Topik Artikel

Xiaomi

Xiaomi Ubah Strategi Jadi Raksasa AI Lewat Model Bahasa Besar Berita

Xiaomi Ubah Strategi Jadi Raksasa AI Lewat Model Bahasa Besar

Xiaomi kini bertransformasi dari sekadar produsen perangkat keras menjadi pemain kunci dalam ekosistem kecerdasan buatan global. Langkah agresif perusahaan terlihat dari pengembangan model bahasa besar (LLM) yang mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penalaran logika hingga agen otonom yang mampu mengoperasikan ponsel secara mandiri.Peluncuran MiMo-7B sebagai langkah awal open-source dengan fokus pada penalaran dan pemrograman.Kehadiran MiMo-V2-Pro sebagai model unggulan dengan satu triliun parameter untuk tugas kompleks.Pengembangan miclaw, agen AI otonom yang dirancang untuk menjalankan instruksi multi-langkah di sistem operasi.Investasi besar senilai Rp136,8 triliun untuk pengembangan AI selama tiga tahun ke depan.Dominasi Model Bahasa MiMoPerjalanan AI Xiaomi dimulai dengan MiMo-7B pada April 2025 yang dirancang untuk mengungguli model sekelasnya dalam benchmark matematika. Keberhasilan ini diikuti oleh MiMo-V2-Flash, sebuah model Mixture-of-Experts (MoE) yang menawarkan keseimbangan antara kecepatan dan efisiensi biaya. Dengan kemampuan menghasilkan 150 token per detik, model ini menjadi alternatif kompetitif bagi pengembang yang mencari performa tinggi dengan biaya API terjangkau sekitar Rp1.500 per juta token input.Puncak ambisi Xiaomi hadir melalui MiMo-V2-Pro yang memiliki satu triliun parameter. Model ini mendukung jendela konteks hingga satu juta token, memungkinkan pemrosesan data dalam volume sangat besar. Teknologi ini melengkapi ekosistem Xiaomi yang kini mencakup model multimodal, pengenalan suara, hingga kloning suara melalui OmniVoice yang mendukung 646 bahasa.Integrasi Agen AI miclawSalah satu inovasi paling mencolok adalah miclaw, sebuah agen AI yang saat ini dalam tahap beta tertutup. Berbeda dengan chatbot konvensional, miclaw mampu berinteraksi langsung dengan antarmuka sistem, membuka aplikasi, hingga mengisi formulir secara otomatis. Agen ini bekerja melalui siklus inferensi dan eksekusi, di mana AI merencanakan tindakan, melaksanakannya, dan memverifikasi hasilnya tanpa campur tangan pengguna.Penggunaan miclaw diproyeksikan akan terintegrasi secara penuh pada HyperOS 4. Untuk menjaga privasi, Xiaomi menerapkan sistem komputasi privasi edge-cloud, yang memastikan data interaksi pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI mereka kembali.Konteks Penggunaan dan KomparasiDengan arsitektur yang dioptimalkan untuk tugas penalaran dan agenik, model-model ini sangat cocok bagi pengembang aplikasi yang membutuhkan sistem otomasi cerdas. Jika dibandingkan dengan pesaing seperti Google Gemini yang terintegrasi pada perangkat global Xiaomi, model MiMo menawarkan fleksibilitas lebih besar bagi pengembang karena sifatnya yang open-source di bawah lisensi MIT atau Apache 2.0. Hal ini menempatkan Xiaomi pada posisi unik, di mana mereka tidak hanya mengandalkan model pihak ketiga, tetapi membangun fondasi AI mandiri yang mampu bersaing dengan raksasa teknologi lainnya.Investasi dan Proyeksi Masa DepanKomitmen Xiaomi tercermin melalui anggaran riset yang mencapai Rp89,5 triliun pada tahun 2026. Fokus Lei Jun terhadap konvergensi antara chip, sistem operasi, dan model AI menjadi kunci utama strategi perusahaan. Dengan pangsa lalu lintas yang mencapai 21 persen di platform OpenRouter, Xiaomi telah membuktikan bahwa ekosistem AI mereka memiliki daya tarik nyata bagi komunitas pengembang global.Referensi: Xiaomi | Gizmochina

  • 13 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi 17T dan Nothing Phone 4a Pro Tunjukkan Keunggulan Desain dan Performa Berbeda Berita

