebagai solusi andalan bagi pemilik mobil yang menginginkan pengawasan ekstra tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.Kamera depan beresolusi 4K yang menghasilkan rekaman super jernih pada siang dan malam hari.Menggunakan teknologi superkapasitor yang lebih tahan suhu panas ekstrem dibanding baterai biasa.Paket penjualan lengkap seharga Rp2.350.000 sudah termasuk kamera belakang dan kartu memori.Desain Ringkas yang Tersamar di Balik Kaca SpionPerangkat ini memiliki dimensi fisik yang sangat ringkas, hanya seukuran kartu ATM standar. Ukurannya yang mungil membuat kamera pengawas ini mudah dipasang di area kaca depan tanpa menghalangi pandangan pengemudi. Material plastik hitam matte yang digunakan memberikan kesan kokoh sekaligus elegan.Meskipun ukurannya kecil, produsen tetap menyematkan layar berukuran 3,18 inci yang sangat fungsional. Layar ini memudahkan pengguna untuk melakukan pengaturan langsung tanpa harus selalu terhubung ke ponsel. Pengguna bisa memantau status perekaman secara real-time dengan praktis.Teknologi Superkapasitor untuk Keamanan OptimalSalah satu peningkatan paling krusial pada model ini adalah transisi dari baterai lithium-ion konvensional ke sistem daya superkapasitor. Perubahan komponen ini membuat perangkat mampu bertahan dalam suhu kabin yang sangat panas hingga mencapai 85 derajat Celsius. Risiko kerusakan akibat baterai kembung pun dapat dihindari sepenuhnya.Untuk urusan transfer data, perangkat ini dibekali dengan teknologi Wi-Fi 6 pita ganda. Pengguna dapat mengunduh file video beresolusi tinggi langsung ke ponsel dengan kecepatan tinggi melalui aplikasi smartphone resmi. Fitur GPS internal juga secara otomatis mencatat koordinat lokasi dan kecepatan kendaraan sebagai bukti kuat jika terjadi hal tidak diinginkan di jalan raya.Analisis Penggunaan dan Performa KameraDengan sensor kamera depan beresolusi tinggi, perangkat ini sangat optimal untuk menangkap detail penting seperti nomor plat kendaraan lain, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Namun, saat mengaktifkan mode perekaman ganda bersama kamera belakang, terdapat sedikit penurunan pada kelancaran video. Kamera belakang juga memiliki performa malam hari yang tidak sejelas kamera utama.Sebagai perbandingan, kompetitor sekelas seperti DDPAI Mola N3 Pro menawarkan harga yang sedikit lebih murah namun belum dilengkapi dengan layar bawaan sefungsional perangkat ini. Bagi konsumen yang memprioritaskan kemudahan navigasi langsung dan ketahanan suhu yang andal, perangkat dari 70mai ini tetap menjadi pilihan yang sangat rasional.Spesifikasi Teknis dan Paket PenjualanPaket penjualan perangkat ini ditawarkan dengan harga Rp2.350.000 (149,99 dolar AS). Dengan harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan unit kamera depan, kamera belakang tipe RC21, serta kartu memori berkapasitas 64 GB.Resolusi Kamera Depan: 4K Ultra HDKamera Belakang: RC21 resolusi 1080pLayar: 3,18 inciKonektivitas: Wi-Fi 6 Dual-BandSistem Daya: SuperkapasitorReferensi: 70mai | Notebookcheck
- 13 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Xiaomi Ubah Strategi Jadi Raksasa AI Lewat Model Bahasa Besar
Xiaomi kini bertransformasi dari sekadar produsen perangkat keras menjadi pemain kunci dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Langkah agresif perusahaan terlihat dari pengembangan model bahasa besar (LLM) yang mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penalaran logika hingga agen otonom yang mampu mengoperasikan ponsel secara mandiri.Peluncuran MiMo-7B sebagai langkah awal open-source dengan fokus pada penalaran dan pemrograman.Kehadiran MiMo-V2-Pro sebagai model unggulan dengan satu triliun parameter untuk tugas kompleks.Pengembangan miclaw, agen AI otonom yang dirancang untuk menjalankan instruksi multi-langkah di sistem operasi.Investasi besar senilai Rp136,8 triliun untuk pengembangan AI selama tiga tahun ke depan.Dominasi Model Bahasa MiMoPerjalanan AI Xiaomi dimulai dengan MiMo-7B pada April 2025 yang dirancang untuk mengungguli model sekelasnya dalam benchmark matematika. Keberhasilan ini diikuti oleh MiMo-V2-Flash, sebuah model Mixture-of-Experts (MoE) yang menawarkan keseimbangan antara kecepatan dan efisiensi biaya. Dengan kemampuan menghasilkan 150 token per detik, model ini menjadi alternatif kompetitif bagi pengembang yang mencari performa tinggi dengan biaya API terjangkau sekitar Rp1.500 per juta token input.Puncak ambisi Xiaomi hadir melalui MiMo-V2-Pro yang memiliki satu triliun parameter. Model ini mendukung jendela konteks hingga satu juta token, memungkinkan pemrosesan data dalam volume sangat besar. Teknologi ini melengkapi ekosistem Xiaomi yang kini mencakup model multimodal, pengenalan suara, hingga kloning suara melalui OmniVoice yang mendukung 646 bahasa.Integrasi Agen AI miclawSalah satu inovasi paling mencolok adalah miclaw, sebuah agen AI yang saat ini dalam tahap beta tertutup. Berbeda dengan chatbot konvensional, miclaw mampu berinteraksi langsung dengan antarmuka sistem, membuka aplikasi, hingga mengisi formulir secara otomatis. Agen ini bekerja melalui siklus inferensi dan eksekusi, di mana AI merencanakan tindakan, melaksanakannya, dan memverifikasi hasilnya tanpa campur tangan pengguna.Penggunaan miclaw diproyeksikan akan terintegrasi secara penuh pada HyperOS 4. Untuk menjaga privasi, Xiaomi menerapkan sistem komputasi privasi edge-cloud, yang memastikan data interaksi pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI mereka kembali.Konteks Penggunaan dan KomparasiDengan arsitektur yang dioptimalkan untuk tugas penalaran dan agenik, model-model ini sangat cocok bagi pengembang aplikasi yang membutuhkan sistem otomasi cerdas. Jika dibandingkan dengan pesaing seperti Google Gemini yang terintegrasi pada perangkat global Xiaomi, model MiMo menawarkan fleksibilitas lebih besar bagi pengembang karena sifatnya yang open-source di bawah lisensi MIT atau Apache 2.0. Hal ini menempatkan Xiaomi pada posisi unik, di mana mereka tidak hanya mengandalkan model pihak ketiga, tetapi membangun fondasi AI mandiri yang mampu bersaing dengan raksasa teknologi lainnya.Investasi dan Proyeksi Masa DepanKomitmen Xiaomi tercermin melalui anggaran riset yang mencapai Rp89,5 triliun pada tahun 2026. Fokus Lei Jun terhadap konvergensi antara chip, sistem operasi, dan model AI menjadi kunci utama strategi perusahaan. Dengan pangsa lalu lintas yang mencapai 21 persen di platform OpenRouter, Xiaomi telah membuktikan bahwa ekosistem AI mereka memiliki daya tarik nyata bagi komunitas pengembang global.Referensi: Xiaomi | Gizmochina
