Smartwatch
Berita Aplikasi Alcogram Bantu Pantau Kadar Alkohol lewat Smartwatch Garmin
Memantau kondisi tubuh kini semakin mudah berkat kehadiran aplikasi pihak ketiga terbaru bernama Alcogram untuk pengguna smartwatch Garmin. Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu melacak konsumsi minuman secara praktis langsung dari pergelangan tangan Anda.Menggunakan data personal seperti usia, berat badan, dan jenis kelamin untuk estimasi lebih akurat.Dapat dijalankan secara mandiri langsung di jam tangan tanpa perlu terhubung ke smartphone.Menyediakan grafik visual perkembangan kadar alkohol dalam tubuh dari waktu ke waktu.Cara Kerja Alcogram Membaca Kondisi TubuhAplikasi Alcogram bekerja dengan memanfaatkan data personal yang sudah tersimpan di profil pengguna smartwatch Garmin. Informasi fisik seperti jenis kelamin, tinggi badan, usia, hingga berat badan menjadi acuan utama karena faktor-faktor tersebut sangat memengaruhi seberapa cepat tubuh memetabolisme alkohol.Pengguna dapat memasukkan jenis minuman yang dikonsumsi secara manual. Aplikasi ini menyediakan pilihan minuman yang sudah dikonfigurasi sebelumnya, atau pengguna bisa menambahkan jenis minuman khusus dengan kadar alkohol spesifik sesuai konsumsi riil mereka. Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang ingin memantau konsumsi mereka secara personal.Fitur Unggulan dan Grafik Pemantauan MandiriSalah satu kelebihan utama dari Alcogram adalah kemampuannya untuk berjalan secara mandiri di dalam sistem operasi jam tangan. Anda tidak perlu repot membuka smartphone di tengah acara sosial hanya untuk mencatat konsumsi minuman. Kehadiran grafik visual yang interaktif juga mempermudah pemantauan langsung.Berikut adalah beberapa fitur teknis yang ditawarkan oleh aplikasi ini:Profil Personal: Integrasi otomatis dengan data fisik pengguna Garmin.Kustomisasi Minuman: Input manual kadar alkohol sesuai jenis minuman.Grafik Visual: Diagram perkembangan estimasi kadar alkohol dalam darah dari waktu ke waktu.Riwayat Konsumsi: Catatan historis untuk mengevaluasi kebiasaan minum.Analisis Penggunaan dan Batasan TeknologiMeskipun aplikasi ini sangat membantu untuk melacak kebiasaan personal, pengguna harus memahami bahwa hasil kalkulasi dari aplikasi ini bersifat estimasi kasar. Algoritma yang digunakan tidak bisa menyamai akurasi alat tiup pengukur alkohol profesional atau tes darah medis. Oleh karena itu, demi keselamatan bersama, hindari mengemudi atau bersepeda jika Anda merasa ragu dengan kondisi fisik Anda sendiri. Gunakan aplikasi ini murni sebagai referensi kebugaran pribadi.Komparasi dengan Fitur Bawaan KompetitorDibandingkan dengan kompetitor seperti Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch yang lebih fokus pada pelacakan hidrasi air mineral standar, kehadiran Alcogram memberikan nilai tambah yang unik bagi pengguna Garmin yang aktif secara sosial. Aplikasi pihak ketiga ini mengisi celah fungsionalitas yang jarang disentuh oleh aplikasi kesehatan bawaan pabrik pada umumnya.Aplikasi Alcogram saat ini sudah kompatibel dengan berbagai model jam tangan pintar Garmin, termasuk seri populer seperti Garmin Fenix yang banyak digunakan oleh para pencinta aktivitas luar ruang.Referensi: Garmin | Notebookcheck
- 13 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Hadir dengan Baterai 35 Persen Lebih Besar dan Chipset Snapdragon Wear Elite