Xiaomi 17T dan Nothing Phone 4a Pro Tunjukkan Keunggulan Desain dan Performa Berbeda

Kedua smartphone di segmen menengah atas, Xiaomi 17T dan Nothing Phone (4a) Pro, hadir dengan pendekatan yang sangat berbeda namun sama-sama menarik. Xiaomi fokus pada performa flagship, kamera Leica, dan daya tahan baterai besar, sementara Nothing menonjol dengan desain unik, layar 144Hz, dan sistem lampu Glyph yang ikonik.Xiaomi 17T hadir dengan sertifikasi IP68 dan baterai 6500mAh yang tahan lama.Nothing Phone (4a) Pro menawarkan desain aluminium unibody dengan 137 LED Glyph yang bisa diprogram.Xiaomi gunakan chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra, lebih bertenaga dari Snapdragon 7 Gen 4 di Nothing.Kamera Xiaomi memiliki zoom optik 5x dan dukungan Leica, sementara Nothing lebih sederhana dengan zoom 3,5x.Harga Xiaomi sekitar Rp10.800.000, Nothing sekitar Rp7.200.000 untuk pasar India dan China.Desain dan Layar: Praktis vs FuturistikXiaomi 17T mengusung gaya premium dengan Gorilla Glass 7i dan sertifikasi tahan air IP68, cocok untuk pengguna yang mengutamakan ketahanan. Sementara Nothing Phone (4a) Pro tampil beda dengan bodi aluminium dan lampu Glyph yang memukau, memberi kesan futuristik dan personal.Dari sisi layar, Xiaomi menawarkan panel AMOLED Dolby Vision dengan resolusi tajam 1268p, sedangkan Nothing mengunggulkan layar lebih besar dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan puncak lebih tinggi. Pilihan antara tampilan imersif atau ketahanan ekstra jadi kunci di sini.Performa dan Baterai: Lebih Kencang dan Tahan Lama di XiaomiMediaTek Dimensity 8500 Ultra di Xiaomi 17T memberikan performa lebih unggul dibanding Snapdragon 7 Gen 4 di Nothing Phone (4a) Pro. Dipadukan RAM 12GB dan penyimpanan UFS 4.1, Xiaomi cocok bagi pengguna yang butuh kecepatan dan kelancaran multitasking.Untuk baterai, Xiaomi unggul dengan 6500mAh dan pengisian cepat 67W, sementara Nothing memiliki baterai 5400mAh dengan pengisian 50W. Xiaomi jelas lebih tahan lama untuk pemakaian seharian penuh tanpa khawatir cepat habis.Kamera: Leica dan Zoom Optik Lebih MenggiurkanKombinasi kamera Xiaomi 17T dengan tuning Leica menghadirkan fotografi yang lebih fleksibel berkat zoom optik 5x dan sensor ultrawide berkualitas tinggi. Selfie juga lebih maksimal dengan video 4K dan HDR10+.Nothing Phone (4a) Pro punya kamera utama 50MP yang bagus untuk penggunaan sehari-hari, tapi zoom dan ultrawide-nya kurang maksimal. Video selfie terbatas pada 1080p, mungkin kurang memuaskan bagi yang gemar konten video.Harga dan Nilai: Pilih Sesuai PrioritasDengan harga sekitar Rp10.800.000 untuk Xiaomi 17T dan Rp7.200.000 untuk Nothing Phone (4a) Pro, ada selisih cukup besar. Xiaomi menawarkan hardware dan fitur lebih lengkap, cocok untuk yang mengutamakan performa dan kamera. Nothing jadi pilihan menarik bagi yang ingin desain unik dan pengalaman berbeda dengan budget lebih ringan.Setiap pengguna bisa menentukan prioritas sendiri. Xiaomi 17T lebih ke arah flagship yang tahan lama dan serba bisa, sementara Nothing lebih ke karakter dan nilai ekonomis.Referensi: Xiaomi | Gizmochina

  • 13 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi 17T Hadirkan Performa Kuat, Google Pixel 10a Tawarkan Keunggulan Software Berita