- 13 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Trump T1 Phone Bongkar Rahasia Komponen Asli China Meski Klaim Nilai Amerika
Smartphone Trump T1 yang diumumkan pada Juni 2025 membawa janji besar soal produksi “dengan nilai-nilai Amerika”. Namun, setelah hampir setahun dan kontroversi data, pengiriman yang dikabarkan segera terjadi justru membuka fakta mengejutkan lewat pembongkaran pertama perangkat ini.Trump T1 ternyata sangat mirip dengan HTC U24 Pro tahun 2024, bahkan bisa menggunakan mainboard HTC tanpa kendala.Perbedaan utama ada di RAM Micron 12 GB, memori flash 512 GB, dan baterai kapasitas 19,35 Wh yang lebih besar tapi pengisian hanya 30 watt.Meski diklaim perakitan di AS, komponen utama tetap berasal dari China, dengan rating perbaikan rendah 3 dari 10.Alternatif smartphone buatan AS yang benar-benar ada seperti Purism Liberty Phone dengan harga jauh lebih tinggi.Trump T1 dan HTC U24 Pro: Kembar Tapi Tak SamaKetika iFixit membongkar Trump T1, mereka menemukan sesuatu yang tak terduga. Secara fisik, perangkat ini sangat mirip dengan HTC U24 Pro yang dirilis tahun 2024. Bahkan, mainboard dari HTC U24 Pro bisa langsung dipasang dan membuat Trump T1 berfungsi tanpa masalah. Ini menimbulkan pertanyaan besar soal klaim orisinalitas desain dan produksi Trump Mobile.Perbedaan Komponen yang Membuat BedanyaMeski mirip, ada beberapa perbedaan komponen penting. Trump T1 menggunakan RAM LPDDR5 12 GB dan memori flash 512 GB dari Micron, menggantikan SK Hynix yang dipakai HTC. Kapasitas baterainya juga lebih besar, 19,35 Wh, sekitar 12 persen lebih banyak dari baterai HTC U24 Pro. Namun, kecepatan pengisian baterai Trump T1 hanya 30 watt, setengah dari HTC yang 60 watt.Asal Komponen dan Perakitan: Amerika atau China?Trump Mobile awalnya mengklaim perangkat ini dibuat di Amerika Serikat. Namun, pembongkaran mengungkap bahwa sebagian besar komponen utama berasal dari China. Hal ini membuat klaim “diproduksi dengan nilai-nilai Amerika” menjadi abu-abu. Selain itu, rating perbaikan perangkat ini hanya 3 dari 10, menandakan sulit untuk diperbaiki jika terjadi kerusakan.Alternatif Smartphone Buatan AS yang Lebih AutentikBagi konsumen yang benar-benar menginginkan smartphone buatan Amerika, ada opsi seperti Purism Liberty Phone. Namun, perangkat ini hadir dengan harga jauh lebih tinggi, sekitar Rp29 juta (1.999 dolar AS). Ini menunjukkan bahwa komitmen produksi lokal yang sesungguhnya masih sulit dicapai untuk smartphone dengan harga kompetitif.Potensi Rilis dan Ketersediaan di IndonesiaSaat ini belum ada informasi resmi tentang ketersediaan Trump T1 di pasar Indonesia. Dengan fakta komponen utama berasal dari China dan desain yang sangat mirip dengan HTC U24 Pro, konsumen Indonesia perlu mempertimbangkan baik-baik sebelum memilih smartphone ini. Alternatif lain dengan dukungan purna jual dan garansi yang jelas mungkin lebih menguntungkan bagi pengguna di sini.Referensi: notebookcheck.net
- 12 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Baseus EnerGeek GP12 Menghadirkan Power Bank 145W Dengan Baterai 20.800mAh
Power bank kini semakin canggih dengan kapasitas besar dan pengisian cepat yang mendukung berbagai perangkat sekaligus. Baseus merilis EnerGeek GP12, sebuah power bank dengan kapasitas 20.800mAh yang bisa mengeluarkan daya hingga 145 watt melalui empat port sekaligus. Perangkat ini cocok untuk pengguna yang butuh sumber daya portable untuk laptop, smartphone, dan tablet saat bepergian tanpa akses ke stop kontak.Kapasitas 20.800mAh dengan kemampuan mengisi iPhone 16 Pro hingga 3,6 kali penuh.Dua port USB-C dan dua port USB-A dengan total output hingga 145 watt.Pengisian cepat 100 watt untuk satu perangkat, mampu mengisi MacBook Pro 14 inci hingga 55% dalam 30 menit.Layar digital menampilkan status baterai, kecepatan pengisian, dan estimasi waktu pengisian.Memiliki sertifikasi FCC, UL, TÜV, dan RoHS serta aman dibawa di pesawat dengan kapasitas 77Wh.Energi Besar untuk Segala Perangkat AndaBaseus EnerGeek GP12 menawarkan kapasitas besar 20.800mAh yang bisa memberikan energi cukup untuk mengisi ulang perangkat Anda berulang kali. Misalnya, iPhone 16 Pro dapat diisi penuh sekitar 3,6 kali sebelum power bank ini perlu diisi ulang. Dengan kapasitas 77Wh, power bank ini juga memenuhi batas aman untuk dibawa dalam kabin pesawat komersial, sehingga praktis untuk dibawa saat perjalanan jauh.Pengisian Cepat dan Fleksibel dengan Empat PortFitur unggulan dari EnerGeek GP12 adalah kemampuan output hingga 145 watt yang bisa dibagi secara otomatis saat dua perangkat atau lebih terhubung sekaligus. Dua port USB-C mendukung pengisian hingga 100 watt untuk satu perangkat, memungkinkan pengisian laptop seperti MacBook Pro 14 inci hingga 55% dalam waktu 30 menit. Selain itu, dua port USB-A juga tersedia untuk perangkat lain seperti smartphone atau tablet.Layar Digital untuk Informasi Real-TimeSebuah layar digital pada