GAMING / LIPUTAN KHUSUS

Nintendo Switch 2 Batasi Game-Key Cards ke Cartridge, Kolektor Kecewa

/ Aturan baru Nintendo Switch 2 melarang penerbit mengalihkan format Game-Key Cards ke cartridge fisik penuh setelah diluncurkan. Kolektor soroti kepemilikan media fisik.

DIMAS ARYASUTA •
Kartu media Game-Key Card dan cartridge untuk konsol Nintendo Switch 2
Kebijakan baru Nintendo Switch 2 dilaporkan membatasi penerbit untuk mengalihkan format Game-Key Cards menjadi cartridge fisik penuh setelah rilis.
FOTO: Dok. Nintendo

Nintendo diduga memberlakukan kebijakan ketat yang melarang penerbit game mengalihkan format rilisan dari Game-Key Cards ke cartridge fisik penuh setelah peluncuran resmi. Kebijakan ini memicu kekecewaan di kalangan kolektor media fisik yang mengandalkan konsol Nintendo Switch 2 sebagai benteng terakhir kepemilikan game secara permanen tanpa ketergantungan server unduhan.

Laporan dari peritel video game asal Kanada, Video Games Plus, mengungkap adanya batasan internal yang mengunci format rilisan awal suatu judul game. Jika sebuah penerbit memilih meluncurkan game dalam format Game-Key Cards, judul tersebut tidak dapat dirilis ulang menggunakan cartridge fisik biasa di kemudian hari.

Dilema Format dan Kebijakan Internal Nintendo

Langkah ini memicu perdebatan. Video Games Plus sempat menghapus unggahan awalnya di media sosial sebelum memberikan klarifikasi tambahan. Peritel tersebut menjelaskan bahwa kebijakan Nintendo tersebut diterapkan atas pertimbangan tertentu yang masuk akal, bukan sekadar untuk menghalangi fleksibilitas penerbit.

Spekulasi yang beredar menyebutkan bahwa Nintendo ingin menjaga konsistensi dan menghindari kebingungan di tingkat konsumen. Saat ini, pembeli sudah memiliki opsi pembelian digital via eShop dan media fisik. Jika penerbit menambahkan format fisik cartridge kedua untuk game yang sama, pembeli versi awal Game-Key Cards berisiko merasa produk yang mereka beli memiliki kualitas lebih rendah.

Perbedaan Game-Key Cards dan Cartridge Fisik

Bagi para kolektor, perbedaan kedua format ini sangat krusial bagi pelestarian game jangka panjang. Cartridge konvensional menyimpan hampir seluruh data permainan secara fisik di dalam papan sirkuit. Game dapat langsung dijalankan tanpa perlu terkoneksi ke internet.

Data utama wajib diunduh. Hal ini berlaku bagi Game-Key Cards yang hanya menyimpan kunci lisensi di dalam media fisik. Pengguna tetap diwajibkan mengunduh berkas game berukuran besar ke memori konsol sebelum dapat memainkannya. Jika layanan server eShop ditutup di masa mendatang, media Game-Key Cards tidak lagi dapat digunakan secara utuh.

Opsi Cartridge 32 GB dan Efisiensi Biaya Produksi

Sebelumnya, biaya produksi menjadi kendala utama karena Nintendo disinyalir hanya menyediakan cartridge berkapasitas 64 GB yang harganya relatif mahal bagi studio skala menengah. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan hadirnya opsi cartridge 32 GB dengan biaya produksi yang lebih terjangkau. Game Stellar Blade Complete Edition menjadi salah satu judul yang memanfaatkan cartridge 32 GB tersebut.

Penerbit seperti ININ juga membuktikan bahwa keputusan format bisa diubah sebelum game resmi meluncur. Kasus R-Type Dimensions III menunjukkan penerbit membatalkan format Game-Key Cards dan beralih ke cartridge fisik penuh sebelum rilis, meskipun konsumen harus membayar harga sedikit lebih mahal. Kolektor menuntut kepastian hak. Komunitas berharap Nintendo dapat memberikan fleksibilitas kebijakan agar format Game-Key Cards tidak mendominasi pasar game fisik di Nintendo Switch 2.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Nintendo Switch 2 Batasi Game

Q1Apa perbedaan utama antara cartridge biasa dan Game-Key Cards pada Nintendo Switch 2?
Cartridge biasa menyimpan hampir seluruh berkas data game di dalam media fisik sehingga bisa langsung dimainkan. Sementara itu, Game-Key Cards hanya berfungsi sebagai kunci lisensi fisik yang mewajibkan pengguna mengunduh berkas data utama melalui internet.
Q2Mengapa penerbit tidak bisa mengubah Game-Key Cards menjadi cartridge biasa setelah peluncuran?
Menurut laporan peritel Video Games Plus, terdapat kebijakan resmi dari Nintendo yang melarang perubahan format tersebut guna menghindari kebingungan konsumen serta menjaga konsistensi varian produk yang beredar di pasaran.
SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Nintendo

Semua #Nintendo
D
SENIOR TECH & MOBILE HARDWARE EDITOR

Dimas Aryasuta

Jurnalis teknologi yang mendalami pengujian perangkat seluler, arsitektur chipset, dan teknologi sensor kamera. Berpengalaman lebih dari 8 tahun mengulas gawai secara empiris untuk pasar Indonesia.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH DIMAS ARYASUTA →

TERKAIT