Xiaomi 17T Hadirkan Performa Kuat, Google Pixel 10a Tawarkan Keunggulan Software

Pasar smartphone premium kelas menengah kini punya dua pesaing menarik, Xiaomi 17T dan Google Pixel 10a. Masing-masing membawa pendekatan berbeda yang mencuri perhatian pengguna gadget di Indonesia. Xiaomi fokus pada hardware bertenaga, pengisian daya cepat, dan sistem kamera serbaguna. Sementara Google menonjolkan pengalaman software bersih, pembaruan jangka panjang, dan fitur AI cerdas yang memudahkan pemakaian sehari-hari.Xiaomi 17T menawarkan layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi tajam dan kecerahan hingga 3.500 nits.Google Pixel 10a hadir dengan desain premium aluminium dan layar P-OLED 6,3 inci ber-refresh rate 120Hz.Performa Xiaomi didukung MediaTek Dimensity 8500 Ultra, RAM 12GB, dan penyimpanan UFS 4.1 yang cepat.Pixel 10a mengandalkan chipset Google Tensor G4, RAM 8GB, dengan dukungan pengisian nirkabel 10W.Kamera Xiaomi 17T memiliki lensa periskop 5x zoom dan selfie 32MP, sementara Pixel 10a unggul di pemrosesan foto berbasis AI.Dua Filosofi Desain dan Layar yang BerbedaXiaomi 17T tampil dengan bodi kaca depan dan belakang plastik serat kaca yang kokoh, sementara Pixel 10a mengusung bingkai aluminium dengan kaca Gorilla Glass 7i di depan, memberi kesan lebih premium saat digenggam. Kedua ponsel sudah mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan air dan debu.Dari sisi layar, Xiaomi 17T memimpin dengan panel AMOLED 6,59 inci, resolusi 1268 x 2756 piksel, dukungan Dolby Vision dan HDR10+, serta kecerahan puncak hingga 3.500 nits. Ini membuat pengalaman menonton video dan bermain game terasa lebih imersif, terutama di luar ruangan. Pixel 10a memiliki layar P-OLED 6,3 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 3.000 nits yang halus dan responsif, cocok bagi pengguna yang menyukai tampilan natural dan hemat energi.Performa dan Daya Tahan Baterai untuk Aktivitas PadatPerforma Xiaomi 17T didukung chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra, ditambah RAM 12GB dan penyimpanan UFS 4.1 yang mempercepat loading aplikasi serta multitasking. Pixel 10a menggunakan chipset Google Tensor G4 dengan RAM 8GB dan penyimpanan UFS 3.1, tetap lancar untuk kebutuhan harian walaupun kalah tipis dalam performa gaming dan multitasking berat.Dalam hal baterai, Xiaomi unggul dengan kapasitas 6.500mAh dan pengisian cepat 67W. Pixel 10a membawa baterai 5.100mAh dengan pengisian kabel 30W dan pengisian nirkabel 10W yang praktis. Pengguna yang aktif seharian kemungkinan besar akan merasa lebih nyaman dengan Xiaomi 17T berkat daya tahan dan kecepatan isi ulangnya.Kamera: Fleksibilitas Xiaomi vs Pemrosesan AI GoogleSistem kamera Xiaomi 17T terdiri dari tiga lensa: 50MP utama, 50MP periskop dengan zoom optik 5x, dan 12MP ultrawide. Kerjasama dengan Leica memberikan tuning gambar yang khas dan lebih kaya opsi fotografi. Pixel 10a mengandalkan kamera utama 48MP dan ultrawide 13MP dengan keunggulan pemrosesan foto berbasis AI Google yang menghasilkan warna natural dan dynamic range baik.Untuk selfie, Xiaomi membawa kamera 32MP yang tajam dan mendukung perekaman video 4K HDR10+. Pixel 10a memiliki kamera ultrawide 13MP yang juga merekam video 4K. Xiaomi lebih unggul dalam detail, sementara Google menonjolkan rona kulit yang natural.Harga dan Pilihan Sesuai PrioritasXiaomi 17T dibanderol sekitar Rp9.000.000 untuk pasar China, sedangkan Google Pixel 10a sekitar Rp7.500.000. Perbedaan harga ini mencerminkan fokus berbeda: Xiaomi menawarkan paket hardware lebih lengkap dan fitur flagship, sedangkan Google mengutamakan pengalaman software mulus dan dukungan pembaruan panjang hingga tujuh tahun.Bagi pengguna yang mengutamakan fitur dan performa di atas kertas, Xiaomi 17T menjadi pilihan yang lebih menarik. Namun, bagi mereka yang ingin ponsel dengan Android bersih, fitur AI pintar, dan masa pakai perangkat lebih lama, Pixel 10a menawarkan nilai yang kuat.Potensi Rilis di Indonesia dan ImplikasinyaKedua perangkat ini belum resmi dirilis di Indonesia, namun potensinya cukup besar mengingat tren konsumen yang mencari smartphone midrange dengan fitur premium. Xiaomi sudah dikenal kuat di pasar lokal dan kemungkinan besar 17T akan hadir dengan harga kompetitif. Google Pixel 10a, dengan keunggulan software dan update, bisa menjadi magnet bagi pengguna yang mengutamakan kestabilan dan keamanan sistem operasi.Dengan perbedaan fokus yang jelas, pilihan antara Xiaomi 17T dan Google Pixel 10a akan sangat bergantung pada kebutuhan spesifik pengguna di Indonesia, apakah lebih mengutamakan hardware mumpuni atau kemudahan dan keandalan software.Disclaimer: Harga dan fitur dapat berubah tergantung wilayah dan waktu peluncuran resmi. Pastikan memeriksa spesifikasi dan harga terbaru sebelum membeli.Referensi: Xiaomi | GizmoChina

