Bosan Layar Laptop Redup Saat Kerja di Luar? Monitor Ini Bisa Jadi Jawaban

20 Jun, 2026 3 min read
Eazeye Radiant Monitor 2 hadir dengan panel transflective yang tetap terbaca di bawah matahari langsung dan konsumsi daya cuma 3 watt. Dijual sekitar Rp12,7 juta.
Bosan Layar Laptop Redup Saat Kerja di Luar? Monitor Ini Bisa Jadi Jawaban

Pernahkah Anda frustrasi karena harus mencari tempat teduh setiap kali membuka laptop di taman atau kafe outdoor? Refleksi layar dan pencahayaan matahari sering kali jadi musuh utama produktivitas mobile. Eazeye kembali hadir dengan sebuah solusi yang mencoba mematahkan batasan itu lewat Radiant Monitor 2, monitor portabel yang mengklaim visibilitas sempurna di bawah terik matahari langsung.

  • Teknologi layar transflective untuk visibilitas tinggi di luar ruangan
  • Konsumsi daya ekstrem rendah, hanya 3 watt tanpa backlight
  • Konektivitas USB-C dan HDMI untuk laptop
  • Harga di toko resmi sekitar Rp12,7 juta (belum termasuk pajak impor dan bea cukai)

Rahasia Visibilitas di Bawah Sinar Matahari Langsung

Monitor portabel Eazeye Radiant Monitor 2 tampak samping menampilkan profil tipis dan port konektivitas
Port konektivitas Radiant Monitor 2 mengandalkan USB-C dan HDMI. (Photo: Eazeye)

Inovasi inti dari Radiant Monitor 2 terletak pada panel transflective LCD 15,6 inci yang diusungnya. Berbeda dari panel IPS atau OLED biasa yang mengandalkan kecerahan tinggi buat melawan silau, teknologi ini memanfaatkan cahaya sekitar, mirip seperti cara kerja E Ink. Alhasil, alih-alih berubah jadi cermin, layar justru tetap tajam dan mudah dibaca meski diterpa matahari langsung.

Eazeye mengklaim peningkatan signifikan dari model sebelumnya. Monitor ini kini dibekali rasio kontras 1.000:1, reproduksi warna yang lebih akurat, serta lapisan UHR untuk meredam pantulan. Mode rendah cahaya juga disempurnakan dengan suhu warna lebih hangat, menjanjikan kenyamanan visual lebih baik saat dipakai di malam hari tanpa bikin mata cepat lelah.

Ultra Hemat Daya, Tapi Ada Kompromi

Layar Eazeye Radiant Monitor 2 menampilkan rendering gambar landscape dengan warna kontras
Panel transflective menjanjikan visibilitas tinggi tanpa bergantung pada backlight. (Photo: Eazeye)

Fitur paling mengejutkan dari perangkat ini adalah konsumsi dayanya. Saat backlight dimatikan sepenuhnya, yang memungkinkan berkat pemanfaatan cahaya sekitar tadi, monitor ini hanya menyedot daya sekitar 3 watt. Angka tersebut sangat ringan buat laptop, menjadikannya teman kerja mobile yang potensial saat stop kontak tak tersedia.

Namun, bobotnya mencapai 1,77 kilogram. Cukup terasa buat monitor portable yang sering dipindah-pindah. Lalu, stabilitas sudut pandangnya hanya 65 derajat, terpaut jauh dari panel IPS standar. Ini artinya, pengalaman visual terbaik akan sangat bergantung pada posisi duduk Anda. Buat pekerja lepas yang butuh layar kedua tangguh di lapangan, kompromi ini mungkin sepadan. Buat desainer grafis yang sensitif akurasi warna dari berbagai sisi, jelas ini bukan alat tempur utama.

Harga dan Logistik yang Memeras Dompet

Monitor Eazeye Radiant Monitor 2 dalam posisi berdiri dengan kabel USB-C terhubung ke laptop
Setup kerja mobile dengan Radiant Monitor 2 sebagai layar kedua. (Photo: Eazeye)

Radiant Monitor 2 bisa langsung dipesan lewat toko daring resmi Eazeye seharga 789 dolar AS atau sekitar Rp12,7 juta. Harga finalnya berpotensi jauh lebih mahal buat konsumen di Indonesia karena angka tersebut belum termasuk ongkos kirim, pajak penjualan impor, serta bea masuk. Mirisnya, pihak Eazeye juga menginformasikan estimasi pengiriman bisa memakan waktu hingga tiga bulan sejak pesanan dikonfirmasi.

Sumber: Notebookcheck