power bank ini memberikan informasi penting seperti level baterai saat digunakan maupun saat diisi ulang, kecepatan pengisian, dan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pengisian penuh. Fitur ini membantu pengguna mengatur pemakaian dan pengisian perangkat dengan mudah tanpa perlu menebak-nebak status baterai.Sertifikasi Lengkap dan Keamanan TerjaminBaseus EnerGeek GP12 membawa sertifikasi internasional seperti FCC, UL, TÜV, dan RoHS yang menjamin standar keamanan dan kualitas produk. Dengan kapasitas yang sesuai standar 77Wh, power bank ini aman dibawa di kabin pesawat komersial, memberikan kenyamanan ekstra bagi pengguna yang sering bepergian.Potensi Ketersediaan dan Harga di IndonesiaEnerGeek GP12 saat ini sudah tersedia di Amazon dengan harga sekitar Rp1.600.000 (setara $99,99) untuk pasar internasional. Baseus sendiri dikenal menjual produknya di lebih dari 180 negara. Meski belum ada konfirmasi resmi untuk pasar Indonesia, produk ini memiliki potensi besar untuk hadir di pasar lokal mengingat kebutuhan pengisian daya portable yang tinggi di kalangan pengguna gadget di Tanah Air.Referensi: Baseus | gizmochina.com
- 12 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita MSI Cubi NUC AI 3MG Ini Menjawab Kebutuhan RAM Besar di PC Mini untuk AI dan Aplikasi Berat
Di tengah kebutuhan komputasi yang kian meningkat, terutama untuk aplikasi AI dan virtualisasi, kapasitas RAM menjadi salah satu faktor krusial. Bayangkan Anda adalah pekerja kreatif atau pengembang yang sering menjalankan beberapa aplikasi berat sekaligus pada PC kecil di meja kerja. Keterbatasan RAM sering jadi hambatan utama yang membuat performa melambat dan produktivitas terganggu.PC mini MSI Cubi NUC AI 3MG mendukung RAM removable hingga 128 GB, kapasitas luar biasa untuk ukuran mini PC.Harga barebones PC ini relatif terjangkau, memungkinkan pengguna memakai RAM dan SSD yang sudah dimiliki.Prosesor Panther Lake terbaru menjanjikan performa lebih cepat dan efisien dibanding generasi sebelumnya.RAM besar ini sangat berguna untuk aplikasi AI, virtualisasi, dan multitasking berat tanpa harus menggunakan PC tower besar.RAM 128 GB di Mini PC: Kenapa Ini Penting untuk Pengguna AktifBiasanya, mini PC dibatasi oleh kapasitas RAM yang kecil karena ruang dan desain yang ringkas. MSI Cubi NUC AI 3MG justru menawarkan dua slot SODIMM yang bisa menampung total sampai 128 GB RAM. Ini bukan sekadar angka besar, tapi sebuah solusi nyata untuk pengguna yang ingin menjalankan aplikasi berat seperti pemrosesan AI, lingkungan virtual, atau software editing tanpa hambatan.Contohnya, jika Anda menjalankan model AI lokal atau aplikasi kreatif yang memerlukan banyak memori, RAM 128 GB ini akan membuat proses jadi lebih lancar dan responsif. Selain itu, kemampuan removable RAM memudahkan upgrade tanpa harus membeli PC baru, jadi investasi teknologi Anda lebih hemat dan fleksibel.Prosesor Panther Lake dan Desain yang Lebih RingkasSelain kapasitas RAM, Cubi NUC AI 3MG juga membawa prosesor Panther Lake yang lebih cepat dan efisien dibanding pendahulunya yang memakai Lunar Lake. Ini berarti pemrosesan data dan aplikasi berjalan lebih optimal, sekaligus konsumsi daya yang lebih hemat. Ukurannya juga lebih ringan dan kompak, cocok untuk ruang kerja modern yang minimalis.Dengan pilihan barebones, MSI memberi kesempatan pada pengguna bisnis atau individu untuk memasang RAM dan SSD yang sudah ada, sehingga tidak perlu membeli perangkat baru secara penuh. Ini bisa mengurangi biaya awal dan memudahkan penyesuaian sesuai kebutuhan.Mempertimbangkan Privasi dan Biaya UpgradeMeskipun menawarkan kapasitas RAM besar, penting untuk mempertimbangkan juga aspek privasi dan biaya. RAM removable berarti Anda bisa mengelola sendiri data dan hardware, mengurangi risiko keamanan yang datang dari perangkat yang sudah terintegrasi. Namun, untuk mendapatkan kapasitas maksimal, Anda perlu membeli RAM tambahan yang bisa mencapai harga puluhan juta Rupiah tergantung merk dan spesifikasi.Jadi, sebelum memutuskan upgrade, pertimbangkan kebutuhan aplikasi dan anggaran Anda agar investasi teknologi ini benar-benar membantu produktivitas tanpa menjadi beban biaya berlebih.Potensi Rilis dan Ketersediaan di IndonesiaMSI Cubi NUC AI 3MG sudah diumumkan di CES 2026 dan tersedia dalam versi barebones untuk pasar global. Untuk pasar Indonesia, belum ada pengumuman resmi terkait ketersediaan dan harga. Namun, mengingat tren permintaan mini PC dengan performa tinggi, peluang produk ini masuk ke Tanah Air cukup besar dalam waktu dekat.Pengguna yang membutuhkan PC kecil dengan kapasitas RAM besar untuk aplikasi AI dan multitasking berat bisa mulai memantau rilis resmi dan harga lokal agar bisa segera mendapatkan perangkat ini dengan dukungan garansi dan layanan purna jual di Indonesia.Referensi: MSI | notebookcheck.net
- 07 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Galaxy S27 Pro Ini Menawarkan Baterai dan Kamera yang Membuat Persaingan dengan S27 Ultra Jadi Lebih Seru
