SEPEDA & E-BIKE / LIPUTAN KHUSUS

Trek Domane+ SL Bawa Motor TQ HPR40 Ringkas dengan Bobot Hanya 11,1 Kg

/ Trek resmi merilis sepeda e-road ultra ringan Domane+ SL berbobot 11,1 kg, sepeda komuter Inbound+, dan helm Charge WaveCel berteknologi lampu magnetik.

DIMAS ARYASUTA •
Sepeda balap listrik Trek Domane+ SL terbaru dengan rangka carbon
Trek Domane+ SL hadir sebagai sepeda balap listrik endurance dengan desain terintegrasi dan bobot ringan.
FOTO: Dok. Trek

Trek resmi memperluas lini sepeda listriknya dengan meluncurkan Trek Domane+ SL, sebuah sepeda balap listrik endurance yang dirancang dengan efisiensi tinggi. Produsen asal Amerika Serikat ini memadukan rangka 500 Series OCLV Carbon dengan sistem penggerak TQ HPR40 yang terintegrasi secara samar pada rangka, sehingga menghasilkan total bobot mulai dari 11,1 kg saja.

Peluncuran ini menyusul penyegaran seri Domane versi non-listrik bulan lalu yang kini menanggalkan mekanisme IsoSpeed demi carbon layup baru, seatpost yang lebih lentur, serta ruang ban yang lebih luas. Selain sepeda balap jalan raya tersebut, Trek juga memperkenalkan sepeda perkotaan Inbound+ serta helm keselamatan khusus sepeda listrik Charge WaveCel.

Performa Motor Ringkas TQ HPR40 dan Desain Rangka OCLV Carbon

Sepeda e-road Trek Domane+ SL dikendarai di jalan raya
Trek Domane+ SL menyediakan ruang jarak bebas ban hingga 40mm untuk melintasi jalan berkerikil halus. (Foto: Trek)

Penurunan bobot signifikan pada sepeda balap listrik ini dicapai berkat kombinasi rangka berbahan 500 Series OCLV Carbon dan motor mid-drive TQ HPR40 yang berukuran ringkas. Motor ini mampu memproduksi torsi sebesar 40Nm dan daya puncak 200W dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah. Karakter penyaluran tenaganya dirancang untuk merespons kayuhan pengendara secara intuitif, menyajikan rasa berkendara yang alami seperti sepeda balap konvensional.

Pengendara dapat menyesuaikan karakter kustomisasi daya melalui aplikasi Trek Central, termasuk mengatur tingkat bantuan (support) hingga 200 persen saat menghadapi tanjakan curam. Sepeda ini dibekali baterai standar berkapasitas 360Wh yang sanggup menempuh jarak hingga 70 mil. Pengguna yang menginginkan jarak jelajah lebih jauh dapat memilih baterai 580Wh melalui program kustomisasi Project One untuk mendongkrak jarak tempuh hingga 115 mil.

Sebagaimana versi standar, varian listrik ini menyediakan ruang jarak bebas ban (tyre clearance) hingga ukuran 40mm, meski secara bawaan telah terpasang ban ukuran 35mm. Fleksibilitas ini memungkinkan pengendara melintasi aspal kasar hingga jalan berkerikil halus (light gravel) dengan nyaman. Lini Trek Domane+ SL dipasarkan mulai dari Rp126,5 jutaan (£5,250) untuk varian SL 6 AXS Rival XPLR 1X, Rp156,7 jutaan (£6,500) untuk varian SL 7 AXS, hingga Rp192,8 jutaan (£8,000) untuk kasta tertinggi SL 9 AXS.

Trek Inbound+: Sepeda Listrik Perkotaan untuk Komuter Harian

Motor TQ HPR40 yang terpasang rapi pada bottom bracket sepeda Trek Domane+ SL
Motor mid-drive TQ HPR40 menghasilkan torsi 40Nm dengan bentuk yang sangat ringkas di bagian bottom bracket. (Foto: Trek)

Selain merilis sepeda e-road, Trek turut menghadirkan seri Inbound+ yang dibangun khusus sebagai sepeda perkotaan (urban e-bike). Berbeda dengan Domane+ SL yang merupakan adaptasi dari model yang sudah ada, Inbound+ hadir sebagai model yang sepenuhnya baru. Sepeda ini mengusung sistem penggerak Bosch Hub Line yang mengandalkan motor hub pada roda belakang untuk menyalurkan tenaga yang halus dan minim suara.

Desain keseluruhan sepeda ini dibuat minimalis namun kaya fitur praktis bagi para komuter urban harian. Trek telah melengkapinya dengan sistem pencahayaan terintegrasi, spakbor penuh, serta rak belakang berstandar MIK HD untuk membawa barang bawaan. Komponen stem pada stang dapat disesuaikan sudutnya guna mendapatkan posisi berkendara yang ergonomis.