Samsung kembali menggoda penggemar smartwatch dengan kabar menarik seputar Galaxy Watch Ultra 2. Jika Anda merasa Galaxy Watch Ultra generasi pertama sudah hebat, tapi berharap baterainya tahan lebih lama, rumor terbaru ini bisa jadi angin segar.Galaxy Watch Ultra 2 dibekali baterai sekitar 800mAh, naik 35 persen dari pendahulunya 590mAh.Chipset baru Snapdragon Wear Elite dari Qualcomm siap meningkatkan efisiensi daya dan performa perangkat.Varian Galaxy Watch 9 juga mendapat peningkatan kapasitas baterai signifikan dibanding generasi sebelumnya.Fokus Samsung pada daya tahan baterai yang lebih baik cocok untuk penggunaan GPS intensif dan layar selalu menyala.Baterai Lebih Gede, Lebih Lama Bertahan untuk Aktivitas Sehari-hariGalaxy Watch Ultra 2 dikabarkan akan membawa baterai berkapasitas 784mAh, yang kemungkinan akan dipasarkan dengan angka bulat 800mAh. Ini berarti ada peningkatan sekitar 35 persen dibandingkan baterai 590mAh pada Galaxy Watch Ultra generasi pertama. Untuk jam tangan pintar, lonjakan kapasitas baterai sebesar ini sangat berarti, memberikan daya tahan yang lebih panjang terutama untuk aktivitas berat seperti penggunaan GPS dan layar selalu menyala.Chipset Snapdragon Wear Elite, Efisiensi Daya Lebih Baik dari ExynosSelain baterai yang lebih besar, Galaxy Watch Ultra 2 juga akan menggunakan chipset Snapdragon Wear Elite dari Qualcomm. Meski chipset ini sama-sama dibangun dengan proses fabrikasi 3nm seperti Exynos W1000 yang dipakai sebelumnya, Snapdragon Wear Elite menawarkan arsitektur yang lebih cerdas dan NPU khusus berdaya rendah. Kombinasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi daya sehingga jam tangan dapat bertahan lebih lama dalam pemakaian nyata.Pembaruan pada Galaxy Watch 9 dengan Baterai Lebih BesarInformasi bocoran juga menyebutkan varian Galaxy Watch 9 dengan ukuran 40mm dan 44mm. Model 40mm kemungkinan akan membawa baterai sekitar 382mAh (dipasarkan 400mAh), naik sekitar 23 persen dari Galaxy Watch 8. Sedangkan model 44mm diperkirakan memiliki baterai 435mAh. Kedua model ini tetap mendukung pengisian daya nirkabel 10W yang praktis.Potensi Rilis dan Dampaknya untuk Pengguna IndonesiaMeski semua informasi ini masih berupa rumor dan Samsung belum mengumumkan resmi, peluncuran Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 kemungkinan terjadi pada akhir 2026. Jika benar, peningkatan kapasitas baterai dan chipset efisien ini akan sangat menguntungkan pengguna di Indonesia yang mengandalkan smartwatch untuk aktivitas harian, olahraga, dan navigasi tanpa khawatir baterai cepat habis.Perangkat ini bisa jadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin jam tangan pintar dengan daya tahan lebih lama tanpa mengorbankan performa atau fitur canggih. Ketersediaan dan harga resmi di Indonesia tentu akan menjadi perhatian berikutnya.Referensi: Samsung | Gizmochina
- 13 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Apple Perbarui iOS, iPadOS, macOS, dan watchOS 27 dengan Dukungan Terbatas
