vivo X300 Ultra membawa beberapa peningkatan di sektor kamera dibanding generasi sebelumnya, X200 Ultra. Meskipun spesifikasi di atas kertas terlihat minor, hasil foto dan fitur baru seperti Raw Lighting memberikan pengalaman yang berbeda, terutama dalam kondisi cahaya rendah dan penggunaan sehari-hari. Namun, apakah semua pembaruan ini cukup untuk menggoda pengguna Indonesia mempertimbangkan upgrade?

Sensor Kamera Utama dan Kualitas Foto di Berbagai Kondisi
Kamera utama vivo X300 Ultra menggunakan sensor terbaru Sony dengan resolusi 200MP. Apertur yang sedikit lebih kecil diimbangi dengan stabilisasi yang lebih kuat, menghasilkan foto dengan eksposur lebih akurat dan warna yang natural. Di kondisi cahaya terang, X300 Ultra memberikan hasil yang lebih tajam dan detail dibanding X200 Ultra.
Perbedaan semakin terasa di pemotretan malam hari. Dengan bantuan multispectral sensor, white balance pada X300 Ultra lebih tepat, membuat warna foto malam lebih natural. Namun, dalam situasi hampir gelap total, X200 Ultra masih sedikit unggul dalam ketajaman gambar.

Fitur Raw Lighting yang Membuat Perbedaan
Salah satu fitur menarik pada X300 Ultra adalah Raw Lighting. Fitur ini mengurangi pengaruh pemrosesan komputer pada foto sehingga hasilnya terlihat seperti diambil dengan kamera profesional. Saturasi warna lebih rendah, detail halus lebih natural, dan gambar tidak terlalu tajam. Fitur ini juga sudah bisa dinikmati pengguna X200 Ultra lewat pembaruan sistem.

Kamera Telefoto dan Ultra-wide, Apa yang Berubah?
Kamera telefoto 85mm pada X300 Ultra mempertahankan ukuran sensor yang sama, dengan aperture lebih kecil demi stabilisasi lebih baik. Peningkatan paling terasa saat zoom hingga 200-300%, terutama di cahaya rendah. Namun, kualitas video dari kamera ini justru tidak menunjukkan peningkatan, bahkan sedikit menurun dibanding X200 Ultra.
Sementara kamera ultra-wide tidak mengalami perubahan hardware, sehingga kualitas foto hampir sama dengan pendahulunya. Perbedaan hanya terlihat pada cara kedua ponsel mengolah HDR, yang mana lebih bergantung pada preferensi pengguna masing-masing.

Performa Video dan Kamera Depan
Dari sisi video, baik X300 Ultra maupun X200 Ultra menghasilkan kualitas yang hampir identik. Stabilisasi yang lebih baik pada X300 Ultra tidak memberikan perubahan signifikan dalam video. Kamera depan juga menunjukkan perbaikan minimal, dengan detail tekstur pakaian yang lebih terjaga berkat algoritma noise reduction yang diperbarui.

Desain, Performa, dan Daya Tahan Baterai
Dari sisi desain, X300 Ultra hampir tak bisa dibedakan dari X200 Ultra, meski sedikit lebih tipis namun modul kamera sedikit lebih menonjol sehingga terasa seperti jungkat-jungkit saat diletakkan di meja. Ponsel ini mendukung USB 3.2 Gen2 dengan output video dan kini hadir versi global yang lebih mudah diakses oleh pengguna internasional.
Performa didukung Snapdragon 8 Elite Gen5 dengan kemampuan gaming yang cukup baik, meski pengaturan resolusi perlu disesuaikan untuk kestabilan suhu. Baterai X300 Ultra sedikit lebih besar dengan tambahan 600mAh, tapi dalam pengujian sehari penuh, perbedaannya tidak signifikan dibanding X200 Ultra.

Apakah Upgrade ke vivo X300 Ultra Layak?
Bagi pengguna yang sudah memiliki X200 Ultra, peningkatan yang ditawarkan X300 Ultra mungkin terasa kurang signifikan mengingat kenaikan harga sekitar US$145. Namun, untuk pengguna yang mencari ponsel dengan kamera utama lebih stabil dan fitur fotografi yang lebih natural, X300 Ultra bisa menjadi pilihan menarik, terutama dengan kemudahan akses versi global.
Upgrade ini bukan hanya soal spesifikasi, melainkan bagaimana vivo memperhalus pengalaman fotografi dan video di ponsel flagship-nya. Jadi, untuk pembaca Indonesia yang mempertimbangkan smartphone dengan kamera kelas atas, memahami detail peningkatan ini penting sebelum memutuskan membeli.











