Sepeda downhill Norco Team DH terbaru hadir dengan suspensi HPV6 enam tautan dan travel 200mm, menawarkan rancangan yang ditujukan untuk menjaga kecepatan di lintasan kasar. Model ini tersedia dalam dua pilihan rakitan dengan harga mulai sekitar Rp81,4 jutaan (US$4.599) untuk rangka saja, sementara versi lengkap termahal mencapai sekitar Rp185,8 jutaan (US$10.499).
Norco mengembangkan Team DH selama lima tahun melalui proses pembuatan prototipe dan pengujian. Pengembangan tersebut melibatkan juara dunia downhill Greg Minnaar dan Danny Hart. Sepeda ini juga sudah menunjukkan potensinya di level Elite World Cup melalui tiga kemenangan pertama Gracey Hemstreet menggunakan prototipe ukuran S1.
Suspensi HPV6 mengejar kendali di lintasan kasar
Inti Team DH adalah sistem High Virtual Pivot Six-Link atau HPV6. Namanya merujuk pada sistem empat batang dengan sepasang tautan tambahan untuk menggerakkan peredam kejut, bukan sistem enam batang konvensional. Konfigurasi tersebut memakai titik pivot tinggi dan jalur gandar belakang yang lebih mengarah ke belakang ketika suspensi bekerja.
Secara praktis, jalur gandar seperti ini dirancang untuk membantu roda belakang mengikuti medan kasar sambil mempertahankan momentum. Karakter tersebut relevan bagi pembalap downhill yang harus melewati akar, batu, dan permukaan tidak rata dengan kecepatan tinggi, meskipun efektivitas akhirnya tetap dipengaruhi setelan suspensi dan gaya berkendara.
Karena posisi pivot tinggi dapat memengaruhi anti-squat, Norco memasang idler i-Track yang bisa disetel. Pengendara dapat mengubah posisinya untuk mencari keseimbangan antara efisiensi kayuhan dan pedal kickback. Anti-squat lebih tinggi dapat membantu efisiensi kayuhan, tetapi juga meningkatkan pedal kickback saat suspensi bergerak, sedangkan setelan lebih rendah memungkinkan pedal bob lebih besar dengan pedal kickback yang berkurang.
Penyesuaian tambahan datang dari flip chip berpaten pada dudukan peredam. Komponen ini mengubah progresivitas rasio aktuasi peredam sebesar 2,5 persen sepanjang travel. Norco juga menyediakan setelan peredam khusus yang dirancang untuk bekerja bersama karakter HPV6.
Geometri, ukuran roda, dan konstruksi rangka
Team DH menggunakan konfigurasi roda campuran dan tidak menyediakan opsi roda belakang 29 inci. Norco menawarkan lima ukuran, yaitu S1 hingga S5, dengan segitiga depan aluminium serta chainstay dan seatstay berbahan karbon. Menurut Norco, konstruksi tersebut memungkinkan segitiga depan tetap kaku, sementara bagian belakang karbon dipilih untuk mengurangi massa tidak tersprung.
Filosofi ukuran Ride Aligned diterapkan melalui bagian belakang yang berbeda sesuai ukuran rangka. Reach dimulai dari 418mm pada S1 hingga 498mm pada S5, dengan peningkatan 20mm. Cup headset yang dapat disetel juga memungkinkan perubahan reach sebesar plus atau minus 5mm di setiap ukuran.
Rear centre berukuran 440mm pada S1 dan S2, lalu bertambah 2,5mm secara bertahap hingga 447,5mm pada S5. Sudut kepala berada di 63 derajat untuk S1 dan S2, kemudian menjadi 62,5 derajat pada S3 hingga S5. Perbedaan ini memberi pendekatan geometri yang lebih proporsional di seluruh rentang ukuran.
Dua rakitan, satu fokus untuk balap downhill
Norco menyediakan Team DH 2 Fox dengan garpu Fox 40 Performance Elite dan peredam Fox DHX2 Factory. Pilihan lainnya adalah Team DH 2 RockShox dengan garpu RockShox Boxxer Select D2 dan peredam Vivid Coil Base. Kedua rakitan menggunakan pemindah gigi SRAM GX serta rem Maven Base.
Panjang crank juga disesuaikan dengan ukuran rangka. S1 hingga S3 memakai crank Praxis 160mm, sedangkan S4 dan S5 mendapatkan versi 165mm. Detail ini penting bagi pembalap karena panjang crank memengaruhi posisi kayuhan dan potensi kontak pedal dengan permukaan lintasan.
• Team DH 2 Fox: sekitar Rp141,6 jutaan (US$7.999).
• Team DH 2 RockShox: sekitar Rp131 jutaan (US$7.399).
• Frameset Team DH: sekitar Rp81,4 jutaan (US$4.599).
Penilaian untuk calon pengguna
Norco Team DH paling masuk akal bagi pembalap downhill serius dan penggemar yang memang membutuhkan travel 200mm, pivot tinggi, serta ruang penyetelan anti-squat dan pedal kickback. Sistem HPV6 menawarkan tingkat penyesuaian yang luas, tetapi juga menuntut pemahaman terhadap setelan idler, flip chip, dan peredam agar manfaatnya terasa di lintasan.
Absennya opsi roda belakang 29 inci membatasi pilihan bagi pengguna yang menginginkan konfigurasi roda penuh 29 inci. Namun, rancangan roda campuran, lima ukuran rangka, dan reach yang dapat disetel memberi fleksibilitas bagi pengendara yang mencari posisi berkendara spesifik. Dengan harga yang tinggi, Team DH lebih tepat dipandang sebagai platform balap khusus daripada sepeda serbaguna untuk jalur santai.
Dari sisi nilai guna, frameset menjadi pilihan bagi pengguna yang sudah memiliki komponen pilihan, sementara rakitan Fox dan RockShox menyederhanakan proses menuju sepeda siap balap. Rekomendasi saya condong kepada calon pembeli yang benar-benar memanfaatkan medan downhill dan bersedia merawat sistem suspensi kompleks secara berkala, bukan komuter atau pesepeda rekreasional.