Kacamata tidak lagi sekadar alat bantu penglihatan atau aksesori fashion. Meta baru saja menghadirkan alasan baru untuk melirik frame yang bertengger di hidung Anda: kecerdasan buatan yang siap sedia tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku. Lewat peluncuran ini, Meta mencoba mendefinisikan ulang pengertian gadget wearable yang sebenarnya praktis.
Bukan sekadar penerus dari Meta Ray-Ban Smart Glasses yang sudah ada, kacamata anyar ini hadir dengan 26 pilihan desain berbeda. Anda bisa memilih dari tiga rancangan bingkai dengan palet warna yang sangat beragam. Pertanyaannya, apakah fitur di dalamnya benar-benar membantu hari Anda, atau hanya gimmick yang bikin penasaran sesaat?
Kamera, Panggilan Telepon, dan Multimedia dalam Satu Frame

Di balik desainnya yang terlihat seperti kacamata biasa, perangkat ini menyembunyikan kamera 12-megapixel. Anda bisa mengandalkannya untuk memotret momen spontan atau merekam klip video berkualitas 3K. Yang perlu diingat, durasi maksimal untuk sekali rekam adalah 3 menit, jadi lebih cocok untuk cuplikan singkat ketimbang dokumentasi panjang.
Untuk urusan audio, Meta menyematkan speaker dan mikrofon langsung ke dalam bingkai. Ini artinya Anda bisa menerima panggilan telepon atau mendengarkan musik tanpa perlu menyumpal telinga dengan earbud. Koneksinya mengandalkan Bluetooth dari ponsel Anda, jadi pastikan ponsel pintar selalu terhubung untuk mengaktifkan fungsi-fungsi ini.
Otak AI yang Bisa Melihat dan Menerjemahkan Langsung

Meski kamera dan speaker cukup menarik, Meta justru mendorong fitur AI sebagai daya tarik utama. Chatbot AI yang tertanam bisa menjawab pertanyaan kapan pun Anda butuhkan. Lebih dari itu, ia juga bisa mengakses kamera. Dengan begitu, Anda bisa bertanya tentang benda-benda yang ada di dunia nyata, dan kacamata ini akan memberikan jawaban berdasarkan apa yang "dilihatnya".
Fitur yang paling terdengar membantu untuk keseharian adalah live translation. Perangkat ini mendukung lebih dari 20 bahasa dan mampu menerjemahkan percakapan secara real time. Menariknya, kemampuan ini juga berlaku untuk film yang sedang Anda tonton. Anda bisa menyaksikan tayangan berbahasa asing dan langsung mendapatkan terjemahannya tanpa teks di layar.
Daya Tahan Baterai dan Ruang Penyimpanan
Untuk menemani aktivitas seharian, Meta mengklaim baterainya bisa bertahan sekitar delapan jam. Jika dirasa kurang, charging case yang selalu disertakan dalam setiap pembelian mampu memperpanjang total waktu pakai hingga 40 jam sebelum akhirnya perlu dihubungkan ke charger.
Penyimpanan internalnya berkapasitas 32 GB. Kapasitas ini cukup untuk menampung sekitar 1.000 foto atau setidaknya 30 klip video langsung di perangkat. Saat ruang mulai penuh, Anda bisa mentransfernya ke ponsel melalui aplikasi pendamping, memanfaatkan koneksi Wi-Fi 6 atau Bluetooth 5.4 yang sudah disupport.
Harga dan Pilihan Lensa
Meta AI Glasses kini sudah bisa dipesan langsung melalui toko online resmi Meta. Harganya bervariasi tergantung desain bingkai yang Anda pilih, dengan rentang mulai dari Rp4,6 jutaan ($299) hingga Rp7,4 jutaan ($479). Bagi Anda yang memiliki resep kacamata, tidak perlu khawatir karena Meta juga menyediakan versi dengan lensa resep. Pilihan lain termasuk lensa bening standar dan lensa berwarna (tinted).
Setiap unit yang dibeli selalu dilengkapi dengan charging case dan kain pembersih. Sebuah paket yang cukup lengkap untuk langsung membuat Anda merasakan bagaimana rasanya hidup dengan asisten AI yang menempel di wajah.
Dengan segala kemampuan kameranya, terjemahan langsung, dan akses ke chatbot, Meta jelas tidak sedang menjual kacamata biasa. Mereka menawarkan pengalaman hands-free yang ambisius. Apakah ini akan mempercepat cara Anda berinteraksi dengan informasi, atau justru menambah "lapisan" baru yang melelahkan, semuanya kembali pada apakah Anda tipe orang yang nyaman berbicara dengan kacamata di tempat umum.
Sumber: Notebookcheck


