Nothing Headphone (1) Pro resmi meluncur secara global sebagai penerus model tahun lalu. Headphone over-ear ini mengandalkan tiga driver, termasuk xMEMS tweeter, ANC adaptif hingga 46 dB, koneksi LDAC, serta baterai 1.060mAh dengan daya tahan maksimal 68 jam.
Perangkat ini menyasar pengguna yang mengutamakan kualitas audio nirkabel, ketahanan baterai, dan fitur peredam bising dalam satu paket. Nothing juga menggandeng Metropolis Studios untuk menyetel karakter suara, lalu menambahkan Dynamic Spatial Audio dengan pelacakan gerakan kepala.
Tiga Driver Menjadi Pusat Pembaruan
Peningkatan terbesar Nothing Headphone (1) Pro berada pada perangkat akustiknya. Nothing memasang driver bass 40 mm, precision dynamic driver berukuran 13 x 8 mm, serta xMEMS tweeter solid-state berukuran 3,2 x 6,0 x 1,15 mm.
Susunan tersebut membagi tugas reproduksi suara secara lebih terarah. Driver 40 mm menangani frekuensi rendah, precision dynamic driver mengisi area suara utama, sedangkan xMEMS tweeter berfokus pada detail frekuensi tinggi. Teknologi xMEMS menggunakan pendekatan solid-state, tetapi sumber tidak merinci frekuensi kerja atau material tiap komponen.
Dukungan Hi-Res Audio hadir melalui LDAC dengan kualitas nirkabel hingga 24-bit/96 kHz. Pengguna yang membutuhkan kualitas lebih tinggi dapat memakai koneksi USB-C untuk audio digital lossless hingga 24-bit/192 kHz. Input 3,5 mm mendukung sinyal analog hingga 24-bit/96 kHz.
Format koneksinya cukup lengkap.
****
ANC Adaptif dan Spatial Audio
Nothing Headphone (1) Pro membawa 10 mikrofon untuk sistem hybrid ANC. Peredam bisingnya dapat bekerja secara adaptif dan real-time hingga 46 dB. Angka ini menggambarkan kapasitas peredaman yang ditawarkan, tetapi sumber belum menyertakan hasil pengujian pada suara kendaraan, kantor, atau kabin pesawat.
Untuk panggilan suara, tersedia sistem terpisah dengan empat mikrofon. Pemrosesan berbasis DNN dirancang untuk mengurangi suara angin dan kebisingan latar. Fitur ini berpotensi membantu pengguna yang sering menerima panggilan di luar ruangan, meski kualitas aktual tetap bergantung pada kondisi lingkungan.
Dynamic Spatial Audio menambahkan pelacakan gerakan kepala dan lima profil pendengaran. Salah satunya adalah Studio B, profil yang didasarkan pada ruangan milik Metropolis Studios. Pendekatan ini memberi pilihan karakter suara yang lebih spesifik dibanding sekadar mode audio standar.
Pelacakan kepala menjadi fitur pembeda.
Bluetooth 6.1, Kontrol Fisik, dan Rancang Bangun
Headphone ini memakai Bluetooth 6.1 dengan dukungan AAC, SBC, LDAC, dan LC3. Nothing turut menyertakan Google Fast Pair, Microsoft Swift Pair, koneksi ganda, mode latensi rendah, serta deteksi saat headphone dikenakan.
Kombinasi tersebut membuat Headphone (1) Pro lebih fleksibel untuk pengguna yang berpindah antara smartphone dan laptop. Mode latensi rendah juga relevan bagi aktivitas menonton video atau bermain game, walau sumber tidak menyebutkan angka latensi spesifik.
Bobot perangkat mencapai 327 gram. Bodi memadukan titanium dan aluminium, sementara earcup dapat dimiringkan hingga 20 derajat. Material ini memberi kesan kokoh, tetapi bobotnya perlu diperhatikan oleh pengguna yang terbiasa memakai headphone ringan dalam durasi panjang.
Kontrol fisik menjadi bagian penting desainnya. Nothing menyediakan roller, paddle, dan tombol untuk mengatur fungsi perangkat. Headphone ini juga memiliki sertifikasi IP52, sehingga lebih siap menghadapi debu dan percikan ringan daripada produk tanpa perlindungan resmi.
****
Baterai 1.060mAh dengan Banyak Skenario
Baterai 1.060mAh memberikan waktu pemutaran hingga 68 jam menggunakan AAC tanpa ANC. Saat ANC diaktifkan, daya tahan turun menjadi maksimal 30 jam. Pada mode LDAC, perangkat mampu bertahan hingga 53 jam tanpa ANC dan 28 jam dengan ANC.
Perbedaan tersebut penting bagi pengguna yang mengejar kualitas audio sekaligus memakai ANC sepanjang hari. LDAC dan ANC sama-sama menambah beban pemrosesan, sehingga angka pemakaian berubah sesuai konfigurasi.
Pengisian singkat lima menit menghasilkan pemutaran hingga empat jam tanpa ANC. Fitur ini berguna saat pengguna perlu segera berangkat, meski sumber tidak menyebutkan kapasitas daya pengisian atau waktu penuh dari nol hingga 100 persen.
Menakar Nothing Headphone (1) Pro di Kelas Audio Premium
Nothing Headphone (1) Pro tersedia dalam warna hitam dan putih dengan harga global mulai sekitar Rp7,1 jutaan ($399), Rp8,4 jutaan (£349), atau Rp7,2 jutaan (€349). Produk dijual melalui situs resmi Nothing dan mitra ritel resminya. Harga serta ketersediaan resmi di Indonesia belum diumumkan.
Secara spesifikasi, produk ini menawarkan paket kuat untuk pengguna yang membutuhkan headphone over-ear dengan ANC adaptif, dukungan LDAC, audio lossless melalui USB-C, serta baterai 1.060mAh. xMEMS tweeter dan penyetelan Metropolis Studios menambah daya tarik bagi pendengar yang memperhatikan detail suara.
Catatan utamanya berada pada bobot 327 gram dan belum adanya informasi pengujian nyata untuk kualitas ANC, mikrofon, serta kenyamanan pemakaian panjang. Angka 68 jam juga berlaku pada AAC tanpa ANC, bukan konfigurasi dengan kualitas audio dan peredam bising tertinggi.
• Kelebihan: tiga driver dengan xMEMS tweeter, LDAC, USB-C lossless hingga 24-bit/192 kHz, dan baterai hingga 68 jam.
• Catatan: bobot 327 gram, daya tahan berkurang saat LDAC atau ANC aktif, serta harga resmi Indonesia belum tersedia.
Dengan harga global sekitar Rp7,1 jutaan, Nothing Headphone (1) Pro paling tepat dipertimbangkan oleh pengguna yang menginginkan fitur audio lengkap dan daya tahan panjang. Pengguna yang lebih sensitif terhadap bobot atau membutuhkan kepastian layanan resmi di Tanah Air sebaiknya menunggu informasi distribusi lokal.