Primaya Hospital Kelapa Gading Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi Ablasi 3D

Senja Arunika

Teknologi ablasi jantung tanpa radiasi di Primaya Hospital Kelapa Gading

Primaya Hospital Kelapa Gading baru saja memperkuat layanan jantung mereka dengan mengadopsi teknologi ablasi jantung tanpa radiasi, sebuah inovasi penting untuk penanganan aritmia atau gangguan irama jantung. Berdasarkan laporan yang tersedia, teknologi ini menggunakan pemetaan elektro-anatomis tiga dimensi yang memungkinkan tindakan medis lebih presisi dan aman, terutama bagi pasien dan tenaga medis.

Teknologi Ablasi Jantung Tanpa Radiasi: Apa Keunggulannya?

Teknologi ablasi ini memanfaatkan sistem navigasi 3D untuk memetakan jalur listrik dan struktur anatomi jantung secara real-time. Berbeda dengan prosedur konvensional yang mengandalkan sinar X-Ray, metode ini menghilangkan paparan radiasi yang berpotensi berbahaya. Hal ini tentu berdampak positif pada keselamatan pasien dan petugas medis di ruang tindakan.

Bagi calon pasien, teknologi ini berarti prosedur invasif minimal dengan risiko lebih rendah dan akurasi tinggi dalam mengatasi aritmia. Namun, catatan pentingnya adalah teknologi ini masih perlu didukung oleh tenaga medis yang ahli dan fasilitas yang memadai, seperti yang sudah tersedia di Primaya Hospital Kelapa Gading. Pembahasan lain yang masih berkaitan bisa dibaca pada OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto, INDODAX Kuasai 46,5%.

Kolaborasi Internasional dan Peningkatan Kompetensi Dokter Lokal

Dalam rangka memperkenalkan teknologi ini, Primaya Hospital menggelar acara edukatif bersama pakar jantung internasional, Prof. Yenn-Jiang Lin dari Taiwan. Dukungan penuh dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk meningkatkan kualitas layanan di pasar lokal.

Kerja sama ini penting agar dokter-dokter lokal dapat menguasai teknologi terbaru dan memberikan perawatan yang sesuai standar global, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan jantung modern tanpa harus berobat ke luar negeri.

Atrial Fibrilasi dan Pentingnya Deteksi Dini

Atrial Fibrilasi (AF) merupakan jenis aritmia yang jumlah kasusnya terus meningkat di Indonesia. Banyak penderita belum sadar karena gejalanya sering ringan atau tidak muncul. Namun, AF meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat, terutama bagi kelompok usia 40-60 tahun.

Teknologi ablasi seperti Pulse Field Ablation yang digunakan Primaya memiliki profil keamanan yang baik dengan risiko komplikasi kurang dari 0,2 persen. Ini menjadi opsi penting untuk penanganan efektif aritmia, tapi tetap disarankan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin agar kondisi bisa terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Peran Cardiac & Vascular Center dalam Menunjang Layanan Jantung Modern

Primaya Hospital Kelapa Gading saat ini sudah mampu menangani berbagai tindakan jantung kompleks, mulai dari angioplasti hingga bedah pintas (CABG). Integrasi teknologi ablasi tanpa radiasi ini merupakan bagian dari visi untuk menghadirkan layanan jantung yang komprehensif dan berkualitas tinggi di dalam negeri.

Keberadaan Cardiac & Vascular Center yang modern membuka akses bagi masyarakat untuk mendapatkan perawatan jantung presisi dan aman tanpa harus bergantung pada layanan luar negeri. Calon pasien disarankan untuk selalu mengecek status garansi dan kelengkapan fasilitas sebelum memutuskan menggunakan layanan kesehatan ini.

Hot Nows ionicons-v5-c