Zelda: Ocarina of Time Remake untuk platform Nintendo Switch 2 berhasil mencatatkan rekor baru di situs agregator Metacritic. Perangkat lunak game klasik yang dikemas ulang ini mengantongi skor pengguna sebesar 9.6 dari 10, mengungguli deretan judul populer lain di tangga peringkat. Pencapaian ini terbilang impresif. Pasalnya, judul besutan Nintendo ini sempat dihantam gelombang review bombing tak lama setelah keran ulasan dibuka untuk publik.
Embargo ulasan untuk media teknis dan reviewer YouTube resmi berakhir pada 4 November. Metacritic baru membuka kolom ulasan pengguna 36 jam setelah tanggal rilis resmi pada 5 November. Ulasan pengguna terus bertambah. Hingga kini, lebih dari 3.900 penilaian telah masuk. Skor rata-rata kritikus mencapai 96. Angka tersebut memang berada sedikit di bawah versi original Nintendo 64 yang mengantongi nilai 99. Namun, respons komunitas pemain justru menempatkan adaptasi Game Switch 2 ini di posisi puncak.
Menguasai Puncak Peringkat Komunitas Metacritic
Dengan nilai 9.6, Zelda: Ocarina of Time Remake berhasil melampaui Clair Obscur: Expedition 33 yang bertahan di angka 9.4 dari 27.500 ulasan. game ini juga mengungguli judul besar lain seperti Silent Hill 2, Splatoon Raiders, Resident Evil Requiem, hingga The Witcher 3: Wild Hunt yang masing-masing tertahan di angka 9.3.
Banyak gamer memuji peningkatan visual yang ditawarkan Nintendo Switch 2 pada lanskap Hyrule. Skema kontrol terasa lebih modern dan eksplorasi dungeon dibuat tidak semenguras versi lawas. Peningkatan kualitas hidup (quality of life) ini dinilai membuat pengalaman bermain menjadi jauh lebih responsif bagi pemain zaman sekarang.
Gelombang Review Bombing dan Catatan Mekanikal
Pencapaian skor tinggi ini tidak didapatkan dengan mudah. Zelda: Ocarina of Time Remake sempat diserbu ulasan bernilai 0 dari oknum tertentu. Beberapa ulasan negatif melemparkan tuduhan seperti penggunaan generative AI hingga kritik terhadap ketergantungan Nintendo pada proyek remake di konsol anyar mereka. Pihak Metacritic bergerak cepat membuang sedikitnya 30 hingga 40 ulasan yang terindikasi spam demi menjaga validitas data.
Di luar aksi review bombing, terdapat pula catatan teknis dari komunitas pengguna. Ketiadaan fitur upscaling DLSS membuat area terbuka Hyrule terkadang mengalami efek shimmering atau kerlip visual pada layar handheld. Penyederhanaan mekanisme dungeon juga dinilai mengurangi tingkat tantangan asli. Ketidakhadiran moda Master Quest membuat sebagian pemain veteran merasa kehilangan tantangan ekstra yang lebih intens.
Menakar Kelayakan Zelda: Ocarina of Time Remake
Bagaimana menentukan kelayakan judul ini? Peningkatan visual dan penyempurnaan skema kontrol membuat judul klasik ini sangat ramah bagi pemain baru maupun veteran yang merindukan petualangan Hyrule. Meskipun ada pengorbanan pada sisi tantangan dan ketiadaan fitur DLSS, daya tarik utamanya tetap solid.
Keputusan Nintendo untuk mengoptimalkan performa visual di konsol baru terbukti berhasil menggaet simpati mayoritas pengguna. Skor 9.6 di Metacritic menjadi bukti kuat bahwa adaptasi klasik yang dieksekusi secara tepat tetap mampu mendominasi pasar gaming modern.



