Thunderobot kembali mengejutkan industri komputasi ringkas dengan meluncurkan mini PC terbarunya, Station Series AI Workstation. Berbeda dari jajaran komputer sasis kecil pada umumnya, perangkat ini dibangun di atas platform AMD Strix Halo yang sangat bertenaga. Mengandalkan prosesor flagship AMD Ryzen AI Max+ 395, komputer berukuran dua liter ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan workstation modern, pemrosesan kecerdasan buatan lokal, hingga pengelolaan data skala besar di meja kerja.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari ekspansi Thunderobot pada ekosistem Strix Halo setelah sebelumnya merilis laptop AI Master M7000. Namun pada wujud mini PC ini, Thunderobot memberikan kelonggaran termal dan ekspansi memori yang jauh lebih masif. Dukungan kapasitas RAM hingga 128 GB LPDDR5X serta pengolahan grafis terintegrasi yang fleksibel menjadikan perangkat ini salah satu mesin small form factor (SFF) paling bertenaga yang ada saat ini.
Performa AMD Strix Halo dan Manajemen Daya 132W di Sasis 2 Liter
Secara fisik, Thunderobot Station Series AI Workstation mengusung rancangan bodi vertikal tinggi berkapasitas 2 liter. Pendekatan desain sasis ini sepintas mengingatkan kita pada arsitektur Minisforum MS-S1 Max yang dibanderol di kisaran Rp46 jutaan ($2,599). Rangka utamanya dibungkus material aluminium alloy presisi. Material ini tidak hanya kokoh, tetapi juga berfungsi membantu menyebarkan panas secara merata dari komponen internal.
Tantangan utama pada komputer berukuran ringkas selalu terletak pada manajemen suhu. Untuk mengatasi potensi kebocoran daya dan penurunan kinerja akibat panas berlebih (thermal throttling), Thunderobot menyematkan arsitektur pendingin khusus. Tiga kipas internal dipadukan dengan empat pipa kalor (heat pipes) berdiameter tebal di dalam ruang sasis yang sempit.
Dengan mengombinasikan tiga kipas pendingin dan empat pipa kalor di dalam sasis berbahan paduan aluminium, Thunderobot mengklaim sistem pendingin ini mampu meredam panas prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 hingga batas daya berkelanjutan 132 Watt tanpa memicu penurunan frekuensi akibat panas berlebih. Penyaluran daya sebesar 132W ini tergolong sangat tinggi untuk sebuah mini PC berukuran dua liter. Kinerjanya setara PC desktop berukuran penuh. Selain varian Ryzen AI Max+ 395, pihak manufaktur juga mengonfirmasi akan menyiapkan varian yang lebih garang menggunakan Ryzen AI Max+ Pro 495 dalam waktu dekat.
Alokasi VRAM 96 GB dan Ekspansi Storage M.2 untuk AI Lokal
Sektor memori menjadi keunggulan utama dari Thunderobot Station Series AI Workstation. Pembeli dibekali memori utama berupa RAM LPDDR5X dengan kapasitas mencapai 128 GB. Ukurannya sangat ringkas. Namun, daya tampung datanya berada di tingkatan kelas server.
Kapasitas LPDDR5X hingga 128 GB yang dimiliki mini PC ini memberikan fleksibilitas ekstrem bagi pengembang kecerdasan buatan karena sebanyak 96 GB di antaranya dapat dialokasikan khusus sebagai VRAM untuk memuat parameter model bahasa besar tanpa bergantung pada kartu grafis diskrit eksternal yang mahal. Kemampuan mengalokasikan 96 GB VRAM dari sistem unified memory ini membuka peluang besar bagi para peneliti AI untuk menjalankan Large Language Model (LLM) kelas berat langsung di atas meja kerja mereka.
Untuk penyimpanan data internal, unit standar telah dibekali SSD NVMe berkapasitas 1 TB. Jika kapasitas tersebut dirasa kurang untuk menyimpan dataset berukuran raksasa, Thunderobot menyediakan dua slot M.2 tambahan yang masih kosong. Pengguna dapat menambah dua unit SSD NVMe secara mandiri untuk membentuk konfigurasi penyimpanan berkecepatan tinggi maupun sistem redundancy data.
Fleksibilitas Port I/O: Dual 10 GbE LAN dan USB4 40 Gbps
Sektor konektivitas pada bagian belakang dan depan sasis diatur secara cermat. Thunderobot tidak memangkas kelengkapan port meskipun ukuran bodinya sangat terbatas. Port jaringannya sangat cepat. Komputer ini langsung menyertakan dua port RJ45 Ethernet dengan kecepatan 10 GbE (10 Gigabit Ethernet).
Dukungan konektivitas jaringan ganda 10 GbE LAN dipadukan dengan dua port USB4 berkecerdasan tinggi menjadikan perangkat ini sebagai pusat komputasi yang sangat mumpuni untuk kebutuhan server rumah tangga, Klaster virtualization Proxmox, maupun transfer berkas berukuran terabita secara instan. Kehadiran bandwidth jaringan 10 GbE ganda ini sangat langka ditemui pada PC ukuran dua liter biasa.
Selain port jaringan super cepat, perangkat ini juga dilengkapi dua port USB4 berkecepatan 40 Gbps yang mendukung ekspansi eGPU maupun penyimpanan eksternal berkecepatan tinggi. Opsi output visual didukung oleh satu port DisplayPort 1.4 dan satu port HDMI 2.1 untuk kebutuhan multi-monitor resolusi tinggi. Port tambahan lainnya mencakup tiga port USB Type-A (10 Gbps), satu port USB Type-A (480 Mbps), pembaca kartu SD UHS-II, serta dua jack audio 3.5 mm. Konektivitas nirkabelnya sudah mengadopsi standar Wi-Fi 7 terbaru dan Bluetooth 5.4.
Siapa yang Paling Diuntungkan oleh Thunderobot Station Series?
Thunderobot Station Series AI Workstation bukan sekadar perangkat harian untuk mengetik dokumen atau menjelajah internet. Mesin ringkas ini ditargetkan bagi profesional spesifik, seperti pengembang AI, kreator konten 3D, pengolah data video 8K, serta enthusiast yang membutuhkan home server berdaya tinggi dalam footprint fisik yang minim.
Di pasar China, Thunderobot Station Series AI Workstation dijual resmi dengan harga CNY 26,999 atau sekitar Rp71,5 jutaan (setara $4,022). Selama masa promosi peluncuran, harganya mendapat potongan menjadi CNY 25,499 atau berkisar Rp67,6 jutaan (setara $3,799). Meskipun angka ini terbilang tinggi untuk kategori PC mungil, spesifikasi LPDDR5X 128 GB, penyaluran daya 132W, dan port 10 GbE ganda menjadikannya opsi yang menarik jika dibandingkan dengan biaya merakit komputer workstation raksasa.
Satu-satunya catatan saat ini adalah ketersediaannya. Thunderobot belum mengonfirmasi tanggal rilis resmi untuk pasar di luar China. Bagi konsumen di Tanah Air yang membutuhkan mesin komputasi AI lokal dalam sasis dua liter, perkembangan ketersediaan global produk ini sangat layak untuk terus dipantau.