Mencari laptop tipis yang tidak akan muntah saat kamu lempar file desain 3D atau video 8K? Lenovo diam-diam meluncurkan Yoga Pro 7 15ASH11 di sejumlah pasar Asia Pasifik. Bukan sekadar laptop kantoran biasa, perangkat ini membawa grafis setara kartu diskret kelas atas dalam bodi yang relatif ringkas.
- Ditenagai AMD Ryzen AI Max+ 388 (8-core, 16-thread) dan grafis Radeon 8060S (RDNA 3.5) yang diklaim sekuat GeForce RTX 4070 laptop.
- RAM hingga 64 GB dengan kemampuan mengalokasikan 48 GB sebagai VRAM untuk grafis terintegrasi tersebut.
- Layar OLED 15,3 inci 2.5K, 165 Hz, HDR 1.100 nits, baterai 84 Wh, dan pengisian 140 W.
- Dibanderol mulai dari SGD 3.402 atau sekitar Rp41,6 juta (konversi langsung) di Singapura, lebih terjangkau dari versi Intel Panther-Lake.
Performa Grafis yang Membuat Kaget
Bukan rahasia lagi kalau grafis terintegrasi biasanya bikin napas tersengal saat diajak render 3D. Lenovo mendobrak kebiasaan itu lewat Radeon 8060S di dalam Yoga Pro 7 15ASH11. Berdasarkan pengujian Notebookcheck pada perangkat berbasis chip serupa, performanya sebanding dengan Nvidia GeForce RTX 4070 laptop. Itu artinya, kamu bisa menjalankan Blender, DaVinci Resolve, atau bermain game AAA di laptop yang tidak menyandang label gaming.
Hanya saja, potensi penuh 48 GB VRAM itu cuma bisa kamu dapatkan jika memilih konfigurasi RAM 64 GB. Jadi, pastikan kamu memilih varian tertinggi jika memang butuh ruang lega untuk tekstur resolusi tinggi atau set data besar.

Layar OLED dan Kenyamanan Kerja Kreator
Panel OLED 15,3 inci dengan resolusi 2.5K dan refresh 165 Hz bukan hanya memanjakan mata saat menonton film, tetapi juga membantu editor video memeriksa akurasi warna. Tingkat kecerahan puncaknya menyentuh 1.100 nits dalam mode HDR. Baterai 84 Wh mungkin terasa standar, tetapi dukungan pengisian cepat 140 W bisa menyelamatkan kamu saat lupa mengisi daya sebelum presentasi.

Harga, Pesaing, dan Potensi Masuk Indonesia
Saat ini Yoga Pro 7 15ASH11 sudah bisa dibeli di Australia, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Harga di Negeri Singa adalah SGD 3.402, di Malaysia MYR 8.952, dan di Australia AUD 3.799. Jika dikonversi secara kasar, angkanya berkisar antara Rp41,6 juta hingga Rp42,3 juta. Lenovo juga sudah mendaftarkan perangkat ini di Eropa, sehingga peluncuran global kemungkinan terjadi akhir bulan ini atau awal Juli.
Dibandingkan versi Intel Panther-Lake yang sempat diulas sebelumnya, model AMD ini lebih ramah kantong. Secara target pengguna, laptop ini menyasar kreator konten, editor video, dan profesional yang butuh GPU mumpuni tanpa harus membawa workstation tebal. Bagi Indonesia, kehadirannya masih tanda tanya. Namun melihat negara tetangga sudah kebagian, peluang Yoga Pro 7 15ASH11 mampir ke Tanah Air cukup besar. Kalau benar masuk, harga di kisaran Rp41 jutaan akan membuatnya menjadi alternatif menarik di segmen laptop kreator performa tinggi.
Sumber: Notebookcheck

