Baseus resmi membuka masa pre-order untuk perangkat pengisian daya terbarunya yang menyasar pengguna multi-perangkat dengan kebutuhan daya tinggi. Baseus EnerGeek GH21 hadir sebagai charger GaN berkemampuan 160W yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah klasik pada kepala pengisian daya cepat, yakni penumpukan panas ekstrem dan penurunan performa output dalam jangka panjang.
Perangkat ini memiliki dimensi bodi yang tergolong ringkas di angka 45 x 47 x 77,4 mm dengan bobot sekitar 230 gram tanpa kotak kemasan. Rentang voltase input yang didukung adalah 100-240V, membuatnya fleksibel untuk penggunaan lintas wilayah. Dari segi output, masing-masing dari ketiga port USB-C yang tersedia sanggup mengalirkan daya hingga 140W secara mandiri, sementara penggunaan dua atau tiga port secara bersamaan akan membagi total daya hingga batas maksimal 160W.
Sistem Pendingin Aktif dan Kontrol Suhu Pintar
Masalah utama dari kepala charger berdaya besar adalah suhu operasional yang tinggi. Untuk meredam panas tersebut, Baseus menyematkan sistem pendingin aktif bergaya e-sports dengan jalur aliran udara melingkar yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi pembuangan panas hingga 35 persen.
Bagian internalnya mengandalkan motor levitasi magnetik DC centrifugal turbofan berkecepatan tinggi yang mampu berputar hingga 12.500 RPM. Kipas ini sanggup memindahkan udara sebesar 0,96 CFM, atau 128 persen lebih besar dibanding desain konvensional di kelasnya. Selain itu, tersedia pula mode tidur manual bagi pengguna yang ingin mematikan putaran kipas demi kesenyapan saat pengisian daya di malam hari.
Kinerja pendinginan ini juga disokong oleh area termal graphene seluas 2.584 mm² serta teknologi AI adaptive temperature control. Kombinasi tersebut diklaim mampu memangkas suhu charger hingga 18°C dalam sepuluh menit pertama penggunaan daya penuh, sebelum akhirnya stabil di kisaran 66°C. Angka ini sekitar 15°C lebih dingin jika dibandingkan charger berdaya tinggi konvensional yang hanya mengandalkan pendinginan pasif.
Manajemen Daya Pintar dan Layar Indikator
Urusan distribusi energi dikendalikan oleh modul PowerTune 3.0 yang memindai kondisi port setiap tiga detik sekali. Sistem ini bertugas mengatur ulang pembagian daya secara dinamis tanpa memutus aliran listrik ke perangkat lain saat ada kabel yang dicabut atau dicolokkan.
Port C3 pada charger ini bahkan telah mendukung protokol Xiaomi 120W Hyper Charge. Berkat dukungan tersebut, sebuah smartphone Xiaomi 17 Pro dapat diisi dayanya hingga 80 persen dalam kurun waktu sekitar 30 menit saja.
Pada sisi muka, terpasang layar TFT penuh warna berukuran 1,8 inci yang menjalankan antarmuka BaseusView 2.0. Panel ini menyajikan informasi real-time mulai dari besaran daya, estimasi sisa waktu pengisian, suhu operasional, hingga ringkasan statistik singkat sesaat setelah proses pengisian daya rampung. Pengguna juga dapat mengetuk layar dua kali untuk membalik orientasi tampilan atau memilih opsi screensaver interaktif.
Masa pre-order perangkat ini sudah dibuka di China dengan harga 399 yuan, atau setara dengan kisaran Rp1,1 jutaan (¥399).
