Valve Tekan Ubisoft Soal Harga Rainbow Six Siege di Steam

Anif Sirsaeba

Logo Valve dan Rainbow Six Siege

Dominasi Steam sebagai pasar game PC terbesar dunia membuatnya menjadi arena utama bagi pengembang dan penerbit game untuk menjual produk mereka. Namun, dominasi ini juga memberi Valve kekuatan signifikan dalam mengatur harga dan distribusi, seperti yang terlihat dalam kasus terbaru melibatkan Ubisoft dan game Rainbow Six Siege.

  • Valve nyaris menghapus Rainbow Six Siege dari Steam karena Ubisoft jual versi starter pack lebih murah di Uplay.
  • Valve memberi ultimatum singkat kepada Ubisoft untuk menyamakan harga atau kehilangan game di Steam.
  • Kasus serupa terjadi pada Warner Bros dengan game Middle-earth: Shadow of War terkait perbedaan harga preorder.

Konteks Persaingan Harga di Platform Digital Game PC

Steam menjadi tempat utama bagi sebagian besar gamer PC untuk membeli dan mengunduh game. Meski platform lain seperti Ubisoft Connect (dulu Uplay) dan Epic Games Store juga ada, Steam masih unggul dalam jangkauan dan penjualan. Namun, dominasi ini membuat Valve berperan besar dalam mengawasi harga agar tidak terjadi praktik yang merugikan ekosistemnya.

Kasus Rainbow Six Siege dan Ancaman Delisting

Berdasarkan laporan Bloomberg yang mengulas dokumen dalam gugatan antitrust, Valve menemukan Ubisoft menawarkan “starter pack” Rainbow Six Siege dengan harga sekitar Rp230 ribuan di Uplay, lebih murah dibandingkan di Steam. Valve lalu mengancam akan menghapus seluruh edisi game tersebut dari Steam pada keesokan harinya jika Ubisoft tidak menyesuaikan harga. Ancaman ini menunjukkan bagaimana Valve mempertahankan kontrol harga agar tidak ada kompetisi internal yang merugikan platformnya.

Peran Valve Dalam Menjaga Harga dan Dampaknya bagi Pengguna

Valve tampaknya menggunakan kekuatan pasar untuk memastikan harga game di Steam tidak kalah bersaing dari toko lain yang dijalankan oleh penerbit game itu sendiri. Dalam kasus Warner Bros, preorder Middle-earth: Shadow of War juga sempat dihapus karena harga di Steam lebih tinggi dibandingkan toko lain. Langkah tersebut memaksa penerbit menyesuaikan harga agar tetap bisa dijual di Steam.

Implikasi Jangka Panjang untuk Industri Game dan Konsumen

Strategi Valve ini membuka pertanyaan soal keseimbangan antara kekuatan platform digital dan kebebasan penerbit dalam menentukan harga. Bagi konsumen, kontrol harga ini bisa mencegah kebingungan dan memudahkan pembelian di satu tempat. Namun, bagi penerbit, hal ini membatasi fleksibilitas dalam mengelola harga dan promosi di berbagai platform. Dampak sosialnya adalah bagaimana data dan kontrol platform memengaruhi pasar game digital secara luas, termasuk peluang startup dan kreator indie yang bergantung pada ekosistem Steam.

Via: Notebookcheck

Hot Nows ionicons-v5-c