Bayangkan Anda sedang asyik menggunakan iPhone atau iPad kesayangan, lalu muncul notifikasi update sistem operasi terbaru. Tapi, apakah perangkat Anda masih akan mendapat dukungan? Apple baru saja mengumumkan OS terbaru mereka: iOS 27, iPadOS 27, macOS 27 Golden Gate, dan watchOS 27. Namun, tidak semua perangkat lama bisa ikut menikmati pembaruan ini.iOS 27 masih mendukung iPhone hingga 7 tahun ke belakang, termasuk iPhone 11 sampai iPhone SE generasi kedua ke atas.iPadOS 27 meninggalkan beberapa model lama seperti iPad Pro 2018 dan iPad mini generasi kelima.macOS 27 hanya mendukung Mac dengan prosesor Apple, meninggalkan seluruh Mac berbasis Intel.watchOS 27 paling terbatas, hanya mendukung Apple Watch Series 9 ke atas dan beberapa model Ultra terbaru.Penting diperhatikan, pembaruan ini bisa memengaruhi pengalaman pengguna sehari-hari dan ada risiko perangkat lama kehilangan fitur baru.iOS 27 Tetap Setia Mendukung Perangkat LamaUpdate iOS 27 menjadi angin segar bagi pengguna iPhone lawas. Apple tetap membuka pintu bagi iPhone yang dirilis sejak 2016, seperti iPhone 11 dan seri SE generasi kedua ke atas. Ini berarti Anda tidak perlu buru-buru ganti ponsel hanya untuk menikmati fitur terbaru. Dengan begitu, iOS 27 bisa memperpanjang umur pakai iPhone Anda, terutama bagi keluarga muda yang ingin memaksimalkan gadget lama.Risiko dan PertimbanganNamun, penting diingat bahwa dukungan perangkat lunak yang lama tidak selalu berarti performa optimal. Beberapa fitur baru mungkin berjalan kurang mulus, dan ada potensi peningkatan konsumsi baterai. Selain itu, selalu waspada soal privasi data saat upgrade sistem operasi. Pastikan backup data dan cek apakah aplikasi favorit Anda kompatibel dengan iOS 27.iPadOS 27: Seleksi Ketat untuk Tablet AppleBerbeda dengan iPhone, iPadOS 27 mulai meninggalkan perangkat lama seperti iPad Pro 2018 dan iPad mini generasi kelima. Apple memfokuskan update pada iPad Pro 11 inci generasi kedua ke atas dan model terbaru lainnya. Pengguna iPad lawas harus siap kehilangan akses ke fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan produktivitas, terutama untuk pekerja kreatif dan pelajar.Mengelola Ekspektasi dan BiayaBagi keluarga muda yang menggunakan iPad untuk belajar jarak jauh atau hiburan anak, ini berarti perlu memikirkan penggantian perangkat atau menerima keterbatasan fungsi. Jangan lupa, upgrade perangkat juga berarti biaya tambahan yang harus diperhitungkan agar tidak membebani keuangan keluarga.macOS 27 Golden Gate Hanya untuk Mac Apple SiliconApple makin tegas memisahkan masa depan Mac dengan prosesor Intel dan Apple Silicon. macOS 27 hanya bisa diinstall pada Mac dengan chip Apple, mulai dari Mac Pro 2023, Mac Studio 2022, hingga MacBook Air 2020 dan yang lebih baru. Ini menandakan Mac berbasis Intel yang beredar sebelum 2020 tidak akan mendapat update fitur terbaru.Dampak pada Pengguna Profesional dan KeluargaPengguna Mac lawas harus siap dengan keterbatasan keamanan dan fitur baru. Untuk pekerja kreatif dan profesional yang mengandalkan Mac, ini menjadi sinyal untuk mempertimbangkan upgrade perangkat. Namun, bagi pengguna yang lebih santai, macOS versi lama masih bisa dipakai, meski tanpa fitur terbaru.watchOS 27: Dukungan Paling Terbatas untuk Apple WatchApple Watch mendapat pembatasan dukungan paling ketat. watchOS 27 hanya mendukung Apple Watch Series 9, 10, 11, Ultra 2, Ultra 3, dan Apple Watch SE generasi ketiga. Seri 6, 7, 8, dan Ultra 1 tidak lagi mendapat update ini. Ini bisa jadi tantangan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan fitur kesehatan dan produktivitas terbaru.Perlukah Upgrade Smartwatch?Bagi pekerja urban yang menggunakan Apple Watch untuk kesehatan dan notifikasi cepat, upgrade mungkin terasa perlu. Tapi, pertimbangkan juga biaya dan risiko