Alternatif Civilization yang Bisa Tamat Dalam Waktu Makan Siang, Lagi Diskon 90% di Steam

24 Jun, 2026 4 min read
Game strategi 4X yang memadatkan sesi permainan jadi 30-60 menit lewat sistem kartu dan giliran simultan, tanpa mengorbankan inti membangun peradaban.
Alternatif Civilization yang Bisa Tamat Dalam Waktu Makan Siang, Lagi Diskon 90% di Steam

Buat Anda yang suka sensasi membangun peradaban tapi selalu mundur begitu melihat estimasi waktu main Civilization yang bisa menyedot berjam-jam, ada kabar segar dari Steam. Tidak semua game strategi 4X menuntut Anda duduk seharian di depan layar. Beberapa pengembang mulai meramu formulanya menjadi lebih ringkas, dan salah satu hasilnya sedang diobral besar-besaran.

Nama game itu Hexarchy, dan seperti yang dilaporkan Notebookcheck, saat ini harganya terjun bebas 90% di Steam. Menurut saya, ini momen yang tepat buat menjajal apakah format strategi cepat bisa memuaskan dahaga Anda akan penaklukan dunia tanpa harus mengorbankan agenda harian.

Diskon ini berlaku sampai 25 Juni, jadi waktunya cukup mepet buat Anda yang penasaran.

Apa yang Membuat Hexarchy Beda dari Game 4X Lain?

Tangkapan layar gameplay Hexarchy menampilkan peta hex dan antarmuka kartu
Tangkapan layar gameplay dari Hexarchy. (Photo: Main Tank Software)

Hexarchy tetap mempertahankan elemen inti 4X: Anda memimpin peradaban sendiri dan bersaing memperebutkan wilayah, sumber daya, serta dominasi militer di peta berbasis hex-grid yang dibuat secara prosedural. Bedanya, alih-alih menunggu timer pembangunan tradisional, semua aksi dimainkan lewat sistem kartu.

Di sini, bangunan, unit militer, teknologi, keajaiban dunia, hingga kebijakan sosial diwujudkan sebagai kartu yang bisa Anda mainkan. Pengembang Main Tank Software sengaja meramu ulang formula 4X menjadi pengalaman strategi yang jauh lebih cepat dan ramping. Berkat giliran simultan dan sistem kartu yang mudah diakses, satu pertandingan biasanya hanya berlangsung 30 sampai 60 menit.

Bandingkan dengan sesi Civilization yang bisa menembus angka tiga, empat, bahkan lima jam. Hexarchy jelas mengincar pemain yang menyukai ide inti strategi 4X tapi tidak punya kesabaran untuk durasi maraton semacam itu.

Deckbuilding Jadi Kunci, Bukan Sekadar Tambahan

Tangkapan layar gameplay Hexarchy menampilkan sesi pembangunan peradaban di atas peta
Tangkapan layar gameplay dari Hexarchy. (Photo: Main Tank Software)

Daya tarik utama Hexarchy sebenarnya terletak pada perpaduan antara strategi 4X dan mekanik deckbuilding. Selagi Anda mendirikan kota, menjelajah tile baru, mengumpulkan sumber daya, dan merekrut pasukan, di saat yang sama Anda juga harus terus menyempurnakan tumpukan kartu Anda. Ini bukan fitur kosmetik tapi inti dari strateginya.

Deck yang terlalu gemuk bisa membuat kartu-kartu kunci jadi kurang bisa diandalkan saat dibutuhkan. Karena itu, membeli, membuang, dan mengatur waktu memainkan kartu dengan hati-hati menjadi lapisan taktik tersendiri. Anda tidak cuma mikirin posisi pasukan di peta, tapi juga probabilitas kartu apa yang bakal muncul di tangan Anda dua giliran ke depan.

Satu hal yang cepat terasa saat bermain: diplomasi nyaris tidak berperan. Hexarchy secara jelas memfokuskan diri pada ekspansi dan keputusan militer. Jadi kalau Anda tipe pemain yang suka adu negosiasi panjang, mungkin ini bukan porsi yang pas. Tapi kalau Anda ingin langsung ke inti konflik dan pembangunan tanpa basa-basi, fokus ini justru terasa menyegarkan.

Bagaimana Respons Pemain dan Kritikus?

TheSixthAxis mengulas Hexarchy saat peluncurannya di Oktober 2023 dan secara khusus memuji aksesibilitasnya, sistem deckbuilding yang berhasil, serta alur permainan yang cepat. Karena kartu langsung berefek begitu dimainkan, hampir tidak ada waktu tunggu yang terbuang. Setiap keputusan terasa langsung berdampak, dan ritme permainan terus bergerak maju tanpa jeda menganggur.

Kritik dari ulasan tersebut lebih banyak tertuju pada absennya diplomasi dan AI yang kadang terasa tidak adil dalam kecepatan risetnya. Soal kedalaman permainan yang relatif terbatas, TheSixthAxis melihatnya bukan sebagai kelemahan mutlak. Semua tergantung ekspektasi pemain. Hexarchy tidak mencoba menjadi Civilization versi mini yang punya segalanya. Ia sengaja merampingkan kompleksitas demi pendekatan yang lebih ramah dan cepat. Pada akhirnya, TheSixthAxis memberi skor 8 dari 10.

Angka dari Steam juga melukiskan gambaran serupa. Dari lebih dari 1.500 ulasan pengguna, 81% di antaranya positif. Di Metacritic, skor pengguna saat ini berada di angka 7.2, meskipun Metascore belum tersedia pada saat laporan ini ditulis. Untuk pengguna Steam Deck, statusnya "Playable", artinya Anda tetap bisa melanjutkan penaklukan sambil berpindah-pindah tempat.

Harga dan Momen yang Tepat

Di harga normal, Hexarchy dibanderol Rp312 ribuan ($19.99). Dengan diskon 90% yang sedang berjalan, Anda hanya perlu merogoh sekitar Rp31 ribuan ($1.99). Menurut data SteamDB, harga ini menyentuh titik terendah sepanjang masa yang sebelumnya sempat tercapai di awal Mei lalu.

Menurut saya, di titik harga serendah ini, nyaris tidak ada ruginya mencoba. Satu sesi makan siang sudah cukup untuk merasakan satu putaran penuh permainan. Dan siapa tahu, format strategi cepat ini justru lebih masuk ke ritme hidup Anda ketimbang duduk berjam-jam menunggu era Renaissance tiba.

Sumber: Notebookcheck