Samsung kembali menarik perhatian dengan rumor terbaru seputar Galaxy S27 Pro yang dikabarkan akan menjadi salah satu rilis smartphone paling menarik dari perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.Baterai Galaxy S27 Pro diperkirakan berkapasitas 5.000mAh, lebih kecil dibanding Ultra yang mencapai 5.200 hingga 5.500mAh.Ukuran layar Pro sekitar 6,5 inci, lebih kecil dari Ultra yang lebih besar, berpotensi menghemat konsumsi daya.Kedua perangkat diprediksi menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang sama untuk efisiensi optimal.Galaxy S27 Pro diprediksi memiliki kamera utama dan ultra-wide yang sama dengan Ultra, plus telefoto 3,5x 50MP yang lebih praktis.Perbedaan Baterai dan Efisiensi yang Menjadi KunciMeski kapasitas baterai Galaxy S27 Pro lebih kecil dibandingkan S27 Ultra, ukuran layar yang lebih kecil dan kemungkinan pengaturan performa yang lebih konservatif bisa membuat perbedaan daya tahan baterai menjadi tidak signifikan. Layar 6,5 inci pada Pro tentu lebih hemat energi dibanding layar Ultra yang lebih besar, sementara chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang digunakan di kedua model menjanjikan efisiensi energi yang sama. Ini bisa berarti Galaxy S27 Pro mampu memberikan waktu pemakaian yang sebanding atau bahkan lebih baik dalam skenario penggunaan tertentu.Kamera dengan Pendekatan Berbeda yang Lebih PraktisDalam hal kamera, Galaxy S27 Pro diperkirakan membawa sensor utama dan ultra-wide yang sama dengan Ultra, namun menambahkan kamera telefoto 3,5x 50MP. Ini kontras dengan S27 Ultra yang dikabarkan akan menghapus lensa telefoto 3x 10MP dan mengandalkan sensor utama 200MP untuk zoom hingga 5x melalui cropping. Pendekatan Pro ini justru bisa lebih berguna untuk penggunaan sehari-hari karena lensa telefoto dedicated menawarkan kualitas foto yang lebih baik saat zoom optik, dibandingkan hasil cropping sensor utama.Posisi Galaxy S27 Pro yang Makin Menarik di PasarDengan kombinasi baterai yang efisien dan fitur kamera yang praktis, Galaxy S27 Pro berpotensi menjadi pilihan yang lebih menarik dan fungsional bagi kebanyakan pengguna dibandingkan S27 Ultra yang lebih besar dan mungkin lebih fokus pada segmen flagship kamera mutakhir. Samsung tampaknya akan memposisikan Ultra sebagai puncak seri dengan fitur kamera canggih, sementara Pro menawarkan keseimbangan yang lebih baik antara performa, daya tahan, dan kepraktisan penggunaan sehari-hari.Peluang Rilis Galaxy S27 Pro di IndonesiaMeskipun Galaxy S27 Pro masih dalam tahap rumor dan belum ada konfirmasi resmi, potensi kehadirannya di pasar Indonesia cukup besar mengingat segmen smartphone premium yang terus berkembang. Dengan harga yang diduga mampu bersaing, Pro bisa menjadi opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan teknologi terkini tanpa harus memilih model paling besar dan mahal.Referensi: Samsung | GizmoChina
- 07 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Amazfit Balance 3 Smartwatch Dengan Fitur Lengkap dan Baterai Tahan Hingga 21 Hari
Amazfit menghadirkan Balance 3, sebuah smartwatch kelas menengah atas yang menawarkan fitur lengkap dan daya tahan baterai luar biasa. Dengan harga sekitar Rp5,6 jutaan, perangkat ini sudah bisa dipesan di Amerika Serikat dan akan mulai dikirim pada pertengahan Juni. Balance 3 menargetkan pengguna yang menginginkan metrik kebugaran mendalam dan masa pakai baterai panjang tanpa harus mengisi ulang setiap hari.Smartwatch berukuran besar dengan bodi stainless steel dan opsi titanium yang lebih ringan.Layar AMOLED 1,5 inci dengan proteksi kaca safir dan kecerahan hingga 3.000 nits.Fitur pelacakan keseimbangan latihan dan pemulihan melalui sistem HybridCharge Energy Intelligence.Baterai 658mAh dengan daya tahan hingga 21 hari penggunaan normal.Desain dan Layar Premium untuk Pengalaman Pengguna OptimalBalance 3 hadir dengan ukuran cukup besar yaitu diameter 51,4mm dan ketebalan 14,6mm. Versi awal menggunakan bahan stainless steel seberat 62 gram, sementara versi titanium yang lebih ringan 55 gram akan menyusul kemudian. Layarnya menggunakan panel AMOLED seluas 1,5 inci yang dilapisi kaca safir anti gores, memberikan kombinasi ketahanan dan kejernihan visual yang baik.Kecerahan layar mampu mencapai puncak 3.000 nits, sangat membantu visibilitas di luar ruangan yang terang. Sertifikasi tahan air 10ATM juga membuatnya aman digunakan untuk berenang dan menyelam rekreasional tanpa khawatir kerusakan.Pelacakan Kesehatan dan Kebugaran yang MendalamSalah satu keunggulan utama Balance 3 adalah sistem pelacakan keseimbangan latihan dan pemulihan yang dinamai HybridCharge Energy Intelligence. Teknologi ini menggabungkan data beban latihan, tingkat stres harian, dan pola tidur untuk memberikan rekomendasi kapan tubuh perlu beristirahat serta kapasitas fisik pengguna.Smartwatch ini mendukung lebih dari 180 mode olahraga, termasuk fitur khusus untuk lomba HYROX seperti rencana latihan dan simulasi kecepatan. Untuk aktivitas luar ruangan, Balance 3 memakai GPS dual-band dan mendukung peta offline, navigasi belokan demi belokan, serta pengalihan rute otomatis jika pengguna menyimpang dari jalur.Fitur Kesehatan dan Kenyamanan Sehari-hariSelain kebugaran, Balance 3 juga memonitor detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), suhu kulit, dan tingkat stres secara 24 jam. Pengguna dapat menerima peringatan jika ada detak jantung abnormal atau kadar oksigen rendah. Untuk kenyamanan, jam tangan ini dilengkapi speaker dan mikrofon untuk panggilan Bluetooth, NFC untuk pembayaran digital, serta senter dengan cahaya merah dan putih untuk visibilitas malam hari.Daya Tahan Baterai yang Mengalahkan Banyak PesaingDitenagai baterai 658mAh, Balance 3 mampu bertahan hingga 21 hari dalam penggunaan normal tanpa harus diisi ulang. Jika fitur layar selalu aktif (always-on display diaktifkan), masa pakainya akan berkurang menjadi sekitar tujuh hari. Ini menawarkan fleksibilitas bagi pengguna yang tidak ingin terganggu dengan pengisian baterai setiap hari.Di tengah persaingan smartwatch yang semakin ketat, Balance 3 menonjol dengan kombinasi fitur lengkap dan daya tahan baterai yang impresif. Meski harga sekitar Rp5,6 jutaan mungkin terasa cukup tinggi, nilai tambah dari fitur dan teknologi yang ditawarkan bisa jadi pertimbangan bagi pengguna yang serius memantau kebugaran dan kesehatan mereka.Via: Gizmochina
- 05 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Honor X7e Hadir Dengan Baterai Besar 7.500 mAh dan Harga Terjangkau