keamanan data yang mungkin muncul dari perangkat baru. Pastikan fitur baru benar-benar membantu rutinitas Anda sebelum membeli model terbaru.Potensi Rilis dan Harga di IndonesiaApple biasanya meluncurkan update OS baru secara global pada musim gugur. Di Indonesia, update ini biasanya mengikuti beberapa minggu setelah rilis utama. Karena sifatnya software, update ini tidak dikenakan biaya langganan, tapi perlu koneksi internet stabil dan ruang penyimpanan cukup. Untuk perangkat baru yang kompatibel, harga resmi bisa mulai dari Rp3 juta-an untuk Apple Watch SE 3, dan jutaan rupiah lebih untuk iPhone dan Mac terbaru.Penting untuk selalu memeriksa kompatibilitas perangkat sebelum mengunduh update, dan mempertimbangkan apakah fitur baru sepadan dengan biaya upgrade perangkat jika diperlukan.Referensi: Apple | notebookcheck.net
- 10 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Amazfit HybridCharge Ini Membantu Pengguna Memahami Waktu Olahraga dan Istirahat
Anda pernah merasa bingung kapan harus berolahraga atau istirahat agar tubuh tetap optimal? Fitur baru dari Amazfit bernama HybridCharge hadir untuk membantu mengatasi kebingungan ini dengan cara yang lebih personal dan cerdas.Harga smartwatch Amazfit mulai dari sekitar Rp7.800.000 untuk model T-Rex Ultra 2.Pembaruan fitur HybridCharge akan tersedia untuk sepuluh model smartwatch Amazfit dalam beberapa bulan ke depan.Fitur ini menggabungkan data biometrik dan catatan aktivitas harian untuk memberikan rekomendasi yang lebih akurat.Mengenal HybridCharge, Kombinasi Data untuk Energi OptimalHybridCharge adalah fitur baru yang dikembangkan Amazfit sebagai kelanjutan dari teknologi BioCharge yang sudah populer. BioCharge sendiri memantau tingkat pemulihan dan energi Anda melalui biometrik, seperti detak jantung dan kualitas tidur.Namun, HybridCharge menambahkan dua komponen penting lainnya. Pertama, LifeLoad, yang memungkinkan Anda mencatat faktor-faktor eksternal seperti konsumsi alkohol, perjalanan, dan tingkat stres harian. Kedua, Training Load yang menghitung beban fisik setelah sesi latihan.Dengan menggabungkan ketiga data tersebut, HybridCharge membantu Anda memahami kapan waktu terbaik untuk berolahraga dan kapan saatnya beristirahat demi hasil latihan yang optimal dan kesehatan yang terjaga.Fitur HybridCharge Segera Hadir di Sepuluh Model AmazfitMenurut pengumuman resmi, sepuluh model smartwatch Amazfit akan mendapatkan pembaruan fitur HybridCharge dalam beberapa bulan ke depan. Model-model tersebut antara lain Active 3 Premium, Balance 2, Cheetah 2 Pro, Cheetah 2 Ultra, T-Rex 3, T-Rex 3 Pro, dan T-Rex Ultra 2 yang dijual sekitar Rp7.800.000.Sementara itu, Bip Max akan mendapatkan fitur ini pada Juni atau Juli 2026, dan Active Max menyusul pada Juli atau Agustus 2026. Model Balance generasi pertama juga akan menerima pembaruan ini di akhir 2026.Manfaat HybridCharge bagi Pengguna HarianFitur ini sangat berguna bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan rutinitas olahraga tanpa harus menjadi ahli kebugaran. Dengan data yang disediakan, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat soal kapan harus meningkatkan intensitas latihan atau memilih untuk beristirahat agar tubuh tidak kelelahan.Namun, perlu diingat bahwa penggunaan fitur ini memerlukan pencatatan faktor-faktor seperti stres dan konsumsi alkohol secara jujur agar hasil rekomendasi