Mikrofon Hybrid Andalkan Perekam Internal, Mungkinkah Ini Akhir Masalah Audio Pecah Saat Live?

19 Jun, 2026 3 min read
Maono PD500W hadir membawa perekam 32-bit float internal, janjikan akhir dari mimpi buruk audio pecah saat live streaming. Rekaman aman hingga 147 dB.
Mikrofon Hybrid Andalkan Perekam Internal, Mungkinkah Ini Akhir Masalah Audio Pecah Saat Live?

Rasanya tak ada yang lebih menyebalkan bagi kreator selain mendapati rekaman audio live terbaiknya ternyata rusak karena suara terlalu keras alias clipping. Momen yang tak bisa diulang itu memang menyakitkan. Bayangkan Anda sedang siaran langsung, lalu tiba-tiba gelombang suara melonjak dan hasilnya pecah tak tertolong. Inilah frustrasi nyata yang coba dijawab oleh Maono dengan perangkat terbaru mereka.

  • Mikrofon hybrid dengan koneksi XLR dan nirkabel 2.4 GHz
  • Perekam internal 32-bit float yang anti-clipping hingga 147 dB SPL
  • Mendukung sinkronisasi timecode untuk produksi multi-kamera
  • Harga awal tawaran Kickstarter mulai dari Rp5,5 jutaan

Mengapa Perekam 32-bit Float Jadi Fitur Penyelamat

Respons frekuensi mikrofon cardioid Maono PD500.
Respons frekuensi mikrofon cardioid Maono PD500. (Photo: Maono)

Maono meluncurkan PD500W, sebuah mikrofon hybrid yang tampak ingin menyederhanakan rantai peralatan kreator. Berbeda dari mikrofon USB pada umumnya, bodinya menyembunyikan perekam audio internal berteknologi 32-bit float.

Teknologi ini memungkinkan mikrofon menangkap suara dengan rentang dinamis sangat luas, mulai dari bisikan lirih hingga dentuman panggung. Klaim resmi Maono menyebutkan bahwa perangkat ini sanggup merekam suara hingga 147 dB SPL tanpa menyebabkan distorsi clipping.

Untuk menambah rasa aman, ada fitur perekaman trek pengaman di level -9 dB. Ini berarti, meskipun pengaturan gain utama Anda meleset, selalu ada salinan cadangan yang lebih rendah volumenya dan siap pakai. Kapasitas penyimpanan internalnya pun cukup lega, bisa menampung rekaman 32-bit selama 45 jam.

Rapikan Kabel, Bebaskan Pergerakan Dua Mikrofon Sekaligus

Mikrofon Maono PD500 mendukung sinkronisasi timecode untuk pengambilan gambar multi-mic nirkabel.
Mikrofon Maono PD500 mendukung sinkronisasi timecode dan pengambilan gambar multi-mic nirkabel, mengurangi kekacauan kabel di lokasi syuting. (Photo: Maono)

Sebagai perangkat hybrid, PD500W sangat fleksibel. Anda ingin koneksi tradisional? Colokkan kabel XLR ke audio interface. Butuh kepraktisan digital? Gunakan USB-C langsung ke laptop atau ponsel. Saat mode digital aktif, ia mengirimkan sinyal audio 24-bit/48 kHz.

Salah satu daya tarik utamanya adalah koneksi nirkabel 2.4 GHz. Penerima USB-C-nya bisa dipasangkan dengan dua unit PD500W sekaligus. Skenario wawancara atau podcast berdua bisa lebih rapi tanpa kabel berseliweran di meja.

Mikrofon ini juga mendukung sinkronisasi timecode, fitur yang biasanya dicari oleh videografer yang menjalankan proyek dengan banyak kamera dan sumber audio sekaligus. Integrasi ini sangat membantu saat proses editing agar semua klip suara dan gambar bisa terkunci presisi otomatis.

Rekayasa Suara AI dan Harga Kickstarter

Mikrofon Maono PD500 dikirimkan bersama perangkat lunak untuk membantu membuat siaran terdengar profesional.
Mikrofon Maono PD500 dikirimkan bersama perangkat lunak untuk membantu membuat siaran terdengar profesional. (Photo: Maono)

Maono melengkapi perangkat kerasnya dengan perangkat lunak pendamping. Di dalamnya sudah tersedia berbagai alat laiknya studio rekaman: de-esser, equalizer, kompresor, dan limiter. Kehadiran AI juga dimanfaatkan untuk meredam kebisingan latar belakang. Lebih jauh lagi, AI tersebut bisa membuat ringkasan dan terjemahan otomatis dari percakapan yang direkam.

Dengan banderol harga Early Bird di platform Kickstarter mulai dari 349 dolar AS (sekitar Rp5,5 jutaan), PD500W menyasar kreator konten dan podcaster yang ingin merampingkan setup tanpa mengorbankan kualitas rekaman cadangan.

Sumber: Notebookcheck