Smartphone dengan baterai tahan lama selalu menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang aktif seharian tanpa khawatir kehabisan daya. Honor baru saja meluncurkan Honor X7e, smartphone entry-level yang menawarkan baterai jumbo berkapasitas 7.500 mAh di pasar Malaysia. Dengan harga sekitar Rp3,4 jutaan, perangkat ini hadir sebagai pilihan menarik untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan performa cukup di kelasnya.Honor X7e dibanderol sekitar Rp3,4 jutaan untuk varian 6 GB RAM dan 256 GB penyimpanan internal.Dilengkapi baterai besar 7.500 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45 W.Layar LCD 6,6 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120 Hz untuk pengalaman visual yang lebih halus.Fitur AI key khusus satu sentuhan yang dapat dipersonalisasi, mirip dengan seri Honor 600 Pro.Baterai Besar dan Pengisian Cepat Jadi AndalanBaterai 7.500 mAh pada Honor X7e menjadi daya tarik utama, memberikan ketahanan penggunaan yang lama tanpa sering mengisi ulang. Dukungan pengisian cepat 45 W juga mempersingkat waktu charging, sehingga pengguna bisa kembali menggunakan ponsel dalam waktu singkat.Perlu dicatat, untuk pasar di luar Malaysia, Honor akan mengirimkan versi dengan baterai 7.000 mAh, sedikit lebih kecil tapi masih cukup besar untuk kebutuhan sehari-hari.Layar dan Fitur yang Memadai untuk Pengguna HarianLayar LCD 6,6 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120 Hz menawarkan tampilan yang cukup nyaman untuk streaming video, browsing, dan bermain game ringan. Refresh rate tinggi membantu memberikan pengalaman visual yang lebih lancar tanpa menguras baterai secara berlebihan.Honor juga menyematkan fitur AI key khusus yang dapat dipersonalisasi, memudahkan akses cepat ke fungsi favorit hanya dengan satu sentuhan. Fitur ini jarang ditemukan di kelas entry-level dan menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menyukai kemudahan dan efisiensi.Performa dan Kamera Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hariHonor X7e dibekali RAM 6 GB dan penyimpanan internal 256 GB tanpa slot microSD, sehingga kapasitas penyimpanan harus diperhitungkan dengan kebutuhan pengguna. Kamera utama 50 MP dan kamera depan 5 MP cukup untuk foto dan video sederhana, cocok untuk pengguna yang tidak terlalu menuntut fitur fotografi canggih.Perangkat ini menjalankan Magic OS 10.0 berbasis Android 16, namun belum ada informasi resmi mengenai dukungan pembaruan software, yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli terkait keamanan dan fitur di masa depan.Kesimpulan Awal untuk Pengguna IndonesiaDengan harga sekitar Rp3,4 jutaan di Malaysia, Honor X7e menawarkan baterai besar dan fitur menarik yang jarang ada di kelas entry-level. Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan ketersediaan resmi dan dukungan software di Indonesia sebelum memutuskan. Jika kebutuhan utama adalah daya tahan baterai dan performa cukup untuk aktivitas sehari-hari, Honor X7e bisa menjadi opsi yang layak dicoba.Via: Notebookcheck
- 05 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Xiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 Tawarkan Fitur Canggih dengan Harga Terjangkau
Power bank menjadi kebutuhan utama di era perangkat mobile saat ini, namun tidak semua produk menawarkan keamanan dan fitur lengkap yang memadai. Xiaomi mencoba menjawab tantangan ini dengan meluncurkan Xiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 di pasar China dengan harga awal Rp210 ribuan, memberikan tawaran menarik bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan kemudahan penggunaan.Power bank Xiaomi 10000mAh hadir dengan kabel USB-C bawaan dan dua port tambahan.Dukungan pengisian cepat hingga 22,5W dan kompatibilitas protokol pengisian populer.Sistem manajemen baterai terintegrasi untuk monitoring kesehatan baterai secara detail.Memenuhi standar keselamatan baru China GB 47372-2026 dengan perlindungan berlapis.Inovasi Port dan Kecepatan Pengisian yang FleksibelXiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 mengusung konfigurasi port 2C+1A yang terdiri dari kabel USB-C terintegrasi, satu port USB-C tambahan, dan satu port USB-A standar. Kabel bawaan ini sangat praktis untuk pengguna yang tidak ingin membawa kabel terpisah saat bepergian. Setiap port mendukung output pengisian cepat sampai 22,5W, sehingga mampu mengisi berbagai perangkat dengan efisien.Ketika pengguna mengisi daya dua atau tiga perangkat secara bersamaan, power bank ini menyesuaikan distribusi daya dengan total maksimum 15W. Hal ini menunjukkan Xiaomi mengutamakan keseimbangan antara kecepatan pengisian dan keamanan perangkat yang diisi.Monitoring Kesehatan Baterai yang TransparanSalah satu fitur menonjol dari power bank ini adalah sistem manajemen baterai yang memungkinkan pengguna menghubungkan perangkat ke komputer melalui port USB-C data. Dengan koneksi ini, pengguna dapat melihat data spesifik seperti jumlah siklus pengisian, suhu baterai, riwayat pengisian, dan kondisi umum baterai. Langkah ini mengedepankan transparansi dan memberi kontrol lebih bagi konsumen terhadap kondisi baterai mereka.Standar Keamanan Tinggi untuk Perlindungan MaksimalXiaomi memastikan produk ini memenuhi standar keselamatan terbaru China GB 47372-2026. Baterai telah melewati pengujian ketat seperti penetrasi jarum, tekanan tinggi 12kN, dan paparan panas 135 derajat Celsius selama satu jam. Selain itu, power bank dilengkapi 16 lapis proteksi listrik untuk menghindari risiko overvoltage, korsleting, dan pengelolaan suhu berlebih.Dengan kapasitas 10.000mAh atau setara 37Wh, perangkat ini juga aman dibawa dalam penerbangan komersial sebagai barang bawaan kabin, menambah nilai praktis bagi pengguna yang sering bepergian.Desain dan Varian Warna yang MenarikPower bank ini memiliki bodi berbahan plastik PC+ABS dengan desain membulat yang nyaman digenggam. Xiaomi menawarkan dua pilihan warna yaitu Gray Blue dan Light Coffee, memberi opsi gaya yang sesuai preferensi pengguna.Selain model 10.000mAh, Xiaomi juga menghadirkan varian 20.000mAh dengan fitur serupa yang melengkapi portofolio power bank mereka di pasar.Via: Gizmochina
