Selama ini ada anggapan umum bahwa PC gaming selalu menawarkan performa lebih tinggi ketimbang konsol, apalagi jika banderolnya jauh lebih mahal. Tapi sebuah pengujian terbaru menunjukkan realita yang cukup berbeda. Sebuah mini PC gaming dari Valve yang dibanderol tinggi justru tertinggal dari PlayStation 5 versi standar di sejumlah game populer.
Digital Foundry menguji perangkat yang mereka sebut sebagai Steam Machine dan membandingkannya langsung dengan PS5. Hasilnya mengejutkan: di beberapa judul game berat, konsol Sony yang harganya jauh lebih murah malah mencatat frame rate lebih tinggi. Ini seperti membeli mobil sport mahal tapi kalah akselerasi dari hatchback.
Ketika PS5 Justru Lebih Ngebut dari PC Mahal
Tim Digital Foundry membandingkan beberapa judul game yang kompatibel dengan Linux atau bisa berjalan lewat lapisan kompatibilitas Proton. Dari pengujian, GPU di dalam mini PC Valve ini menghasilkan performa yang sedikit di bawah kartu grafis desktop AMD Radeon RX 7600. Secara teori, angka itu seharusnya menghasilkan frame rate mirip dengan PS5. Tapi praktiknya tidak selalu begitu.
Salah satu contoh paling jelas terlihat di game Black Myth: Wukong. Dalam mode performance, PS5 unggul 3 persen dari Steam Machine. Meski di beberapa scene, sistem milik Valve kadang menampilkan visual yang sedikit lebih mulus ketika pengaturan grafis disamakan, selisih itu tetap menunjukkan konsol Sony tidak bisa dianggap remeh.
Di game Alan Wake 2, PS5 kembali unggul dengan rata-rata frame rate 9 persen lebih tinggi saat menjalankan stress test lewat Heroic Games Launcher di Linux. Bahkan di Crimson Desert, GPU PlayStation mencatat frame rate 17 persen lebih tinggi. Angka-angka ini cukup signifikan, terutama bagi Anda yang sensitif terhadap kelancaran visual saat bermain.
Kesenjangan paling besar muncul di Forza Horizon 5. Untuk mendekati 60 fps seperti yang bisa diraih PS5 di 4K, penguji terpaksa menurunkan resolusi Steam Machine ke 1620p. Walau perlu dicatat, absennya fitur dynamic resolution scaling di mini PC ini ikut memengaruhi hasil akhir, tetap saja fakta bahwa mesin yang lebih mahal harus mengalah di resolusi adalah sesuatu yang patut dicermati.
Sisi Lain yang Jadi Andalan Steam Machine
Pertarungan ini tentu tidak sepenuhnya berat sebelah. Prosesor 6-core Zen 4 milik Steam Machine ternyata punya keunggulan tersendiri dalam skenario yang terbebani CPU. Contohnya di area Bug Hill pada game Crimson Desert atau di area kota padat dalam Baldur's Gate 3, sistem dari Valve menunjukkan taringnya dan berjalan lebih mantap.

Tapi keunggulan hardware Sony dalam hal memory bandwidth yang lebih besar tetap sulit ditandingi di banyak game. Ini menjelaskan kenapa di mayoritas judul yang diuji, PS5 masih bisa menjaga keunggulan performa meskipun arsitektur PC Valve lebih fleksibel untuk dikustomisasi.
Soal harga, situasinya makin tidak menguntungkan Steam Machine sebagai alternatif konsol. PS5 versi digital kini dibanderol $599.99 setelah kenaikan harga terbaru. Sementara itu, pc mungil Valve dibanderol mulai dari $1,049 dan itu belum termasuk kontroler. Angka yang jauh lebih besar, namun untuk performa gaming yang dalam beberapa kasus justru lebih rendah.
Meski begitu, Steam Machine bukan produk yang salah arah. Perangkat ini lebih cocok untuk Anda yang sudah terbiasa di ekosistem PC gaming, suka bergonta-ganti komponen, dan menghargai desain casing ringkas yang bisa dikustomisasi. Ke depan, potensi peningkatan performa di 4K juga terbuka lebar dengan hadirnya teknologi upscaling FSR 4 yang akan datang.
Sumber: Notebookcheck

