Bepergian dengan laptop dan dua ponsel seringkali berarti harus membawa dua charger terpisah atau menunggu giliran mengisi daya sepanjang malam. Ugreen mencoba memangkas kerumitan ini lewat rilis terbarunya, Nexode Air 65W Slim, sebuah adaptor GaN yang memadukan daya besar dengan bodi ultra-tipis. Kami penasaran apakah angka 65 watt di bodi setipis ini bisa benar-benar diandalkan tanpa bikin cemas soal panas.
- Desain super tipis hanya 1,45 cm, mudah diselipkan di saku atau pouch laptop.
- Tiga port sekaligus: dua USB-C dan satu USB-A untuk mengisi laptop dan ponsel bersamaan.
- Mendukung protokol PD, PPS, dan QC untuk kompatibilitas luas.
- Dibanderol sekitar Rp286 ribuan di China, segera hadir secara global.
Desain Tipis yang Tidak Mengorbankan Jumlah Port

Bicara soal dimensi, charger ini hanya punya ketebalan 1,45 cm. Angka ini hanya 0,2 mm lebih tebal dari saudaranya, Nexode Air 45W Slim yang sudah lebih dulu diuji. Artinya, meskipun kini membawa konfigurasi tiga port, ia tetap bisa masuk ke saku celana tanpa menimbulkan tonjolan yang mengganggu. Ini lompatan praktis, karena biasanya charger multi-port berdaya 65W masih mengandalkan bata tebal yang kurang bersahabat untuk mobilitas tinggi.
Distribusi Daya dan Teknologi Pendingin
Dari tiga port yang tersedia, satu USB-C1 sanggup memompa daya hingga 65W, cukup untuk MacBook Air atau ultrabook modern. Port USB-C2 memberikan output 30W, sementara USB-A menyediakan 22,5W. Saat ketiga port digunakan bersamaan, USB-C1 akan menyalurkan 45W, dan dua port lainnya berbagi total 15W. Dengan kata lain, total output puncak saat penuh adalah 60W, masih sangat layak untuk mengisi laptop dan ponsel sekaligus.
Ugreen mengklaim adaptor ini dibekali sistem kontrol suhu buatan sendiri untuk mengatasi panas berlebih. Ini bukan klaim remeh, karena pengujian pada seri 45W Slim sebelumnya menunjukkan bahwa charger mungil ini memang efisien, tapi cenderung cepat panas saat dipacu mengisi daya tinggi dalam waktu lama. Jika solusi pendingin di seri 65W ini benar-benar bekerja, maka kekhawatiran utama pengguna soal charger tipis bisa sedikit teredam.
Analisis Penggunaan: Adaptor ini jelas menyasar pekerja mobile yang membawa banyak perangkat namun enggan membawa kabel dan kepala charger ekstra. Komprominya ada pada batasan output saat semua port bekerja, yang mungkin terasa kurang ngebut untuk laptop workstation berdaya tinggi. Namun untuk ultrabook, tablet, dan ponsel, ini adalah kombo ringkas yang masuk akal.
Bicara soal harga, perangkat ini meluncur di China dengan banderol 129 Yuan atau sekitar Rp286 ribuan, dan diharapkan segera menyusul ke pasar global. Sebagai perbandingan, seri Nexode Pro 65W yang lebih konvensional saat ini dijual di Amazon seharga $44,99 atau kira-kira Rp707 ribuan. Ini menjadikan Air 65W Slim opsi yang jauh lebih ramah kantong, terutama saat nanti resmi tersedia secara internasional.
Sumber: Notebookcheck

