Tren industri smartphone saat ini sering kali menjejalkan banyak sensor di bodi belakang demi memikat konsumen. Motorola Edge 70 Max memilih pendekatan berbeda untuk bersaing di kelas sub-flagship. Dijual pada rentang harga sekitar Rp11,5 jutaan hingga Rp15,9 jutaan ($650 - $900), perangkat ini mengutamakan kualitas sensor utama daripada kuantitas lensa.
Hasil jepretannya terbukti memuaskan. Motorola membekali HP Sub-Flagship ini dengan kamera utama beresolusi 50MP yang ditenagai sensor Sony Lytia 710. Ponsel ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan perangkat kencang dengan kemampuan fotografi harian yang solid tanpa harus membayar harga flagship yang melonjak tinggi.
Performa Sensor Sony Lytia 710 pada Kondisi Siang dan Malam
Pengujian di kondisi cahaya terang menunjukkan efektivitas racikan hardware Motorola. Foto yang dihasilkan oleh sensor 50MP ini tampil sangat tajam dengan detail yang melimpah. Pencahayaan pada gambar terlihat seimbang antara area terang dan bayangan.
Kinerjanya di kondisi minim cahaya juga tergolong impresif. Penurunan kualitas gambar saat memotret pada malam hari tidak terlalu drastis. Detail objek tetap terjaga dengan baik tanpa menghasilkan gangguan noise berlebihan. Kemampuan ini membuat Motorola Edge 70 Max sanggup bersaing dengan ponsel lain yang harganya jauh lebih mahal.
Lensa ultra-wide bawaan juga mampu membantu pengambilan sudut pandang yang lebih luas. Selain itu, kamera depan ponsel ini menghasilkan jepretan selfie yang jernih dengan detail wajah yang alami.
Perekaman Video 4K 60fps dan Keterbatasan Digital Zoom
Sektor videografi Motorola Edge 70 Max tidak bisa dipandang sebelah mata. Kamera utamanya sanggup merekam video hingga resolusi 4K pada kecepatan 60 fps. Gerakan gambar yang dihasilkan terasa mulus dan cocok untuk kebutuhan pemuatan konten harian.
Namun, kemampuan pembesaran gambar menjadi catatan tersendiri. Ponsel ini tidak memiliki lensa telephoto fisik dengan jarak fokus panjang. Pengguna harus mengandalkan digital zoom yang dipotong dari sensor utama.
Pembesaran digital pada tingkatan rendah seperti 2x hingga 5x masih menghasilkan gambar yang layak. Masalah baru terlihat jelas ketika pembesaran ditingkatkan hingga 20x. Gambar yang dihasilkan tampak dihaluskan secara berlebihan oleh pemrosesan perangkat lunak sehingga kehilangan detail alaminya.
Menakar Kelayakan Motorola Edge 70 Max
Secara keseluruhan, sistem kamera Motorola Edge 70 Max memang lebih sederhana dibanding HP kasta teratas. Absennya kamera telefoto fisik membuat variasi fotografi jarak jauh cukup terbatas. Meski demikian, keputusan Motorola memfokuskan kualitas pada sensor utama Sony Lytia 710 patut diapresiasi.
Bagi konsumen yang memprioritaskan hasil foto harian tajam, performa malam yang stabil, serta rekaman video 4K 60fps, perangkat ini menawarkan nilai yang sepadan di segmen harganya. Kemampuan zoom hanya menjadi poin pengorbanan kecil bagi mereka yang tidak sering memotret objek dari jarak jauh.
