Sony Xperia 1 VIII baru saja meluncur dengan hardware flagship yang menarik, termasuk chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan kamera ZEISS. Namun, perhatian justru banyak tertuju pada contoh foto yang diunggah Sony untuk memperlihatkan fitur AI Camera Assistant-nya, yang malah dianggap terlalu berlebihan dan kurang natural.

Fitur AI Camera Assistant yang Jadi Sorotan
Fitur AI Camera Assistant di Xperia 1 VIII dirancang untuk memberikan saran pengaturan kamera sesuai dengan kondisi pemotretan, seperti eksposur, tone warna, efek lensa, dan bokeh. Namun, contoh foto “sebelum dan sesudah” yang diunggah Sony memperlihatkan hasil yang sangat overexposed, warna yang pudar, dan kehilangan detail, terutama pada foto potret wajah yang hampir tampak hilang setelah proses AI.
Reaksi di media sosial cukup cepat dan beragam, bahkan sempat menjadi bahan meme karena efek foto yang terlalu berlebihan. Beberapa pengguna mengedit ulang foto mereka dengan efek yang sama secara berlebihan sebagai bentuk sindiran. Hal ini membuat perhatian utama dari peluncuran Xperia 1 VIII bergeser ke kontroversi demo foto AI tersebut.

Jangan Salah Paham dengan Fungsi AI Camera Assistant
Sony kemudian menjelaskan bahwa AI Camera Assistant bukanlah fitur pengeditan otomatis setelah foto diambil. Fitur ini hanya menyarankan berbagai gaya pemotretan agar pengguna bisa memilih sesuai selera atau mengabaikannya sama sekali. Jadi, hasil akhir foto tetap bergantung pada pilihan pengguna, bukan hasil olahan AI secara otomatis.
Perusahaan juga membagikan contoh foto tambahan yang hasilnya lebih alami dan masuk akal, memperlihatkan potensi fitur tersebut jika digunakan dengan tepat.

Performa dan Fitur Lain Xperia 1 VIII
Meski kontroversi demo foto AI ini cukup mengganggu, Xperia 1 VIII tetap mendapat respons positif untuk hardware dan fokus kamera profesionalnya. Kehadiran headphone jack dan slot memori yang dapat diperluas menjadi nilai tambah di era banyak ponsel flagship yang menghilangkan fitur tersebut.
Bagi yang tertarik membeli Xperia 1 VIII, perlu diingat untuk melihat langsung hasil foto dan mencoba fitur AI Camera Assistant sendiri agar tidak terjebak dengan contoh demo yang kurang tepat. Apalagi, jika ponsel ini nanti masuk resmi ke Indonesia, cek juga garansi dan dukungan setelah pembelian untuk pengalaman pakai terbaik.

Catatan untuk Pengguna dan Calon Pembeli
Penting untuk memahami bahwa fitur AI Camera Assistant ini bukan alat pengeditan otomatis. Jadi, jangan langsung menganggap hasil demo foto AI mewakili kualitas foto nyata yang bisa dihasilkan ponsel ini. Selalu uji coba langsung dan sesuaikan pengaturan secara manual bila perlu.
Fitur seperti AI Camera Assistant ini memang mulai populer di smartphone flagship untuk membantu pengguna mendapat hasil foto lebih baik tanpa harus mengubah banyak pengaturan. Namun, seperti halnya semua teknologi AI, pemahaman dan penggunaan yang tepat tetap kunci agar hasilnya maksimal.
(Source)









