Kalau biasanya smartwatch baru berlomba-lomba menawarkan fitur latihan maraton atau menyelam di laut dalam, Huawei justru mengambil pendekatan yang berbeda. Ada satu fitur di jam tangan pintar terbaru mereka yang saya rasa bakal lebih sering dipakai oleh Anda yang kesehariannya justru dihabiskan di depan laptop. Bukan untuk lari 10 kilometer, bukan juga buat renang gaya kupu-kupu.
Nama resminya Huawei Qingyun H3550. Dari tampilan luar, jam ini memang langsung mengingatkan pada desain yang sudah sangat dikenal: bodi aluminium berbentuk persegi panjang dengan lengkungan tegas di setiap sudut, lengkap dengan digital crown dan tombol samping yang posisinya khas. Ketebalannya hanya 9,5 milimeter, cukup ramping untuk diselipkan di balik manset kemeja. Huawei juga membekalinya dengan ketahanan air 5 ATM, jadi tetap aman kalau Anda lupa melepasnya saat berenang.
Yang cukup mencuri perhatian saya adalah layarnya. Panel AMOLED 1,82 inci dengan resolusi 480 x 408 piksel ini punya tingkat kecerahan hingga 2.500 nit. Angka ini memastikan layar tetap terbaca dengan jelas meski Anda sedang berlari di luar ruangan di bawah terik matahari langsung. Tidak perlu lagi menutupi layar dengan tangan cuma buat lihat notifikasi.
Pelatih kartun yang ngajak olahraga dari meja kerja

Di sinilah letak keunikannya. Huawei Qingyun H3550 menyertakan workout coach yang wujudnya bukan atlet virtual dengan tubuh ideal, melainkan seekor panda kartun. Tugas utamanya adalah memandu Anda melakukan gerakan-gerakan sederhana yang bisa dilakukan tanpa persiapan apa pun dan tanpa harus meninggalkan meja kerja.
Konsep ini menurut saya cerdas, karena realitanya tidak semua orang punya waktu atau kesempatan untuk ganti baju olahraga dan pergi ke gym. Kadang Anda cuma butuh peregangan cepat di sela-sela rapat Zoom yang tiada henti. Si panda ini hadir untuk momen-momen seperti itu, mengingatkan bahwa bergerak sedikit tetap lebih baik daripada diam total seharian.
Sensor yang lebih rajin dari detak jantung biasa

Untuk urusan pemantauan kesehatan, jam ini tidak main-main. Sensor detak jantungnya menggunakan enam LED dan enam fotodioda, konfigurasi yang menurut Huawei dirancang untuk mengumpulkan data dengan presisi tinggi. Selain detak jantung, jam ini juga bisa mengukur saturasi oksigen darah dan memantau pola tidur Anda setiap malam.
Buat Anda yang suka lari pagi atau bersepeda di akhir pekan, modul GPS bawaan bisa merekam jarak tempuh secara mandiri. Artinya, Anda tidak wajib membawa smartphone saat ingin tracking rute atau menghitung kalori. Cukup jamnya saja di pergelangan tangan, data tetap tercatat.
Baterai dan konektivitas yang siap jadi kunci digital
Daya tahan baterai jadi salah satu nilai jual yang paling masuk akal di sini. Huawei mengklaim jam ini bisa bertahan hingga sepuluh hari dalam mode hemat daya. Kalau Anda pakai secara normal, baterainya cukup buat tujuh hari. Bahkan dengan always-on display yang aktif, Qingyun H3550 masih bisa menemani empat hari penuh. Angka yang cukup melegakan di tengah kebiasaan mengisi daya smartwatch setiap malam.
Chip NFC yang tertanam di dalamnya bukan cuma berguna untuk pembayaran nirsentuh biasa. Huawei menyebutkan jam ini juga bisa difungsikan sebagai kunci digital. Belum dijelaskan secara rinci mekanismenya, tapi bayangan saya langsung tertuju pada kemudahan akses kantor atau ruang meeting tanpa perlu membawa kartu akses terpisah.
Dibuat khusus untuk pelanggan bisnis
Yang perlu dicatat, Qingyun H3550 tidak menyasar konsumen ritel biasa seperti Anda dan saya yang sekadar ingin upgrade jam tangan harian. Huawei secara spesifik menargetkan jam ini untuk pelanggan bisnis. Ini menjelaskan fitur personalisasi yang ditawarkan: kemasan, logo yang muncul saat jam dinyalakan, tampilan watch face, sampai tali jam bawaan semuanya bisa disesuaikan ketika perusahaan membeli dalam jumlah untuk karyawan mereka.
Sayangnya, detail harga dan tanggal ketersediaan Qingyun H3550 masih belum diumumkan secara resmi oleh Huawei. Kita masih harus menunggu informasi lebih lanjut apakah jam ini akan masuk ke pasar Indonesia atau hanya beredar di jalur korporat tertentu di wilayah tertentu. Yang jelas, pendekatannya berbeda. Di saat kompetitor ramai-ramai menyasar atlet dan penggiat gaya hidup aktif, Huawei diam-diam mengincar para pekerja yang lebih banyak duduk namun tetap butuh perangkat yang peduli pada kesehatan mereka.
Sumber: Notebookcheck