lebih akurat. Selain itu, pengguna juga harus mempertimbangkan biaya langganan aplikasi Amazfit yang mungkin berlaku untuk fitur lengkap.Peluang Hadirnya HybridCharge di IndonesiaMeski Amazfit belum mengumumkan secara resmi ketersediaan fitur HybridCharge di Indonesia, produk-produk Amazfit sudah cukup populer di pasar lokal. Dengan adanya pembaruan ini, pengguna di Indonesia bisa mendapatkan manfaat yang lebih maksimal dari smartwatch mereka.Untuk Anda yang tertarik, perhatikan pengumuman resmi dari Amazfit Indonesia dan update aplikasi Zepp OS agar tidak ketinggalan fitur terbaru ini.Referensi: Amazfit | notebookcheck.net
- 07 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Garmin Terlihat Kikir Dibanding Apple, Fitur Darurat Punya Harga Hidup Mati
Bayangkan sedang mendaki gunung atau menyelam di tempat terpencil, lalu terjadi keadaan darurat. Anda ingin segera menghubungi bantuan lewat smartwatch, tapi ternyata fitur komunikasi satelit yang penting itu berbayar. Situasi seperti ini kini terjadi pada pengguna Garmin, yang harus membayar biaya tambahan untuk menggunakan fitur darurat lewat layanan inReach.Garmin tawarkan panggilan darurat mulai dari Rp120 ribuan per bulan dengan syarat menghentikan langganan penuh.Biaya aktivasi awal layanan inReach mencapai Rp600 ribuan, jadi bukan hanya biaya bulanan.Apple tawarkan komunikasi satelit gratis selama dua tahun pertama pada Apple Watch, tanpa biaya tersembunyi.Perbedaan kebijakan ini berpotensi memengaruhi keputusan pembelian dan keselamatan pengguna di situasi kritis.Garmin dan Biaya Layanan Darurat yang MembebaniGarmin baru-baru ini menurunkan biaya penggunaan layanan inReach untuk panggilan darurat menjadi sekitar Rp120 ribuan per bulan, dengan catatan pelanggan harus menghentikan langganan penuh mereka. Namun, ada biaya aktivasi awal sebesar sekitar Rp600 ribuan yang harus dibayar pengguna untuk mengaktifkan layanan ini.Fitur komunikasi satelit ini tersedia tidak hanya di perangkat inReach khusus, tapi juga di jam tangan pintar Garmin seperti Fenix 8 Pro dan Quatix 8 Pro. Sayangnya, meskipun jam tangan ini menyasar pengguna yang mungkin tidak sepenuhnya siap menghadapi situasi darurat, biaya layanan yang cukup tinggi bisa menjadi penghalang untuk mengaktifkan fitur tersebut.Perbandingan dengan Apple yang Lebih Konsumen-FriendlyDi sisi lain, Apple menawarkan fitur komunikasi satelit gratis selama dua tahun pertama bagi pengguna Apple Watch yang mendukung fitur tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai biaya setelah masa gratis itu berakhir, tapi langkah ini menunjukkan pendekatan yang lebih ramah konsumen untuk fitur keselamatan penting.Kebijakan Apple ini memberikan nilai tambah yang jelas dan bisa jadi faktor penentu antara hidup dan mati dalam situasi darurat. Pengguna tidak perlu khawatir soal biaya tambahan saat membutuhkan bantuan cepat lewat satelit.Implikasi bagi Pengguna dan Reputasi GarminDengan perbedaan kebijakan yang cukup mencolok ini, Garmin berisiko kehilangan kepercayaan dari pengguna yang mengutamakan keselamatan dan kemudahan akses fitur darurat. Meskipun Garmin sudah mengurangi biaya layanan, tetap saja biaya aktivasi dan langganan bisa membuat pengguna ragu untuk mengaktifkan fitur yang sebenarnya vital.Dalam konteks ini, pilihan smartwatch bukan hanya soal fitur dan desain, tapi juga soal aksesibilitas layanan keselamatan tanpa hambatan biaya. Garmin perlu mempertimbangkan ulang model bisnisnya agar tidak kehilangan pangsa pasar dan reputasi di tengah persaingan yang semakin ketat.Via: Notebookcheck
