Sony berharap Naughty Dog dan Bungie bisa menghadirkan lebih banyak game eksklusif untuk PS5, tapi kenyataannya jauh dari harapan. Kedua studio ini diketahui mengalami masalah serius terkait waktu pengembangan dan biaya yang membengkak, sehingga output game baru terbilang minim.
- Proyek besar Naughty Dog “Intergalactic: The Heretic Prophet” masih belum jelas kapan rilisnya.
- Bungie belum mulai garap “Destiny 3” karena alasan pendanaan.
- “The Last of Us Online” yang dikerjakan selama 7 tahun akhirnya dibatalkan.
- Sony jengah dengan siklus pengembangan yang panjang dan biaya produksi yang terus membesar.
Naughty Dog dan Tantangan Menghadirkan Game Baru
Naughty Dog sempat jadi andalan Sony dengan game-game seperti “Uncharted” dan “The Last of Us” generasi sebelumnya. Tapi di era PS5, mereka lebih banyak mengandalkan remake dan porting ke PC daripada game baru. Proyek sci-fi mereka yang diumumkan sejak 2020, “Intergalactic: The Heretic Prophet,” belum juga jelas kapan akan selesai. Hal ini menggambarkan tantangan besar mengembangkan game AAA yang semakin mahal dan rumit.
Sisi gelapnya, biaya tinggi dan waktu lama ini membuat studio sulit memenuhi ekspektasi penggemar yang ingin game baru cepat keluar. Apa jadinya jika waktu pengembangan terus molor, risiko kehilangan momentum pasar cukup besar.
Bungie dan Keterbatasan Pendanaan untuk Proyek Baru
Bungie, pembuat “Destiny 2,” belum mulai bekerja pada sekuel “Destiny 3”. Penyebab utama adalah masalah pendanaan. Ini jadi indikator kalau bahkan studio yang sudah mapan sekalipun harus berhitung ketat soal investasi. Sony pun mulai jengah mengawasi pengeluaran besar tanpa hasil game baru yang signifikan.
Ini juga memperlihatkan bagaimana model live service dan cross platform yang Bungie jalankan membutuhkan sumber daya besar, tapi tidak selalu menghasilkan game baru dengan cepat.
Proyek “The Last of Us Online” yang Gagal
Salah satu contoh kegagalan yang cukup mengejutkan adalah “The Last of Us Online.” Setelah 7 tahun pengembangan, proyek multiplayer ini dibatalkan di 2023. Pembatalan ini menunjukkan betapa sulitnya beradaptasi pada tren game live service, terutama bagi studio yang lebih berpengalaman dengan game single player naratif.
Meski niatnya bagus, biaya dan waktu yang digunakan akhirnya malah menghambat perkembangan proyek single player yang lebih diminati penggemar.
Jadi, Pilih yang Mana?
Jika Anda penggemar game eksklusif PS5, harus siap dengan realita output yang terbatas dari Naughty Dog dan Bungie. Mereka memang menjanjikan kualitas tinggi, tapi prosesnya lama dan mahal. Sabar jadi kunci utama menanti game baru yang benar-benar fresh dari kedua studio ini.
Sementara itu, Sony pun tampak mulai mengatur ulang ekspektasi soal berapa banyak game AAA yang bisa mereka dan studio mitra produksi dalam satu generasi. Jadi, jangan berharap tsunami game baru dari kedua nama besar ini dalam waktu dekat.
Harga & Verdict
Biaya produksi game AAA kini bisa mencapai ratusan juta dolar AS, alias miliaran rupiah. Misalnya, pengembangan “The Last of Us Online” yang gagal menghabiskan waktu dan dana besar tapi tak menghasilkan produk jadi. Sementara itu, “Intergalactic: The Heretic Prophet” masih misteri soal harga dan tanggal rilis.
Ambil game dari Naughty Dog atau Bungie jika Anda menghargai kualitas dan kesabaran. Skip jika mencari game baru yang cepat dan banyak rilis. Realita industri game AAA kini menuntut waktu dan investasi besar, bukan sekadar kecepatan output.
(Via)







