GADGET / LIPUTAN KHUSUS

Power Bank Baseus PicoGo AM52 Bawa Qi2.2 25W untuk iPhone 18 Pro

/ Lima power bank magnetik untuk iPhone 18 Pro menawarkan pengisian Qi2.2 hingga 25W, kapasitas 5.000mAh-10.000mAh, serta harga mulai Rp1,7 jutaan.

MAYA KARTIKA •
Power bank Baseus PicoGo Dark Cherry dengan sambungan magnetik untuk iPhone 18 Pro
Baseus PicoGo AM52 dalam warna Dark Cherry menawarkan kapasitas 10.000mAh dan pengisian Qi2.2 25W.
FOTO: Dok. Baseus

Power bank magnetik untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kini menawarkan pengisian nirkabel Qi2.2 hingga 25W, kapasitas 5.000mAh-10.000mAh, serta keluaran kabel sampai 45W. Baseus PicoGo AM52 menjadi pilihan paling seimbang berkat baterai 10.000mAh, kabel USB-C bawaan, dan lapisan silikon yang membantu menjaga sambungan magnetik.

Kelima model memiliki arah desain berbeda. Ada yang mengejar kapasitas besar, pendinginan, layar informasi, bodi tipis, hingga kemampuan mengisi dua perangkat sekaligus. Harga yang tersedia dalam sumber berkisar mulai Rp1,7 jutaan hingga Rp2,7 jutaan, sebelum memperhitungkan harga resmi di Indonesia.

Qi2.2 25W Menjadi Spesifikasi Utama

Power bank magnetik dengan pengisian Qi2.2 untuk iPhone 18 Pro
Power bank magnetik dengan pengisian Qi2.2 menjadi pilihan untuk memperpanjang daya iPhone 18 Pro. (Foto: Produsen)

Pengguna iPhone 18 Pro sebaiknya tidak hanya mencari label “MagSafe kompatibel”. Istilah tersebut belum cukup untuk memastikan pengisian pada kecepatan terbaru, sebab power bank Qi2 generasi lama tetap dapat menempel secara magnetik tetapi terbatas pada 15W.

Fokusnya jelas.

Listing produk perlu menyebut Qi2.2 dan 25W secara spesifik. Standar tersebut menjadi pembeda utama pada Baseus PicoGo AM52, UGreen MagFlow Pro, Anker MagGo 2 Pro, dan Belkin UltraCharge Slim 10K. Baseus PicoGo AM71 berada di kelas berbeda karena pengisian nirkabelnya hanya mencapai 15W.

Lima Model, Lima Prioritas Pemakaian

Anker MagGo 2 Pro dengan layar warna dan penyangga lipat
Anker MagGo 2 Pro membawa kipas SnapCool, layar warna, dan penyangga lipat hingga 80 derajat. (Foto: Anker)

Baseus PicoGo AM52 dan UGreen MagFlow Pro

Belkin UltraCharge Slim 10K dengan pengisian magnetik Qi2.2
Belkin UltraCharge Slim 10K mendukung pengisian nirkabel Qi2.2 25W dan pengisian tembus 30W. (Foto: Belkin)

Baseus PicoGo AM52 membawa baterai 10.000mAh, pengisian Qi2.2 25W, dan keluaran kabel 45W melalui USB-C. Kabel USB-C terintegrasi membuatnya lebih praktis untuk perjalanan, sementara masukan hingga 30W mempercepat pengisian ulang unit. Pengguna juga dapat mengisi iPhone secara nirkabel sambil mengisi perangkat lain, seperti AirPods, melalui port USB-C.

Lapisan silikon menggantikan plastik keras pada bagian luar. Material ini memberi cengkeraman lebih baik pada punggung ponsel, sehingga sambungan magnetik berpeluang tetap stabil saat perangkat digunakan.

UGreen MagFlow Pro memiliki kapasitas sama, tetapi menonjolkan sistem pendinginan mikro-pompa cairan. Sistem tersebut memadukan material perubahan fase dan sirkuit cairan untuk memindahkan panas dari permukaan pengisian. UGreen mencatat suhu puncak hingga 10 derajat Celsius lebih rendah daripada tolok ukur industri sekitar 48 derajat Celsius, tetapi angka itu berasal dari pengujian internal perusahaan.

MagFlow Pro diperkenalkan pada IFA 2026 di Berlin pada 4 September dan dibanderol sekitar Rp2,7 jutaan (149,99 dolar AS). Produk ini menjadi yang termahal dalam daftar.

Anker MagGo 2 Pro dan Belkin UltraCharge Slim 10K

Baseus PicoGo AM71 dengan bodi tipis untuk pengisian iPhone
Baseus PicoGo AM71 memiliki ketebalan 6,9mm dan kapasitas 5.000mAh untuk kebutuhan portabel. (Foto: Baseus)

Anker MagGo 2 Pro, model A110R, menggunakan kipas internal bernama SnapCool untuk menjaga permukaan pengisian di bawah 36 derajat Celsius. Pengukuran itu dilakukan bersama iPhone 17 Pro pada suhu lingkungan 25 derajat Celsius, sehingga hasil nyata dapat berubah mengikuti model ponsel, suhu ruangan, dan kondisi pengisian.