- 05 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Harga Rp41 Jutaan, Nvidia RTX Spark Laptop Saingan MacBook Pro
Nvidia memasang harga yang cukup tinggi untuk laptop RTX Spark yang akan datang, dengan estimasi mulai dari Rp25 jutaan untuk model standar dan Rp41 jutaan untuk yang menggunakan chip flagship N1x. Strategi harga ini menempatkan RTX Spark langsung bersaing dengan jajaran MacBook Pro dari Apple, menandakan Nvidia membidik segmen pengguna profesional dan kreator yang siap membayar lebih untuk performa tinggi.Laptop Nvidia RTX Spark diperkirakan mulai dari Rp25 jutaan hingga Rp41 jutaan.Memadukan CPU ARM Grace dan GPU Blackwell RTX dengan hingga 20 core CPU dan 6.144 CUDA core.Menargetkan kreator, developer, dan pengguna power yang membutuhkan performa AI dan gaming tinggi.Beberapa produsen seperti Microsoft, Dell, Asus, HP, Lenovo, dan MSI sudah mendukung ekosistem ini.Nvidia RTX Spark: Ambisi Besar di Segmen Laptop PremiumHarga yang diperkirakan untuk laptop Nvidia RTX Spark jauh dari kata murah. Model dengan chip N1x flagship diperkirakan mulai dari Rp41 jutaan, sementara varian dengan platform N1 standar berada di kisaran Rp25 jutaan. Ini menunjukkan Nvidia tidak berniat memasuki pasar mainstream dengan harga terjangkau, melainkan fokus pada segmen kreator konten, developer, dan pengguna yang membutuhkan performa tinggi dan bersedia membayar premi.Perpaduan Hardware Canggih untuk Kinerja MaksimalRTX Spark menggabungkan CPU berbasis ARM Grace milik Nvidia dengan GPU Blackwell RTX. Perangkat ini menawarkan hingga 20 core CPU dan 6.144 CUDA core GPU, serta kapasitas memori unified hingga 128GB. Nvidia juga mengklaim kemampuan AI hingga 1 petaflop, memperlihatkan betapa platform ini dioptimalkan untuk beban kerja berbasis kecerdasan buatan yang berat.AI dan Gaming Menjadi Fokus UtamaSelain beban kerja profesional, RTX Spark juga dirancang untuk gaming kelas atas. Nvidia memperagakan game Forza Horizon 6 yang berjalan lebih dari 100 FPS pada resolusi 1440p. Produsen mitra Nvidia menekankan kemampuan platform ini memberikan performa tinggi tanpa bobot dan ketebalan yang biasanya melekat pada laptop gaming, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan mobilitas sekaligus kekuatan.Ekosistem yang Terus BerkembangBeberapa produsen besar sudah ikut serta dalam gelombang awal RTX Spark, termasuk Microsoft dengan Surface Laptop Ultra, Dell dengan XPS 16 Creator Edition, Asus dengan ProArt P16 dan P14, HP dengan OmniBook X 14 dan OmniBook Ultra 16, Lenovo dengan Yoga Pro 9n, serta MSI dengan Prestige N16 Flip AI+. Nvidia menargetkan ekosistem ini berkembang hingga sekitar 30 model laptop dan 10 sistem desktop pada musim gugur, dengan tambahan dari Acer dan Gigabyte.Tantangan di Balik AmbisiMeski spesifikasi mengesankan, RTX Spark menghadapi tantangan signifikan. Windows on ARM masih memiliki pertanyaan terkait kompatibilitas perangkat lunak dan efisiensi penggunaan daya. Daya tahan baterai menjadi perhatian utama, terutama jika Nvidia ingin laptop ini dianggap sebagai alternatif sejati MacBook Pro, bukan sekadar laptop Windows bertenaga tinggi yang kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari.RTX Spark merupakan inisiatif besar Nvidia dalam beberapa tahun terakhir di ranah PC. Harga yang relatif tinggi memang bisa menjadi penghalang bagi sebagian pengguna, namun jelas Nvidia fokus pada kualitas dan performa tanpa kompromi, bukan harga terjangkau.Via: Gizmochina
- 04 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Dell XPS 16 Creator Edition Laptop Pertama Nvidia RTX Spark untuk Kreator
Dell baru saja mengumumkan XPS 16 Creator Edition, laptop pertama yang mengusung platform Nvidia RTX Spark. Ini langkah besar yang menandai perubahan signifikan dalam lini laptop premium Dell, sekaligus menantang Surface Laptop Ultra dan MacBook Pro M5 dari Apple.XPS 16 Creator Edition hadir dengan Nvidia RTX Spark, menggabungkan GPU RTX performa tinggi dan CPU efisien dengan RAM hingga 128GB.Layar Tandem OLED dengan True Black HDR 600 mendukung akurasi warna tinggi untuk desain profesional dan grading warna.Fitur port lengkap termasuk pembaca kartu SD dan port HDMI mengurangi kebutuhan dongle bagi kreator yang sering bekerja di lapangan.Perangkat ini menyasar pengguna profesional kreatif dengan peningkatan performa editing video, pekerjaan 3D, dan integrasi AI yang mulus.Menjawab Kebutuhan Kreator dengan Nvidia RTX SparkIntegrasi Nvidia RTX Spark pada XPS 16 Creator Edition bukan sekadar peningkatan spesifikasi. Nvidia merancang platform ini untuk menghadirkan lingkungan AI penuh ke laptop tipis dan portabel, yang selama ini identik dengan workstation besar dan berat. Dengan kombinasi GPU RTX terbaru, CPU hemat daya, dan RAM hingga 128GB, Dell membidik pengguna profesional dan pengembang AI yang membutuhkan komputasi lokal kuat tanpa kompromi mobilitas.Untuk pengeditan video, pengguna dapat menikmati pemutaran timeline 4K 4:2:2 yang lebih lancar serta waktu ekspor yang lebih cepat. Sementara itu, pekerjaan 3D yang kompleks dan multi-layer dapat ditangani dengan responsif berkat peningkatan multitasking. Integrasi AI yang lebih baik juga mendukung alat bantu kreasi yang semakin populer di kalangan kreator konten.Fokus Praktis untuk Kreator MobileDell memahami bahwa performa saja tidak cukup. Oleh sebab itu, XPS 16 Creator Edition