Dunia game PC mendadak dihebohkan oleh kehadiran sekuel game tembak-tembakan taktis bertema jalanan. Dirilis oleh Trapstar Games pada 8 Oktober lalu, game berjudul Hooded Warfare 2 menawarkan pengalaman pertempuran multiplayer klasik yang mengingatkan kita pada seri awal CallofDuty, namun dibalut dengan nuansa gangster urban yang kental.
Hanya dalam waktu kurang dari sepekan sejak peluncurannya di platform Steam, game ini langsung meroket dan mencatatkan rekor mendekati 15.000 pemain yang aktif secara bersamaan. Fenomena viral ini tidak lepas dari berbagai klip aksi brutal dan jenaka yang beredar luas di media sosial, termasuk video sorotan dari pemain profesional yang ditonton jutaan kali.
Daya Tarik Gaya Jalanan dan Unreal Engine 5
Mengusung latar pertempuran antar geng rival di sudut kota Chicago, Hooded Warfare 2 meninggalkan kesan militer konvensional yang biasa ditemui pada game sejenis. Pengembang memilih untuk merangkul berbagai klise kultur jalanan, mulai dari dentuman musik hip-hop, sistem trash talk antar pemain, hingga aksi drive-by shootings yang berfungsi sebagai hadiah killstreak saat mendominasi pertempuran.
Secara visual, peningkatan dari seri pertamanya sangat terasa berkat dukungan mesin grafis Unreal Engine 5. Jika pendahulunya dulu hanya mampu menarik kurang dari 70 pemain konkuren di SteamDB, kehadiran sekuel ini membuktikan bahwa kombinasi humor absurd dan visual yang lebih tajam berhasil memikat perhatian para pencinta game aksi cepat.
Tidak ada mode cerita tunggal yang disajikan dalam paket penjualan seharga Rp106 ribuan ($5.99) ini, atau sekitar Rp95 ribuan ($5.39) jika memanfaatkan diskon peluncuran 10 persen. Sebagai gantinya, pemain langsung disuguhkan enam mode multiplayer kompetitif yang menantang koordinasi tim maupun ketangkasan individu di medan perang.
Mode Permainan dan Fitur Kustomisasi Senjata
Pilihan mode yang disediakan mencakup Turf War untuk menguasai teritori, Chaos sebagai ajang baku tembak bebas, hingga mode klasik seperti deathmatch. Pemain juga dapat menguji strategi melalui mode pencurian jarahan, penanaman bom, atau misi mengumpulkan kalung penanda dari lawan yang berhasil dikalahkan di arena.
Sebelum terjun ke dalam area pertempuran, tersedia ruang kustomisasi senjata yang cukup mendalam. Pemain dapat memasang berbagai aksesori seperti bidikan, pegangan khusus, magasin tambahan, hingga membuka skin baru melalui penyelesaian tantangan senjata di setiap pertandingan.
Catatan Teknis dan Evaluasi Pemain
Kendati mencatatkan angka pemain yang fantastis, ulasan yang diterima di Steam masih berada di kisaran 79 persen. Sejumlah pemain melaporkan kendala teknis yang cukup mengganggu, terutama maraknya penggunaan aimbot oleh oknum peretas serta sistem spawn yang dinilai kurang seimbang dan durasi time-to-kill yang terlalu singkat.
Di balik beberapa kendala teknis tersebut, mayoritas pemain tetap memuji aspek mekanik tembak-tembakan yang lugas serta gelombang nostalgia yang ditawarkannya. Bagi para penggemar game tembak-tembakan taktis yang mencari hiburan cepat tanpa beban narasi yang rumit, judul ini menawarkan nilai hiburan yang sepadan dengan harganya.