Googlebook: Laptop AI Bikin Bingung, Buat Apa Sih?

Senja Arunika

Googlebook laptop AI dengan fitur unik dan kekurangan menarik

Kalau kamu penasaran soal Googlebook, kamu nggak sendirian. Laptop ini mengusung AI penuh, tapi sebenarnya buat apa kalau semua fitur andalannya sudah ada di ponsel kamu?

  • Googlebook penuh AI tapi fitur utama cuma porting dari ponsel
  • Magic Pointer bikin kursor aktif dengan saran yang kadang ganggu
  • Harga $599 atau sekitar Rp9,5 jutaan, belum jelas keunggulan hardware-nya
  • Google belum jelaskan OS yang dipakai, masih misteri kombinasi Android dan ChromeOS
Bodi Googlebook dengan desain sederhana dan nama yang membingungkan
Bodi Googlebook yang terlihat biasa tapi nama bikin bingung

 

Nama Googlebook Bikin Bingung, Bukan Karena Desain

Googlebook namanya mirip Google Books, padahal beda. Kalau kamu masuk toko resmi, pasti bingung karena Google sudah pernah pakai Pixelbook dan Chromebook.

Bodinya standar, nggak ada yang spesial. Nama ini malah bikin orang mikir ulang sebelum beli. Entah kenapa Google malah pakai nama yang terkesan asal-asalan padahal kerjasama sama brand besar seperti Acer dan HP.

Magic Pointer Googlebook yang mengintegrasi AI di kursor
Magic Pointer bikin kursor Googlebook seperti punya otak sendiri

 

Fitur AI Banyak, Tapi Sudah Ada di Ponsel

Magic Pointer ini katanya fitur keren dari Google DeepMind yang muncul saat kamu gerakkan kursor. Tapi kalau kamu lihat, fungsinya mirip Google Lens di ponsel Android kamu.

Bahkan Android mirroring yang bisa akses aplikasi ponsel lewat laptop jadi hal yang masuk akal dan berguna. Tapi kalau AI-nya cuma bikin saran terus-menerus, malah bisa ganggu, apalagi saat main game atau browsing.

Lapisan AI Googlebook yang terasa berlebihan dan bikin bingung
AI di Googlebook terasa berlebihan dan kadang mengganggu

 

Hardware dan OS Masih Kabur, Jadi Pertanyaan Besar

Google bilang Googlebook pakai hardware premium. Kalau lihat harga $599 atau sekitar Rp9,5 jutaan, ini agak mahal buat laptop yang belum jelas spesifikasinya.

Sistem operasi juga nggak jelas, katanya gabungan Android dan ChromeOS. Ini bikin bingung karena Pixelbook dan Chromebook juga sempat bingung soal ini.

Fitur Android Mirroring di Googlebook yang bisa membuka aplikasi ponsel langsung
Android Mirroring di Googlebook memudahkan akses aplikasi dari ponsel

 

Sisi Gelap Googlebook: AI Bukan Jawaban Utama

Berdasarkan ulasan reviewer luar, banyak yang skeptis soal AI di Googlebook. Kalau ponsel kamu sudah bisa kasih semua fitur itu, buat apa Googlebook?

Selain itu, AI yang aktif tiap kali kursor bergerak bisa bikin kesel. Kalau kamu sering pakai trik mouse jiggle buat kelihatan aktif, Googlebook malah jadi musuh.

KABARGADGET VERDICT

Ambil Googlebook kalau kamu memang suka coba teknologi AI yang disuntikkan ke laptop, dan nggak masalah kalau ada gangguan dari fitur AI-nya.

Skip saja kalau kamu butuh laptop yang lancar buat harian dengan hardware jelas dan fitur AI tambahan yang nggak bikin repot. Apalagi kalau kamu sudah nyaman dengan ponsel yang sebenarnya sudah bisa banyak hal yang Googlebook coba jual.

Hot Nows ionicons-v5-c