GADGET / LIPUTAN KHUSUS

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Lawan Dimensity 9600 Pro di 2nm

/ Qualcomm dan MediaTek resmi merilis prosesor flagship berfabrikasi 2nm lewat Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro dengan peningkatan performa drastis.

RIAN PRADANA •
Perbandingan visual Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro
Tampilan visual perbandingan chipset flagship Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 melawan Dimensity 9600 Pro.
FOTO: Gizmochina

Persaingan dapur pacu ponsel pintar kelas atas memasuki babak baru yang sangat menarik pada September 2026. Qualcomm dan MediaTek secara resmi memperkenalkan chipset flagship terbaru mereka yang sama-sama beralih ke proses manufaktur 2nm TSMC (N2P). Transisi teknologi fabrikasi ini menjadi lompatan besar setelah industri bertahan di angka 3nm selama tiga tahun terakhir.

Qualcomm mengejutkan industri dengan mengubah skema penamaan produknya menjadi Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, sementara MediaTek mempertahankan lini Pro lewat Dimensity 9600 Pro. Pengujian performa menggunakan Xiaomi 18 Pro Max dan Vivo X500 Pro Max menunjukkan persaingan yang sangat ketat di berbagai sektor benchmark.

Lonjakan Performa CPU dan Skor Benchmark

Grafik skor Geekbench Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro
Hasil pengujian skor Geekbench 7 memperlihatkan performa inti tunggal dan multi-inti kedua chipset. (Foto: Gizmochina)

Pengujian Geekbench 7 menempatkan Xiaomi 18 Pro Max dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 unggul pada pengujian inti tunggal. Chipset Qualcomm ini mampu meraih 3.163 poin, sementara Vivo X500 Pro Max yang mengandalkan Dimensity 9600 Pro mencatatkan angka 2.600 poin. Selisih ini menunjukkan keunggulan sekitar 21 persen untuk kubu Snapdragon.

Namun, keadaan berbalik pada pengujian multi-inti. Dimensity 9600 Pro sukses membukukan total skor 10.634 poin, unggul sekitar 4 persen dibandingkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang berada di angka 10.172 poin. Meskipun selisih multi-inti tergolong tipis, efisiensi dari arsitektur inti baru memberikan dampak nyata pada penggunaan harian.

Pada pengujian AnTuTu, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 memimpin tipis dengan total skor hampir 4,6 juta poin atau tepatnya 4.592.331 poin. Di sisi lain, Dimensity 9600 Pro mengekor dekat dengan perolehan 4.324.196 poin. Selisih keseluruhan hanya terpaut sekitar 6 persen saja antara kedua prosesor kelas atas ini.

Arsitektur 2nm dan Efisiensi Daya

Grafik skor AnTuTu Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro
Perbandingan skor AnTuTu memperlihatkan dominasi tipis Qualcomm atas MediaTek di kelas 2nm. (Foto: Gizmochina)

Peralihan ke node 2nm memberikan ruang bagi Qualcomm untuk mendobrak batas kecepatan clock puncak hingga menembus angka 5 GHz untuk pertama kalinya pada prosesor mobile. Konfigurasi inti tetap mempertahankan pola 2+6, di mana enam inti performa kini sanggup berlari hingga kecepatan 4,0 GHz. Qualcomm mengklaim adanya peningkatan efisiensi daya hingga 37 persen.

MediaTek memilih pendekatan berbeda dengan mengadopsi inti terbaru dari ARM serta mengubah konfigurasi CPU menjadi pola 2+3+3. Dua inti C2-Ultra utama sanggup digeber hingga 4,55 GHz. MediaTek mengklaim peningkatan performa single-core sebesar 17 persen serta lonjakan efisiensi daya multi-core yang masif hingga 61 persen.

Integrasi AI pada GPU dan Kemampuan Kamera

Perbedaan paling mendasar terletak pada cara kedua pabrikan menangani pemrosesan kecerdasan buatan. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 memindahkan blok pemrosesan AI secara langsung ke dalam silikon GPU Adreno 850. Pendekatan ini memangkas latensi visual secara drastis karena data tidak perlu lagi melintas menuju NPU terpisah.

Sebaliknya, Dimensity 9600 Pro mempertahankan jalur grafis standar ARM namun memperkuat bus interkoneksi serta cache secara menyeluruh di dalam SoC. NPU 1090 bertindak sebagai pusat kendali terpadu yang menyuplai data AI secara simultan ke CPU, GPU, dan ISP. Dukungan gaming bahkan sudah mencapai laju penyegaran lebih dari 185 fps.

Sektor pencitraan juga mendapatkan peningkatan yang masif pada kedua chipset ini. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dibekali ISP 3-kanal 20-bit yang sanggup menangani tiga kamera 64MP secara bersamaan tanpa jeda rana. Kemampuan rekam videonya mendukung resolusi hingga 8K di 60fps serta gerak lambat 4K di 240fps.

MediaTek Imagiq 1290 ISP pada Dimensity 9600 Pro tidak mau kalah dengan rentang dynamic range mencapai 17EV. Kedua chipset andalan ini sudah mulai menghiasi pasar Tiongkok lewat lini ponsel premium, dan dipastikan segera merambah pasar global dalam waktu dekat.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 Lawan Dimensity 9600 Pro di 2nm

Q1Apa proses manufaktur yang digunakan oleh Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro?
Kedua chipset flagship ini sama-sama menggunakan proses manufaktur 2nm (N2P) dari TSMC.
Q2Prosesor mana yang lebih unggul dalam pengujian single-core Geekbench?
Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 unggul di sektor single-core dengan skor 3.163 poin berbanding 2.600 poin milik Dimensity 9600 Pro.
SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Qualcomm

Semua #Qualcomm
Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbud Premium
WEARABLE

Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbud Premium

Qualcomm memperkenalkan Snapdragon Sound Elite Gen 2 dengan Wi-Fi 6E, aptX Lossless, AI on-device, dan konsumsi daya hingga 40% lebih rendah.

26 Sep 2026 Baca artikel →
Sumber: Gizmochina
R
MINI PC & SFF COMPUTING SPECIALIST

Rian Pradana

Pemerhati sistem komputer kompak (Small Form Factor) dan performa hardware. Berfokus pada arsitektur prosesor x86/ARM hemat daya, handheld PC, dan setup meja kerja ringkas.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH RIAN PRADANA →

TERKAIT