iQOO secara resmi bersiap meluncurkan controller gaming seluler terbarunya bernama iQOO G1 pada 4 November 2026. Perangkat aksesori ini dibanderol dengan harga 499 yuan atau sekitar Rp1,3 jutaan ($75). Pabrikan fokus menyajikan daya tahan komponen fisik serta fleksibilitas kustomisasi ergonomi bagi para pemain game mobile.
Sektor fisik diutamakan. Meskipun membawa spesifikasi hardware yang sangat menjanjikan, kustomisasi perangkat lunaknya saat ini masih dibatasi khusus untuk ekosistem perangkat iQOO tertentu.
Desain Teleskopik Modular dan Fitur Grip Magnetik
iQOO G1 mengusung rancangan teleskopik yang dapat direntangkan hingga ukuran 211 mm. Rangka fleksibel ini memungkinkan controller menampung berbagai ukuran smartphone hingga tablet berukuran ringkas. Sektor ergonomi menjadi keunggulan utama berkat hadirnya dua set grip magnetik yang dapat dilepas-pasang dengan mudah.
Grip magnetik menjadi nilai plus. Pengguna dapat memilih grip berukuran ringkas untuk kemudahan portabilitas saat bepergian. Opsi grip berukuran lebih besar juga disediakan bagi yang menginginkan genggaman mantap layaknya controller konsol konvensional. Bobot total perangkat saat terpasang grip besar berada di angka 176,5 gram. Bobot ini cukup mantap. iQOO juga melapisi area jepitan dengan bantalan silikon agar bodi perangkat tetap aman dan tidak mudah bergeser.
Presisi Kontroler dengan Joystick Hall Effect dan Micro-Switch
Sisi mekanis iQOO G1 dibekali komponen premium untuk menjamin durabilitas tinggi. Joystick pada controller ini sudah mengadopsi teknologi Hall Effect serta pemicu linier (linear triggers). Konstruksi berbasis sensor magnetik ini dirancang untuk menekan risiko stick drift dan memberikan tingkat presisi kontrol yang konsisten. Daya tahan joystick sangat tangguh. Komponen ini diklaim mampu bertahan hingga 5 juta kali penggunaan.
iQOO juga menyediakan tiga pilihan tutup joystick (thumbstick caps) yang bisa diganti sesuai kenyamanan jemari. Sektor tombol aksi memanfaatkan sakelar mikro (micro-switch) pada tombol ABXY serta D-pad taktil yang responsif. Akurasi kontrol tetap terjaga. Di bagian atas, terdapat dua tombol bahu tambahan (L4 dan R4) yang dapat dipetakan untuk mengeksekusi berbagai aksi dalam game secara cepat.
Koneksi Langsung USB Type-C dan Dukungan Charging 15W
Untuk urusan konektivitas, iQOO G1 terhubung secara fisik menggunakan port USB Type-C langsung ke gawai. Pendekatan koneksi kabel ini menghilangkan kerepotan proses penyandingan Bluetooth. Transmisi data berjalan tanpa delay. Controller ini tidak dibekali baterai internal mandiri, sehingga daya operasional diambil langsung dari baterai HP yang terhubung.
Sesi bermain game marathon tetap terjamin aman berkat dukungan daya pass-through charging hingga 15W. Fitur ini sangat berguna. Pengguna dapat mencolokkan kabel pengisi daya langsung ke port pada controller tanpa harus menghentikan permainan saat baterai smartphone mulai menipis.
Ekosistem Perangkat Lunak Terkunci dan Dukungan Perangkat Rilis
Seluruh pengaturan fungsional iQOO G1 membutuhkan perangkat lunak iQOO Game Space dan Game Magic Box. Software ini berfungsi untuk mengatur pemetaan tombol bahu, menyesuaikan area mati (dead zones) joystick, hingga mengaktifkan mode rapid-fire. Namun, fitur perangkat lunak tersebut memiliki keterbatasan kompatibilitas di awal peluncurannya.
Dukungan gawai masih terbatas. iQOO secara resmi baru mendukung empat perangkat utama saat rilis, yaitu iQOO 16, iQOO Neo 12, iQOO Pad Ultra, serta iQOO Pad Pro 8,8 inci. Seluruh perangkat tersebut wajib menjalankan sistem operasi OriginOS 7 atau yang lebih baru. Controller ini hadir dalam satu opsi warna elegan, yaitu Cool Black.