dilengkapi layar Tandem OLED dengan True Black HDR 600 yang menjamin akurasi warna tinggi—kunci bagi para desainer dan color grader profesional. Fitur port juga ditingkatkan dengan pembaca kartu SD dan port HDMI, yang selama ini menjadi keluhan para kreator karena harus bergantung pada dongle tambahan.Langkah ini menunjukkan Dell berusaha mengisi celah antara laptop produktivitas tradisional dan workstation performa tinggi, sekaligus menantang dominasi Apple di pasar kreator profesional.Langkah Awal Kolaborasi Dell dan NvidiaMeski belum ada pengumuman resmi soal harga, spesifikasi lengkap, atau tanggal peluncuran, Dell menyatakan XPS 16 Creator Edition adalah langkah awal dalam kolaborasi dengan Nvidia. Rata-rata laptop berbasis RTX Spark diperkirakan akan hadir pada musim gugur 2026, menandai era baru laptop kreator dengan kemampuan AI dan performa tinggi yang lebih mudah dibawa.Transformasi ini penting untuk diikuti oleh para kreator dan profesional digital yang mengandalkan perangkat kuat sekaligus portabel. Dell XPS 16 Creator Edition berpotensi mengubah lanskap laptop kreator dengan memadukan performa, fitur praktis, dan teknologi AI terbaru dalam satu paket.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Microsoft Surface RTX Spark Dev Box Bersaing Dengan Mac Studio, Hadir Dengan RAM 128 GB
Siapa sangka, Microsoft kembali menggebrak pasar mini PC dengan Surface RTX Spark Dev Box yang siap bersaing langsung dengan Mac Studio. Dengan RAM unified 128 GB dan chipset Nvidia RTX Spark, perangkat ini menjanjikan performa tinggi bagi para profesional dan pengembang.Surface RTX Spark Dev Box hadir dengan RAM 128 GB dan chipset Nvidia RTX SparkPerforma chipset dapat mencapai daya hingga 100 W, lebih tinggi dari Surface Laptop UltraMini PC ini dilengkapi port lengkap seperti HDMI, Ethernet, USB Type-A dan Type-CDirilis 2026, harga belum diumumkan, tersedia melalui toko online MicrosoftSurface RTX Spark Dev Box dan Performa Tinggi Untuk ProfesionalMicrosoft melanjutkan kolaborasi dengan Nvidia lewat Surface RTX Spark Dev Box yang menggunakan chipset Nvidia RTX Spark sama seperti Surface Laptop Ultra, namun dengan kemampuan mendorong performa hingga 100 W. Ini membuatnya lebih bertenaga untuk kebutuhan pengembangan dan pekerjaan berat.Selain itu, perangkat ini membawa RAM unified 128 GB yang sangat besar bagi sebuah mini PC. RAM sebesar ini mendukung multitasking dan aplikasi berat seperti pengolahan data AI, rendering video, hingga pengembangan software kompleks.Desain dan Port Lengkap Untuk Konektivitas MaksimalSurface RTX Spark Dev Box dibalut bodi aluminium yang ringkas dan elegan. Untuk konektivitas, Microsoft menyediakan berbagai port penting seperti 1 jack audio 3.5 mm, 1 port Ethernet, 1 port HDMI, 2 port USB Type-A, dan 2 port USB Type-C. Kombinasi port ini memudahkan pengguna menghubungkan perangkat eksternal tanpa perlu adapter tambahan.Status Rilis dan HargaPerangkat ini direncanakan tersedia pada tahun 2026 melalui toko online resmi Microsoft. Sampai saat ini, harga resmi untuk pasar Indonesia maupun global belum diumumkan. Namun, kehadiran RAM 128 GB dan chipset Nvidia RTX Spark yang kuat menandakan perangkat ini akan menyasar segmen profesional dengan kebutuhan performa tinggi.Surface RTX Spark Dev Box mengulang langkah Microsoft sebelumnya dengan Windows Dev Kit 2023, tetapi kini membawa peningkatan signifikan dari sisi hardware. Bagi pengguna yang menantikan mini PC bertenaga untuk pekerjaan kreatif dan pengembangan, perangkat ini patut diwaspadai.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Nvidia N1X Tertinggal dari Apple M5 Max: Performa Chip Komparatif Berikan Gambaran
Nvidia baru saja memperkenalkan chip baru bernama RTX Spark atau N1X yang dirancang untuk bersaing dengan Apple M5 Max di segmen laptop dan mini PC. Meskipun menjanjikan, performa chip ini masih tertinggal dibandingkan pesaing utama, khususnya dari Apple.Nvidia N1X menggunakan prosesor ARM 20 core dengan GPU Blackwell dan memori hingga 128 GB LPDDR5X.Performa CPU N1X masih sekitar 30 persen lebih rendah dibanding Apple M5 Max dalam pengujian single-core.GPU N1X diperkirakan berkinerja antara GeForce RTX 5070 dan 5070 Ti dengan konsumsi daya lebih rendah.Chip ini baru akan hadir di laptop pada musim gugur 2026, sehingga pengujian langsung belum tersedia.Perbandingan CPU Nvidia N1X dengan KompetitorWalaupun Nvidia belum merilis benchmark resmi, perbandingan dari produk serupa menunjukkan bahwa performa CPU N1X masih tertinggal dari Apple M5 Max hampir 30 persen dalam pengujian single-core. Dibandingkan dengan Snapdragon X2 Elite, N1X juga masih kalah sekitar 20 persen. Sementara itu, performanya sejajar dengan prosesor Intel dan AMD terbaru di kelas laptop.Dalam pengujian multi-threaded, posisi N1X juga kurang lebih sama, yakni hampir sepertiga lebih lambat dibanding Apple M5 Pro dan M5 Max, namun masih setara dengan Intel Ultra 9 290HX Plus.GPU N1X Berpotensi Unggul dari Snapdragon dan RyzenDari sisi grafis, GPU N1X yang berbasis Blackwell dengan 6.144 CUDA core diperkirakan memiliki performa antara GeForce RTX 5070 dan 5070 Ti versi laptop. Meskipun memiliki lebih banyak unit komputasi dibanding RTX 5070 Ti, TDP yang lebih rendah kemungkinan menurunkan kecepatan GPU.Benchmark sintetis dan aplikasi kreatif menunjukkan GPU N1X berada di antara Apple M5 Pro dan M5 Max. Nvidia juga diprediksi memiliki keunggulan dalam gaming berkat driver yang lebih matang, sehingga GPU ini mampu mengungguli AMD Ryzen Strix Halo dan Snapdragon X2 Elite untuk performa grafis.Harga dan Ketersediaan Masih Jadi PertanyaanUntuk saat ini, Nvidia belum mengumumkan harga resmi atau tanggal pasti peluncuran laptop yang memakai chip N1X. Produk ini baru akan tersedia pada musim gugur 2026. Keputusan konsumen untuk memilih laptop dengan chip ini akan sangat bergantung pada harga dan perbandingan performa dengan laptop yang menggunakan GPU GeForce RTX 5070 Ti atau RTX 5080.Tanpa data harga dan perangkat uji, sulit untuk menilai apakah N1X akan menjadi pilihan menarik bagi gamer atau profesional kreatif. Namun, dari sisi teknologi, chip ini menunjukkan upaya Nvidia untuk memperluas pangsa pasar ARM di laptop dan mini PC.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Review Vivo X300 Ultra Kalah Tipis dari Versi Pro dalam Uji Kamera DxOMark
