Treyarch akhirnya mengumumkan sesuatu yang sudah lama dinanti para fans PlayStation. Dua seri legendaris, Call of Duty: Black Ops dan Black Ops 2, dipastikan akan hadir di PS5. Kabar gembira ini sontak membangkitkan nostalgia kampanye pemain tunggal dan mode zombies yang ikonik. Namun, ada satu detail yang langsung memicu perdebatan hangat di komunitas: banderol harganya.
Ketika trailer pengumuman rilis untuk bulan Juli mendatang tidak menyertakan informasi harga, para penggemar mulai mencari petunjuk. Bocoran pun muncul dari sumber yang cukup kredibel. Menurut laporan CharlieIntel, toko Xbox sudah memperbarui harga kedua game ini. Tanpa diskon, Anda mungkin harus menyiapkan dana sekitar $80 atau setara Rp1,2 jutaan untuk membawa pulang dua game lawas ini.
Harga Game Murah, Namun Konten Tambahan yang Bikin Bengkak
Yang perlu Anda cermati adalah, banderol $80 itu tampaknya hanya untuk game dasarnya saja. Ketika nanti PlayStation Store mengikuti formula harga yang sama, berbagai DLC seharga $10 tidak akan Anda dapatkan secara cuma-cuma. Artinya, biaya untuk melengkapi pengalaman bermain bisa langsung melonjak.
Memang, ada sedikit angin segar untuk urusan konten tambahan. Pihak Activision memutuskan untuk memangkas harga Season Pass dari yang semula $50 menjadi $30 atau sekitar Rp450 ribuan. Kabar baik lainnya, sebagian besar item kosmetik dalam game akan bisa Anda nikmati secara gratis.
Namun, jika Anda adalah tipe pemain yang ingin memiliki semuanya, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Berdasarkan kalkulasi TheGamer, membeli Call of Duty: Black Ops dan Black Ops 2 lengkap dengan seluruh konten tambahannya akan menguras kantong Anda hingga $150, atau lebih dari Rp2 jutaan.
Kenapa Game Setua Ini Dihargai Sangat Mahal?
Kritik dari pendukung setia franchise Activision pun langsung bermunculan. Pasalnya, game orisinalnya sudah debut sejak tahun 2010 dan 2012. Melepas game berusia lebih dari satu dekade dengan harga yang nyaris setara game anyar tentu terasa janggal. Apalagi, port PS5 yang hadir ini jelas bukanlah sebuah remaster atau remake. Anda tidak akan menemukan peningkatan grafis secara besar-besaran atau perombakan kualitas hidup yang signifikan.
Situasi ini memang cukup pelik. Di platform lain seperti PC dan Xbox, gamer sudah bisa menikmati kedua game ini sejak lama. Melalui Steam, Anda dapat menemukan kedua judul ini di marketplace Valve. Sementara upaya backward compatibility Microsoft memastikan judul-judul lama tetap bisa dimainkan di konsol terbaru mereka. Nah, masalah utamanya terletak pada arsitektur PlayStation 3. Cell processor yang tidak lazim di konsol lawas itu membuat proses modernisasi game untuk perangkat keras PlayStation generasi terkini menjadi sangat sulit.
Fenomena Harga yang Tak Pernah Turun dan Mode Multiplayer yang Dipertanyakan
Yang menarik, Activision selama ini memang dikenal enggan memberikan diskon besar untuk judul Call of Duty lawas yang masih populer. Jika Anda melongok ke Steam saat tidak ada promo, Anda akan tetap mendapati label harga $40. Sebuah strategi yang cukup konsisten dijalankan oleh sang penerbit.
Di luar soal harga, ada kegelisahan lain yang menghantui calon pembeli, yaitu soal mode multiplayer. Para pemain loyal kerap mengeluhkan mode permainan yang sudah usang dan dikepung oleh para cheater. Sayangnya, hingga saat ini Treyarch belum memberikan klarifikasi apakah tanggal rilis Black Ops dan Black Ops 2 di PS5 nanti akan turut memperkenalkan server baru yang lebih terawat.
Dari segi performa, gamer PlayStation kemungkinan besar tidak akan melihat kehadiran visual native 120 Hz untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Meski begitu, Anda tetap bisa menikmati esensi utama kedua game ini. Kampanye pemain tunggal orisinal dan mode zombies yang legendaris akan tetap tersedia di dalam port ini. Harapannya, pihak penerbit menawarkan bundel yang mencakup DLC agar pengalaman bernostalgia dengan dua game klasik ini terasa lebih bersahabat di dompet.
Sumber: Notebookcheck


