Baterai 6.000 mAh bukan hal biasa untuk smartphone mid-range di kelas HMD Thunder Pro. Ditambah lagi, desain modul kamera yang berbentuk pil membuatnya langsung mencuri perhatian. Namun, jangan hanya terpukau oleh angka besar dan tampilan unik tanpa melihat detail lain.
- Layar OLED 6,67 inci dengan refresh rate 90Hz.
- Chipset Unisoc T620 dengan delapan core, termasuk dua core performa 2,2 GHz.
- RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB.
- Kamera utama 50 MP, kamera ultra-wide 8 MP, dan kamera selfie 50 MP.
Desain yang Beda dari HMD Thunder Pro
Modul kamera berbentuk pil memang jarang ditemukan. Kamera di sisi kiri dan kanan modul ini dengan lampu kilat di tengah memberi kesan simetris tapi agak aneh. Bodi plastik yang agak membulat terasa ringan, namun mungkin kurang solid dibandingkan bahan metal atau kaca. Sertifikasi IP65 hanya melindungi dari cipratan air, bukan rendaman. Jadi jangan coba-coba pakai di bawah hujan deras.
Layar OLED 6,67 Inci dengan Refresh Rate 90Hz
Layar OLED dengan resolusi 1080p+ dan refresh rate 90Hz sudah cukup nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Warna lebih hidup dan gerakan lebih mulus dibanding layar IPS biasa. Sayangnya, 90Hz tidak semulus 120Hz yang kini sudah cukup umum di kelas menengah atas. Ini masih bisa diterima, tapi jangan berharap pengalaman super mulus.
Mesin Unisoc T620 yang Bertenaga tapi Terbatas
Unisoc T620 membawa dua core performa Cortex-A75 hingga 2,2 GHz dan enam core efisiensi Cortex-A55. Ini cukup lancar untuk aplikasi harian dan multitasking ringan. Tapi untuk gaming berat atau aplikasi berat lain, hasilnya bisa mentok dan terasa kurang responsif. RAM 8 GB memang besar, tapi manajemen sistem dan optimasi software jadi faktor penting agar performa tetap lancar.
Kamera dengan Spesifikasi Menarik, Tapi Perlu Buktikan Kualitas
Kombinasi kamera utama 50 MP, ultra-wide 8 MP, dan kamera selfie 50 MP terlihat menjanjikan. Namun, megapiksel besar tidak selalu berbanding lurus dengan hasil foto bagus. Algoritma pemrosesan gambar dan hardware lain menentukan kualitas akhir. Sejauh ini, belum ada bukti nyata bahwa HMD Thunder Pro mampu bersaing dengan merek lain di kelasnya.
Fitur Tambahan dan Konektivitas
Fitur lengkap seperti jack headphone 3,5 mm, speaker stereo, dan NFC menambah nilai plus. Pengisian daya 20 watt lewat USB-C adalah standar yang cukup, walau bukan yang tercepat. Slot SIM di kiri dan tombol di kanan terasa ergonomis, tapi bodi plastik mungkin kurang memberikan kesan premium.
Jadi, Pilih yang Mana?
HMD Thunder Pro cocok untuk yang menginginkan baterai besar dan desain berbeda di kelas mid-range. Jika performa gaming atau kamera adalah prioritas utama, mungkin ada pilihan lain yang lebih solid. Namun buat penggunaan sehari-hari dengan multitasking ringan dan kebutuhan multimedia, perangkat ini cukup memadai.
Harga & Verdict
HMD Thunder Pro diperkirakan dibanderol sekitar 200-250 Euro, atau sekitar Rp3,4 juta hingga Rp4,3 juta. Harga ini menarik untuk spesifikasi baterai dan kamera yang ditawarkan. Ambil HP ini jika Anda butuh daya tahan baterai lama dan layar OLED mulus. Skip jika menginginkan performa gaming tinggi atau kamera yang sudah teruji kualitasnya. Secara keseluruhan, HMD Thunder Pro adalah pilihan menarik di kelas mid-range, asalkan tahu batasannya.
(Via)