Perangkat ini menyediakan port USB-C 45W serta memungkinkan pengisian kabel dan nirkabel berjalan bersamaan tanpa mengurangi kecepatan masing-masing koneksi, menurut Anker. Layar warna di sisi bodi menampilkan persentase baterai, suhu permukaan, dan kesehatan baterai. Penyangga lipatnya dapat diatur hingga sudut 80 derajat.

Harganya sekitar Rp1,9 jutaan (109,99 dolar AS) dan pengiriman dijadwalkan mulai 28 September setelah masa prapesan.

Belkin UltraCharge Slim 10K membawa baterai 10.000mAh, Qi2.2 25W, dan port USB-C 30W. Belkin mengklaim pengisian iPhone 17 Pro dari 0 hingga 50 persen membutuhkan 39 menit melalui bantalan nirkabel. Produk ini juga mendukung pengisian tembus 30W, sehingga power bank dan ponsel dapat diisi bersamaan dari satu adaptor.

UltraCharge Slim 10K meluncur pada akhir Juni dengan harga sekitar Rp1,7 jutaan (69,99 poundsterling).

Baseus PicoGo AM71 untuk Bodi Lebih Tipis

Baseus PicoGo AM71 mengutamakan portabilitas. Ketebalannya hanya 6,9mm, tetapi kapasitasnya turun menjadi 5.000mAh, pengisian nirkabel maksimal 15W, dan keluaran kabel 22,5W. Kabel USB-C ke USB-C pendek tersedia dalam paket, sedangkan masukan pengisian ulang mencapai 20W.

Model ini lebih sesuai bagi pengguna yang mengutamakan bobot dan ketebalan rendah daripada pengisian tercepat. Catatannya sederhana: kapasitas lebih kecil dan pengisian nirkabel lebih lambat dibandingkan model Qi2.2 25W.

Angka Kapasitas Tidak Sama dengan Daya Terpakai

Label 10.000mAh tidak berarti seluruh kapasitas tersebut masuk ke baterai iPhone. Setelah memperhitungkan kehilangan energi saat konversi, daya yang benar-benar tersedia untuk ponsel biasanya sekitar 5.500mAh hingga 6.500mAh.

Hasil pengisian juga dipengaruhi adaptor, suhu lingkungan, kondisi baterai, serta perangkat yang digunakan dalam pengujian. Klaim waktu pengisian dan suhu sebaiknya dibaca sebagai hasil pada kondisi tertentu, bukan jaminan untuk setiap pemakaian.

Menentukan Power Bank untuk Rotasi Harian

Baseus PicoGo AM52 paling menarik bagi pengguna yang menginginkan kapasitas besar, kabel bawaan, dan bodi dengan cengkeraman silikon. UGreen MagFlow Pro lebih relevan bagi pengguna yang memperhatikan pengelolaan panas, meski harganya paling tinggi dan data suhunya masih berasal dari pengujian internal. Anker MagGo 2 Pro unggul pada informasi layar, kipas pendingin, dan penyangga terintegrasi.

Belkin UltraCharge Slim 10K menawarkan keseimbangan kapasitas, pengisian tembus, dan harga yang lebih rendah berdasarkan angka konversi, sedangkan Baseus PicoGo AM71 cocok untuk tas kecil dan kebutuhan darurat ringan.

• Kelebihan utama: dukungan Qi2.2 25W pada empat model, kapasitas 10.000mAh pada sebagian besar pilihan, serta keluaran kabel hingga 45W.

• Catatan pemakaian: kapasitas efektif lebih rendah daripada angka label, kinerja suhu bergantung kondisi, dan AM71 hanya mendukung pengisian nirkabel 15W.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Power Bank Baseus PicoGo AM52 Bawa Qi2.2 25W untuk iPhone 18 Pro

Q1Mengapa dukungan Qi2.2 25W penting untuk iPhone 18 Pro?
Qi2.2 25W menjadi penanda bahwa power bank dapat memanfaatkan batas pengisian nirkabel terbaru pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Power bank Qi2 lama bisa tetap menempel, tetapi pengisiannya terbatas pada 15W.
Q2Power bank mana yang memiliki keluaran kabel paling besar?
Baseus PicoGo AM52, UGreen MagFlow Pro, dan Anker MagGo 2 Pro menyediakan keluaran USB-C hingga 45W. Belkin UltraCharge Slim 10K mencapai 30W, sedangkan Baseus PicoGo AM71 mencapai 22,5W.
Q3Apa perbedaan utama Baseus PicoGo AM52 dan AM71?
AM52 memiliki baterai 10.000mAh, pengisian nirkabel Qi2.2 25W, dan keluaran kabel 45W. AM71 lebih tipis dengan ketebalan 6,9mm, tetapi kapasitasnya 5.000mAh dan pengisian nirkabelnya 15W.
Sumber: Gizmochina
M
WEARABLE & HEALTH TECH EDITOR

Maya Kartika

Penulis gawai gaya hidup dan teknologi kebugaran digital. Aktif menguji akurasi sensor biometrik smartwatch, kualitas transmisi audio TWS, dan integrasi aplikasi kesehatan.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH MAYA KARTIKA →

TERKAIT