- 05 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Berita Amazfit Balance 3 Smartwatch Dengan Fitur Lengkap dan Baterai Tahan Hingga 21 Hari
Amazfit menghadirkan Balance 3, sebuah smartwatch kelas menengah atas yang menawarkan fitur lengkap dan daya tahan baterai luar biasa. Dengan harga sekitar Rp5,6 jutaan, perangkat ini sudah bisa dipesan di Amerika Serikat dan akan mulai dikirim pada pertengahan Juni. Balance 3 menargetkan pengguna yang menginginkan metrik kebugaran mendalam dan masa pakai baterai panjang tanpa harus mengisi ulang setiap hari.Smartwatch berukuran besar dengan bodi stainless steel dan opsi titanium yang lebih ringan.Layar AMOLED 1,5 inci dengan proteksi kaca safir dan kecerahan hingga 3.000 nits.Fitur pelacakan keseimbangan latihan dan pemulihan melalui sistem HybridCharge Energy Intelligence.Baterai 658mAh dengan daya tahan hingga 21 hari penggunaan normal.Desain dan Layar Premium untuk Pengalaman Pengguna OptimalBalance 3 hadir dengan ukuran cukup besar yaitu diameter 51,4mm dan ketebalan 14,6mm. Versi awal menggunakan bahan stainless steel seberat 62 gram, sementara versi titanium yang lebih ringan 55 gram akan menyusul kemudian. Layarnya menggunakan panel AMOLED seluas 1,5 inci yang dilapisi kaca safir anti gores, memberikan kombinasi ketahanan dan kejernihan visual yang baik.Kecerahan layar mampu mencapai puncak 3.000 nits, sangat membantu visibilitas di luar ruangan yang terang. Sertifikasi tahan air 10ATM juga membuatnya aman digunakan untuk berenang dan menyelam rekreasional tanpa khawatir kerusakan.Pelacakan Kesehatan dan Kebugaran yang MendalamSalah satu keunggulan utama Balance 3 adalah sistem pelacakan keseimbangan latihan dan pemulihan yang dinamai HybridCharge Energy Intelligence. Teknologi ini menggabungkan data beban latihan, tingkat stres harian, dan pola tidur untuk memberikan rekomendasi kapan tubuh perlu beristirahat serta kapasitas fisik pengguna.Smartwatch ini mendukung lebih dari 180 mode olahraga, termasuk fitur khusus untuk lomba HYROX seperti rencana latihan dan simulasi kecepatan. Untuk aktivitas luar ruangan, Balance 3 memakai GPS dual-band dan mendukung peta offline, navigasi belokan demi belokan, serta pengalihan rute otomatis jika pengguna menyimpang dari jalur.Fitur Kesehatan dan Kenyamanan Sehari-hariSelain kebugaran, Balance 3 juga memonitor detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), suhu kulit, dan tingkat stres secara 24 jam. Pengguna dapat menerima peringatan jika ada detak jantung abnormal atau kadar oksigen rendah. Untuk kenyamanan, jam tangan ini dilengkapi speaker dan mikrofon untuk panggilan Bluetooth, NFC untuk pembayaran digital, serta senter dengan cahaya merah dan putih untuk visibilitas malam hari.Daya Tahan Baterai yang Mengalahkan Banyak PesaingDitenagai baterai 658mAh, Balance 3 mampu bertahan hingga 21 hari dalam penggunaan normal tanpa harus diisi ulang. Jika fitur layar selalu aktif (always-on display diaktifkan), masa pakainya akan berkurang menjadi sekitar tujuh hari. Ini menawarkan fleksibilitas bagi pengguna yang tidak ingin terganggu dengan pengisian baterai setiap hari.Di tengah persaingan smartwatch yang semakin ketat, Balance 3 menonjol dengan kombinasi fitur lengkap dan daya tahan baterai yang impresif. Meski harga sekitar Rp5,6 jutaan mungkin terasa cukup tinggi, nilai tambah dari fitur dan teknologi yang ditawarkan bisa jadi pertimbangan bagi pengguna yang serius memantau kebugaran dan kesehatan mereka.Via: Gizmochina
