Gugatan iCloud Apple Senilai Rp60 Triliun di Inggris: Siapa yang Berhak Dapat Kompensasi?

24 Jun, 2026 3 min read
Gugatan class-action terhadap Apple di Inggris terkait iCloud telah disetujui untuk masuk persidangan. Sekitar 40 juta pengguna berpotensi menerima kompensasi jika gugatan berhasil.
Gugatan iCloud Apple Senilai Rp60 Triliun di Inggris: Siapa yang Berhak Dapat Kompensasi?

Apple kembali berhadapan dengan gugatan class-action besar. Kali ini, bukan di Amerika Serikat, melainkan di Inggris. Nilainya pun tidak main-main: £3 miliar atau sekitar Rp60 triliun. Kasus yang digerakkan oleh kelompok konsumen Which? ini baru saja mendapat lampu hijau untuk masuk ke tahap persidangan.

Yang menarik, gugatan ini tidak membutuhkan Anda untuk mendaftar secara aktif. Kalau Anda penduduk Inggris yang pernah menggunakan iCloud kapan saja antara 8 November 2018 hingga 8 Juni 2026, Anda otomatis termasuk dalam kelompok penggugat. Kecuali, Anda secara sadar memilih untuk tidak ikut.

Ini adalah babak baru dari drama panjang Apple menghadapi tuntutan hukum class-action. Sebelumnya, Apple pernah berurusan dengan kasus Batterygate yang terkenal itu. Kala itu, Apple mengakui diam-diam menggunakan pembaruan perangkat lunak untuk sengaja memperlambat iPhone model lama seperti iPhone 6, 7, dan SE. Apple beralasan itu adalah langkah pencegahan untuk mengelola baterai yang sudah menua dan mencegah perangkat mati secara tiba-tiba. Hasilnya, Apple setuju membayar penyelesaian senilai $500 juta di AS, di mana pengguna yang memenuhi syarat menerima sekitar $25 per perangkat.

Apa Inti Gugatan iCloud Apple di Inggris?

Kelompok konsumen Which? melayangkan tuduhan serius kepada Apple. Menurut mereka, Apple telah "menjebak" pengguna di dalam layanan iCloud sekaligus mempersulit penggunaan penyedia layanan cloud alternatif. Ini adalah inti dari gugatan class-action senilai £3 miliar yang kini bergulir di pengadilan Inggris.

Praktik yang dituduhkan ini, jika terbukti, dianggap merugikan jutaan pengguna yang merasa tidak punya pilihan realistis selain tetap membayar langganan iCloud. Which? berpendapat bahwa Apple menciptakan ekosistem yang sengaja menyulitkan pengguna untuk berpindah ke layanan lain.

Berapa Potensi Kompensasi yang Bisa Diterima?

Which? memperkirakan ada sekitar 40 juta pelanggan iCloud yang bisa menerima kompensasi jika gugatan ini berhasil. Estimasi awal menyebutkan angka sekitar £77 atau sedikit di atas $100 per orang. Tapi jumlah pastinya akan bervariasi, tergantung pada berapa lama masing-masing pengguna menggunakan layanan berbayar iCloud selama periode klaim berlangsung.

Jadi, semakin lama Anda berlangganan iCloud dalam rentang waktu 8 November 2018 hingga 8 Juni 2026, semakin besar potensi kompensasi yang bisa Anda terima. Namun, ada satu catatan penting yang perlu diingat: kasus ini diperkirakan baru akan disidangkan pada Oktober 2028. Jadi, masih ada waktu yang cukup panjang sebelum ada kejelasan.

Apa Tanggapan Apple?

Apple tentu tidak tinggal diam. Pihak Apple menyatakan bahwa klaim dari penggugat itu "tidak berdasar". Dalam pernyataannya, Apple menegaskan bahwa "tidak ada pelanggan yang diwajibkan untuk menggunakannya [iCloud] dan pelanggan di Inggris memiliki banyak alternatif untuk dipilih."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Apple siap bertarung di pengadilan untuk membuktikan bahwa mereka tidak melakukan praktik monopoli atau penjebakan seperti yang dituduhkan. Bagi Apple, keberadaan alternatif layanan cloud di pasar Inggris sudah cukup menjadi bukti bahwa pengguna memiliki kebebasan memilih.

Yang jelas, gugatan ini akan menjadi salah satu pertarungan hukum class-action paling signifikan yang dihadapi Apple di Eropa. Dengan periode klaim yang masih berlangsung hingga 2026 dan sidang yang baru dijadwalkan pada 2028, kasus ini masih akan menjadi perbincangan panjang. Bagi Anda pengguna iCloud di Inggris, tidak ada yang perlu dilakukan saat ini selain menunggu perkembangan lebih lanjut. Kalau Anda termasuk yang ingin memilih keluar dari gugatan, pastikan Anda mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Sumber: Notebookcheck