Baterai pada Trek Inbound+ dirancang agar mudah dilepas dan dilengkapi kunci pengaman untuk mencegah pencurian. Model ini tersedia dalam opsi rangka step-over maupun step-through dengan pilihan kapasitas baterai mulai dari 360Wh hingga 600Wh. Sepeda komuter ini dibanderol dengan rentang harga mulai dari Rp48,2 jutaan (£2,000) hingga Rp56,6 jutaan (£2,350).

Proteksi Ekstra Melalui Helm Charge WaveCel Berstandar NTA 8776

Sepeda perkotaan listrik Trek Inbound+ warna abu-abu dengan rak belakang MIK HD
Trek Inbound+ merupakan sepeda komuter perkotaan yang dibekali motor Bosch Hub Line dan perlengkapan komuter lengkap. (Foto: Trek)

Lini produk terbaru Trek ditutup dengan hadirnya helm Charge WaveCel yang dirancang khusus untuk pengguna sepeda listrik perkotaan. Helm ini telah mengantongi sertifikasi keselamatan NTA-8776 asal Belanda, yaitu standar khusus helm sepeda listrik berkecepatan tinggi hingga 45 km/jam. Lembaga penguji independen Virginia Tech memberikan peringkat 4-bintang pada helm ini, yang menandakan tingkat risiko gegag otak yang lebih rendah saat terjadi benturan.

Satu fitur menarik pada helm ini adalah hadirnya lampu Trek Flare yang terpasang secara magnetik pada bagian belakang. Lampu tersebut diklaim mampu terlihat dari jarak hingga 400 meter pada siang hari dan memiliki daya tahan baterai hingga 10 jam pada mode Night Flash. Pengisian daya lampu dilakukan melalui port USB-C dengan waktu pengisian penuh sekitar 90 menit.

Sistem penguncian helm mengandalkan gesper magnetik Fidlock, sedangkan penyetelan lingkar kepala diatur via dial Boa. Generasi terbaru helm Charge WaveCel ini tercatat 50 gram lebih ringan dibanding pendahulunya serta memiliki sirkulasi udara yang lebih optimal. Trek mematok harga helm ini di angka Rp3,6 jutaan (£149.99).

Menakar Strategi Trek di Segmen Sepeda Listrik

Helm sepeda listrik Trek Charge WaveCel dengan lampu magnetik di bagian belakang
Helm Trek Charge WaveCel membawa sertifikasi NTA-8776 dan lampu belakang magnetik Trek Flare yang dapat dilepas pasang. (Foto: Trek)

Langkah Trek menghadirkan motor ringkas TQ HPR40 pada Domane+ SL menegaskan arah tren sepeda balap listrik modern yang semakin mengaburkan batas antara sepeda konvensional dan sepeda ber-motor. Dengan bobot hanya 11,1 kg, penurunan berat ini menjadi krusial bagi pesepeda yang menginginkan bantuan tenaga tanpa mengorbankan kelincahan manuver di jalan raya. Kehadiran opsi kustomisasi baterai hingga 580Wh juga memberikan solusi nyata bagi pengendara jarak jauh yang kerap khawatir akan kehabisan daya di tengah perjalanan.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Trek Domane+ SL Bawa Motor TQ HPR40 Ringkas dengan Bobot Hanya 11,1 Kg

Q1Berapa bobot dan opsi jarak tempuh sepeda balap listrik Trek Domane+ SL?
Trek Domane+ SL memiliki bobot terendah mulai dari 11,1 kg. Sepeda ini dapat menempuh jarak hingga 70 mil (sekitar 112 km) menggunakan baterai standar 360Wh, atau hingga 115 mil (sekitar 185 km) dengan baterai opsional 580Wh dari program Project One.
Q2Motor jenis apa yang digunakan pada sepeda perkotaan Trek Inbound+?
Trek Inbound+ mengusung motor Bosch Hub Line yang terpasang pada hub roda belakang. Motor ini dirancang khusus untuk menghasilkan dorongan tenaga yang halus, minim suara, dan efisien untuk perjalanan di dalam kota.
Q3Sertifikasi keselamatan apa yang dimiliki oleh helm Trek Charge WaveCel?
Helm Trek Charge WaveCel mengantongi sertifikasi NTA-8776 asal Belanda yang diperuntukkan bagi penggunaan sepeda listrik berkecepatan tinggi hingga 45 km/jam, serta meraih peringkat 4-bintang dari lembaga penguji Virginia Tech.
Sumber: Road.cc
D
SENIOR TECH & MOBILE HARDWARE EDITOR

Dimas Aryasuta

Jurnalis teknologi yang mendalami pengujian perangkat seluler, arsitektur chipset, dan teknologi sensor kamera. Berpengalaman lebih dari 8 tahun mengulas gawai secara empiris untuk pasar Indonesia.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH DIMAS ARYASUTA →

TERKAIT