- 05 Jun, 2026
- •
- Anif Sirsaeba
Berita Haylou Watch 3 Smartwatch AMOLED dengan Baterai Tahan Hingga 45 Hari Harga Rp650 Ribuan
Memiliki smartwatch dengan layar AMOLED dan baterai tahan lama tentu menarik bagi banyak orang, apalagi jika harganya sangat terjangkau. Haylou Watch 3 hadir sebagai pilihan baru dengan harga Rp650 ribuan, menawarkan fitur dasar yang cocok untuk penggunaan sehari-hari tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.Smartwatch Haylou Watch 3 dibanderol sekitar Rp650 ribuan di pasar global dengan pengiriman mulai pertengahan JuliLayar AMOLED 1,85 inci dengan resolusi 390 x 450 piksel dan kecerahan maksimum 1.000 nitsBaterai dapat bertahan hingga 45 hari dengan penggunaan ringanFitur utama termasuk pengukuran detak jantung, pencatatan aktivitas olahraga, panggilan via Bluetooth, tanpa GPS dan tahan air hingga 1 ATMUkuran Layar Besar dengan Kualitas Warna AMOLEDHaylou Watch 3 mengusung layar AMOLED 1,85 inci yang cukup besar untuk ukuran smartwatch entry-level. Dengan resolusi 390 x 450 piksel, tampilan yang dihasilkan sudah cukup tajam dan warna yang kaya. Kecerahan layar mencapai 1.000 nits, cukup untuk melihat konten di bawah sinar matahari meski tidak seterang beberapa smartwatch lain yang ada di pasaran.Baterai Super Tahan untuk Pengguna yang Tidak Ingin Repot MengisiSalah satu nilai jual utama Haylou Watch 3 adalah daya tahan baterainya yang diklaim sampai 45 hari dalam kondisi pemakaian ringan. Ini sangat membantu bagi pengguna yang tidak ingin sering mengisi ulang perangkat wearable mereka, terutama bagi yang menggunakan smartwatch sebagai pendamping aktivitas sehari-hari tanpa banyak fitur berat.Fitur Dasar yang Memadai untuk Kebutuhan Sehari-hariSmartwatch ini mampu merekam aktivitas olahraga dan mengukur detak jantung, cocok untuk pengguna yang ingin memantau kesehatan tanpa perlu fitur rumit. Namun, perlu dicatat bahwa Haylou Watch 3 tidak dilengkapi GPS, sehingga untuk aktivitas luar ruang seperti berlari atau bersepeda, pelacakan jarak dan rute tidak tersedia secara mandiri.Fitur panggilan via Bluetooth juga tersedia, memungkinkan pengguna menjawab telepon langsung dari pergelangan tangan saat tersambung dengan smartphone. Namun, ketahanan air hanya sampai 1 ATM, artinya perangkat ini hanya tahan cipratan air dan tidak cocok untuk berenang atau aktivitas air berat.Harga dan KetersediaanHarga Haylou Watch 3 saat ini sekitar Rp650 ribuan di platform penjualan global seperti Banggood, dengan biaya pengiriman dan kemungkinan pajak impor yang harus diperhitungkan. Pengiriman diperkirakan mulai pertengahan Juli. Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai distribusi atau harga lokal.Bagi pengguna yang mencari smartwatch dengan layar AMOLED besar, daya tahan baterai panjang, dan fitur dasar yang memadai dengan budget terbatas, Haylou Watch 3 bisa menjadi pilihan. Namun, jika kebutuhan meliputi GPS dan ketahanan air untuk olahraga air, maka perlu mempertimbangkan opsi lain.Via: Notebookcheck
- 04 Jun, 2026
- •
- Senja Arunika
Rekomendasi Garmin Fenix 8 vs Enduro 3: Siapa Rajanya Baterai Ekstrem?