Dunia teknologi baru saja dikejutkan dengan hasil pengujian kamera terbaru dari laboratorium ternama, DxOMark. Vivo X300 Ultra, yang digadang-gadang sebagai raja kamera baru dengan teknologi Zeiss, justru harus puas berada di bawah saudaranya sendiri, Vivo X300 Pro. Hasil ini cukup menarik perhatian karena varian Ultra biasanya diposisikan sebagai kasta tertinggi dalam sebuah seri smartphone.Vivo X300 Ultra menempati posisi ketiga dalam peringkat kamera global DxOMark.Kekalahan tipis satu poin disebabkan oleh performa video yang berada di bawah Vivo X300 Pro.Terdapat selisih harga sekitar Rp10 jutaan antara model Ultra dan model Pro.Masalah pada tekstur AI dan noise di kondisi cahaya rendah menjadi catatan bagi varian Ultra.Kejutan di Puncak Klasemen Kamera SmartphoneHingga saat ini, posisi puncak daftar kamera smartphone terbaik masih diduduki oleh Huawei Pura 80 Ultra. Namun, persaingan di posisi kedua dan ketiga kini menjadi sangat menarik untuk diikuti. Vivo X300 Pro yang dirilis pada akhir tahun 2025 berhasil mempertahankan posisinya di peringkat kedua, mengungguli varian Ultra yang baru saja diuji.Banyak pihak yang awalnya memperkirakan Vivo X300 Ultra akan melesat ke posisi pertama atau setidaknya menggeser model Pro. Namun, kenyataannya model Ultra ini justru mendarat di posisi ketiga. Hal ini membuktikan bahwa spesifikasi di atas kertas dan harga yang lebih mahal tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir pengujian yang dilakukan secara menyeluruh.Menariknya, Vivo X300 Ultra dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi. Konsumen perlu merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp10 jutaan, dengan selisih harga di pasar global mencapai 600 Euro dibandingkan model Pro. Selisih harga yang signifikan ini tentu membuat hasil pengujian DxOMark menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pecinta gadget.Masalah Video dan Gangguan AI Menjadi PenentuJika kita melihat lebih dalam pada distribusi poin, ada satu faktor utama yang membuat Vivo X300 Ultra tertinggal. Varian Ultra ini kehilangan cukup banyak poin di sektor video. Padahal, Vivo secara khusus memasarkan perangkat ini sebagai flagship yang unggul dalam urusan perekaman gambar bergerak.Skor video pada Vivo X300 Ultra ternyata terpaut hingga 10 poin di bawah Vivo X300 Pro. Para penguji mencatat adanya ketidakkonsistenan performa saat merekam video dalam situasi yang menantang. Hal ini sangat disayangkan mengingat perangkat ini menyandang gelar Ultra yang seharusnya memberikan performa paling stabil di segala kondisi.Selain masalah video, gangguan pada hasil olahan kecerdasan buatan atau AI artifacts juga menjadi sorotan. Dalam kondisi minim cahaya, tim penguji menemukan adanya noise yang meningkat dan tekstur AI yang terlihat tidak natural. Pemrosesan gambar yang terlalu berlebihan terkadang justru membuat foto kehilangan detail alaminya, sebuah tantangan yang sering dihadapi oleh smartphone dengan komputasi fotografi yang agresif.Keunggulan yang Tetap Dimiliki Varian UltraMeski harus mengakui keunggulan model Pro dalam skor keseluruhan, bukan berarti Vivo X300 Ultra tidak memiliki taji. Flagship Zeiss ini tetap menunjukkan kelasnya di kategori lain. Perangkat ini masih mendominasi dalam pengujian lensa ultra wide, telephoto, bokeh, dan kemampuan zoom yang luar biasa.Bagi pengguna yang sangat memprioritaskan kemampuan memotret objek jarak jauh, Vivo X300 Ultra tetap menjadi pilihan utama. Detail yang dihasilkan saat melakukan zoom masih menjadi salah satu yang terbaik di industri saat ini. Kemampuan menciptakan efek bokeh yang rapi juga menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi oleh kompetitor lain di kelasnya.DxOMark sendiri tetap menempatkan Vivo X300 Ultra dalam daftar teratas ponsel dengan kamera terbaik saat ini. Posisi tiga besar dunia saat ini dihuni oleh Huawei Pura 80 Ultra di posisi pertama, diikuti oleh Vivo X300 Pro di posisi kedua, dan Vivo X300 Ultra di posisi ketiga. Sementara itu, Oppo Find X9 Ultra membayangi di posisi berikutnya.Catatan Penting untuk Calon PembeliBagi konsumen di Indonesia yang sedang mempertimbangkan untuk meminang salah satu dari kedua perangkat ini, hasil pengujian ini memberikan perspektif baru. Model Pro yang lebih terjangkau ternyata menawarkan performa yang lebih konsisten, terutama bagi Anda yang sering merekam video atau memotret di malam hari.Kondisi cahaya rendah memang selalu menjadi ujian terberat bagi sensor kamera smartphone. Vivo X300 Pro terbukti mampu menangani noise dengan lebih baik dibandingkan saudaranya yang lebih mahal. Ini menjadi bukti bahwa optimasi perangkat lunak terkadang memegang peranan yang lebih krusial daripada sekadar peningkatan perangkat keras.Keputusan akhir tentu kembali pada kebutuhan masing masing pengguna. Jika kemampuan zoom maksimal dan fitur lensa ultra wide adalah segalanya, varian Ultra tetap layak dilirik. Namun, jika keseimbangan performa video dan efisiensi harga menjadi pertimbangan utama, Vivo X300 Pro saat ini tampak seperti pilihan yang lebih rasional untuk mendukung gaya hidup digital sehari hari.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba