Samsung Galaxy Tab S10 Ultra punya layar Dynamic AMOLED 2X 14,6 inci yang bikin tablet ini langsung menarik perhatian. Dengan refresh rate 120Hz dan resolusi WQXGA+, tablet ini bukan sekadar buat nonton, tapi juga buat kerja kreatif dan multitasking berat. Tapi, apakah harga yang dipatok mulai Rp18 jutaan di Indonesia masuk akal untuk tablet Android 2026?
- Chipset: MediaTek Dimensity 9300+ yang cukup bertenaga untuk AI dan multitasking.
- Layar: AMOLED 14,6 inci 120Hz, tajam dan responsif untuk editing dan presentasi.
- Harga: Mulai Rp18 jutaan untuk WiFi, Rp20 jutaan untuk versi 5G di Indonesia.
- Catatan: Harga tinggi dan fitur AI menarik, tapi belum sempurna untuk semua pengguna.
AI Note Assist Bukan Sekadar Gimmick
Fitur AI Note Assist memungkinkan tablet merangkum catatan secara otomatis, menerjemahkan, dan merapikan dokumen dengan cepat. Ini jelas membantu pekerja hybrid atau kreator yang butuh efisiensi lebih dari perangkatnya. Namun, AI ini berbasis software jadi masih bergantung pada update dan kondisi nyata penggunaan. Bukan berarti semua pekerjaan bisa digantikan AI sepenuhnya.
Integrasi dengan asisten AI Gemini dan Bixby lewat keyboard resmi juga menambah nilai praktis, tapi artinya kamu perlu membeli aksesoris tambahan untuk memaksimalkan fitur ini.

Layar Besar AMOLED dengan Kelebihan dan Risiko
Layar 14,6 inci ini memberikan ruang kerja luas dan warna yang tajam berkat teknologi Dynamic AMOLED. Cocok untuk editing video, desain grafis, dan multitasking. Teknologi anti-reflection juga membantu penggunaan di luar ruangan. Namun, layar sebesar ini otomatis membuat bodi tablet jadi besar dan berat saat dibawa-bawa.
Untuk yang terbiasa dengan tablet biasa atau smartphone, perlu adaptasi dengan ukuran ini. Selain itu, konsumsi baterai layar besar ini tentu lebih tinggi, meski kapasitas 11.200mAh sudah cukup untuk pemakaian seharian.
Performa MediaTek Dimensity 9300+ dan Sistem Pendingin
Chipset Dimensity 9300+ menawarkan performa tinggi untuk kebutuhan AI dan multitasking. RAM 12 sampai 16GB juga mendukung kelancaran kerja. Samsung menambahkan sistem pendingin Vapor Chamber yang lebih besar agar performa tetap stabil saat rendering video atau gaming berat.
Walau di atas kertas performa ini menjanjikan, pengguna yang butuh aplikasi desktop berat harus realistis karena ini tablet Android, bukan laptop. Masih ada batasan software yang perlu dipertimbangkan.
Kamera dan Fitur Tambahan yang Lengkap Tapi Bukan Fokus Utama
Kamera belakang 13MP dan 8MP Ultra Wide, serta dual kamera depan 12MP Ultra Wide, cukup untuk foto dokumen dan video call. Tapi jangan berharap hasil fotografi setara smartphone flagship. Fitur IP68 memberikan perlindungan ekstra, menambah nilai di kelas premium.
Dukungan S Pen dengan latency rendah juga menambah fleksibilitas, terutama buat ilustrator atau pencatat aktif. Namun, aksesori seperti Book Cover Keyboard dijual terpisah, yang bisa menambah total biaya.
Harga dan Posisi di Pasar Indonesia
Harga Galaxy Tab S10 Ultra mulai Rp18 jutaan untuk varian WiFi 12/256GB, dan Rp20-22 jutaan untuk versi 5G. Ini cukup tinggi untuk tablet Android, tapi sebanding dengan fitur dan spesifikasi kelas atas yang dibawanya.
Harga di Indonesia bisa bervariasi tergantung distributor, toko impor, atau paket bundling. Jadi, penting untuk memastikan garansi dan layanan purna jual sebelum membeli.
Masalahnya, Galaxy Tab S11 Ultra Sudah Ada
Galaxy Tab S10 Ultra masih kuat untuk kerja kreatif, multitasking, dan hiburan layar besar. Namun, posisinya di 2026 tidak bisa dilepas dari kehadiran Galaxy Tab S11 Ultra yang sudah membawa generasi lebih baru.
Artinya, tablet ini lebih menarik jika harganya sudah turun atau ada promo besar. Kalau selisih harga dengan model baru terlalu tipis, pembeli perlu berpikir dua kali.
Ambil Jika dan Skip Jika
Ambil perangkat ini jika kamu butuh tablet dengan layar luas, performa AI yang mendukung kerja kreatif, dan siap investasi lebih untuk fitur produktivitas premium. Cocok juga untuk yang ingin tablet sebagai pengganti laptop ringan untuk pekerjaan hybrid.
Skip jika kamu mencari tablet yang lebih ringkas, harga lebih terjangkau, atau butuh perangkat yang benar-benar bisa menjalankan aplikasi desktop berat tanpa kompromi. Juga, pertimbangkan ulang jika tidak tertarik dengan fitur AI yang jadi nilai jual utama tablet ini.