Kalau kamu terbiasa ngecas smartwatch tiap malam, ngeliat spesifikasi Garmin seri premium bisa bikin melongo. Baterainya diukur dalam minggu, bukan jam. Dua andalan mereka, Fenix 8 dan Enduro 3, sama-saja jago dalam urusan daya tahan—tapi pendekatannya beda banget. Yuk, kita bedah mana yang paling cocok buat gaya hidupmu.Fenix 8: smartwatch mode hingga 48 hari (dengan solar), GPS hingga 149 jam (solar)Enduro 3: smartwatch mode hingga 90 hari (solar), GPS hingga 320 jam (solar)Keduanya pakai layar MIP untuk versi solar, tapi Fenix 8 juga punya opsi AMOLEDEnduro 3 lebih ringan (63 gr) dan fokus murni baterai, Fenix 8 punya speaker, mic, dan diving gradeGarmin Enduro 3 smartwatch outdoor dengan daya tahan baterai panjang. Foto: GarminGarmin Fenix 8Fenix 8 adalah flagship serba bisa. Dilengkapi speaker dan mikrofon buat nelpon dari wrist, casing kedap untuk scuba diving, serta senter LED bawaan. Tapi karena fiturnya padat, daya tahan baterai sangat tergantung varian. Yang paling besar, 51mm, dengan layar AMOLED mampu bertahan hingga 29 hari smartwatch mode (13 hari always-on). GPS tracking sampai 84 jam.Kalau pilih varian Solar dengan layar MIP, baterai smartwatch melonjak ke 30 hari—atau 48 hari dengan bantuan sinar matahari. GPS-nya 95 jam, naik jadi 149 jam dengan solar. Buat kebanyakan orang, ini lebih dari cukup untuk latihan harian, hiking, dan pemakaian sehari-hari.Garmin Enduro 3Enduro 3 punya misi spesifik: bertahan selama mungkin tanpa ngecas. Garmin mengorbankan speaker, mikrofon, dan ketahanan diving. Sebagai gantinya, bezel titanium ringan dan tali nilon bikin beratnya cuma 63 gram—jauh lebih ringan dari Fenix 8 51mm Solar yang 95 gram.Dengan fokus efisiensi, Enduro 3 kasih angka gila: smartwatch mode 36 hari, atau 90 hari dengan solar. Di mode GPS kontinu—yang paling krusial buat ultrarunner dan thru-hiker—baterainya 120 jam, tembus 320 jam dengan solar. Bisa dibilang, ini jam tangan yang jarang banget kamu cas.Jadi, Pilih yang Mana?Kalau bicara soal durasi, Enduro 3 jelas pemenangnya. Daya tahan GPS solarnya lebih dari dua kali lipat (320 vs 149 jam) dan smartwatch mode hampir dua kali lipat (90 vs 48 hari). Tapi pilihan ideal tergantung kebutuhanmu.Harga & Verdict: Garmin Fenix 8 51mm Solar dibanderol sekitar $1.000 atau Rp15,5 jutaan. Enduro 3 di kisaran $900 atau Rp14 jutaan. Ambil Fenix 8 jika kamu suka kenyamanan voice command, nelpon dari wrist, dan butuh watch yang bisa diving rekreasional—baterainya tetap luar biasa. Pilih Enduro 3 jika prioritasmu meminimalkan frekuensi ngecas, atau kamu sering ikut event multi-hari di alam terbuka di mana colokan listrik hanya mimpi. Keduanya jago, tapi satu dirancang serba bisa, satunya dirancang buat bertahan paling lama.
- 26 May, 2026
- •
- Senja Arunika