Majalah game ternama asal Jepang, Famitsu, resmi menerbitkan ulasan perdana untuk The Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake yang akan hadir di konsol Nintendo Switch 2. Empat penguji dari majalah tersebut memberikan nilai masing-masing 9, 9, 9, dan 10, sehingga total skor mencapai 37 dari 40. Angka ini menandai evaluasi awal terhadap proyek pembaruan salah satu judul paling legendaris dalam industri game.
Game ini dijadwalkan rilis secara eksklusif untuk Nintendo Switch 2 pada 5 November. Edisi digital dipasarkan seharga Rp1,1 jutaan ($59.99), sedangkan edisi fisik dijual seharga Rp1,2 jutaan ($69.99). Peluncuran ini menjadi salah satu momen penting bagi lini perpustakaan game konsol baru Nintendo.
Penilaian Famitsu dan Perbandingan dengan Versi Klasik
Nilai total 37/40 yang diperoleh versi remake ini berjarak tiga poin dari versi orisinal Nintendo 64 keluaran 1998. Kala itu, game perdananya mengukir sejarah sebagai judul pertama yang meraih skor sempurna 40/40 dari Famitsu. Skor remake kali ini persis menyamai pencapaian Ocarina of Time 3D yang dirilis untuk Nintendo 3DS pada 2011 lalu.
Panel penguji Famitsu memuji pergerakan kamera yang mulus, alur gameplay yang disempurnakan, serta perombakan visual total. Namun, tim penguji memberikan catatan khusus terkait struktur permainannya. Game ini dinilai relatif sederhana jika dibandingkan dengan standar judul modern, sehingga pemain terkadang bisa bingung menentukan langkah berikutnya.
Peningkatan Fitur, Kontrol Kamera, dan Respon Mikrofon
Nintendo merancang ulang game ini dari sisi estetika dan teknis. Visual diperbarui sepenuhnya dengan tambahan adegan dialog berkonsep fully voiced, dialog karakter yang diperluas, serta aransemen musik orkestra simfoni. Kontrol pergerakan kini terasa lebih responsif.
Satu fitur unik yang memanfaatkan konsol baru adalah integrasi mikrofon. Pemain dapat menyanyikan atau bersiul melodi yang telah dipelajari ke dalam mikrofon bawaan Nintendo Switch 2 untuk dimainkan oleh Link. Sistem ini bahkan mampu merespon instrumen musik nyata. Pengalaman interaktif ini memberi dimensi baru dalam menjelajahi Hyrule.
Catatan Ulasan yang Bocor dan Layanan Zelda Notes
Sebelum publikasi Famitsu, ulasan dari media NPR sempat tayang lebih awal sebelum diturunkan kembali. Meski tanpa skor akhir, rincian ulasan tersebut menyoroti sistem pertarungan yang lebih lancar, pergantian senjata yang lebih cepat, serta hadirnya tombol lompat khusus untuk mengontrol pergerakan Link secara langsung. Namun, laporan tersebut memberi catatan pada alur tempo cerita yang terasa kurang konsisten dibandingkan versi orisinal, serta desain ulang karakter Nabooru yang tampak berbeda.
Untuk mendukung perjalanan pemain, Nintendo menyediakan layanan pendamping bernama Zelda Notes melalui Nintendo Switch App. Pemain dapat mencatat petualangan, membuat dan membagikan melodi, hingga mengikuti kuis harian dari kumpulan 2.000 pertanyaan. Selain itu, lini amiibo Young Link dan Young Zelda dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk membuka topeng berdesain retro, sementara amiibo Zelda lainnya memberikan item berguna dalam permainan.
Siapa yang Paling Diuntungkan oleh Remake Ini?
Kehadiran remake ini menjadi jembatan menarik antara pemain lama dan pendatang baru di ekosistem Nintendo Switch 2. Penggemar veteran dapat menikmati cerita klasik 1998 dengan sajian visual modern dan kualitas audio simfoni yang lebih hidup. Sementara pemain baru mendapatkan akses kontrol yang lebih nyaman serta panduan interaktif melalui aplikasi seluler.
Pendekatan Nintendo yang tetap setia pada alur orisinal mungkin terasa konservatif bagi mereka yang mengharapkan perluasan area dunia. Namun, penyempurnaan mekanik bertarung dan pergerakan kamera menjadikan pembaruan ini opsi yang solid untuk mengawali perpustakaan game di konsol penerus Nintendo Switch.