  • 13 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Kenapa Harga HP Budget 2026 Kembali ke Notch Tetes Air dan Spek Turun Berita

Kenapa Harga HP Budget 2026 Kembali ke Notch Tetes Air dan Spek Turun

Pasar smartphone budget di 2026 tampaknya bakal membawa kejutan yang tak terduga buat konsumen. Beberapa sub-brand dari produsen besar sedang menyiapkan perangkat baru di kisaran harga di bawah Rp2 juta, namun dengan hardware yang justru mengalami penurunan, bukan peningkatan.HP budget 2026 banyak kembali memakai layar LCD 1080p dan notch tetes air.Konfigurasi memori dasar turun ke RAM 6GB dan penyimpanan 128GB.Kenaikan harga chip memori jadi pemicu utama perubahan ini.Harga DRAM dan NAND melonjak hingga 80-90% kuartal pertama 2026.Pengguna disarankan upgrade HP lebih cepat sebelum harga makin tinggi.Notch Tetes Air dan Memori Menurun, Kenapa Bisa?Berbeda dengan tren peningkatan fitur yang biasa kita lihat, HP budget tahun ini justru membawa desain lama seperti notch tetes air yang dulu dianggap kuno. Layar LCD 1080p masih jadi andalan, sementara RAM dan penyimpanan yang dulu berkembang ke angka lebih besar sekarang kembali ke 6GB RAM dan 128GB penyimpanan internal.Ini jelas jadi kabar mengejutkan bagi pengguna yang berharap lebih banyak inovasi di segmen harga terjangkau. Namun, alasan di balik keputusan ini bukan tanpa sebab.Memori Mahal Jadi Biang KerokKenaikan harga chip memori global jadi faktor utama. Menurut TrendForce, harga kontrak DRAM naik lebih dari 40% selama dua kuartal berturut-turut dari akhir 2025 hingga awal 2026. Bahkan laporan Counterpoint menyebut kenaikan mencapai 80-90% di kuartal pertama 2026 untuk DRAM, NAND, dan HBM.Situasi ini membuat produsen harus berhemat di komponen memori agar harga HP tetap masuk akal untuk konsumen budget. Xiaomi pun mengakui lonjakan harga memori sangat agresif dan kemungkinan bertahan hingga dua tahun ke depan.Strategi Produsen dan Implikasinya untuk KonsumenKebijakan menurunkan kapasitas memori dan mengembalikan desain lama adalah upaya produsen untuk menekan biaya produksi. Hal ini berimbas pada performa dan fitur yang mungkin terasa kurang maksimal bagi sebagian pengguna.Bagi konsumen Indonesia yang sering mengandalkan HP budget untuk kebutuhan harian seperti media sosial, komunikasi, dan hiburan ringan, penurunan spek ini bisa jadi tantangan. Namun, harga yang lebih terjangkau tetap jadi daya tarik utama.Potensi Rilis dan Harga di IndonesiaMeski belum ada pengumuman resmi, tren ini diprediksi bakal memengaruhi pasar smartphone budget di Indonesia. Harga HP dengan spesifikasi yang lebih sederhana ini kemungkinan akan berkisar di bawah Rp2 juta, sesuai dengan pasar China tempat perangkat ini dirilis pertama kali.Pengguna yang berencana upgrade HP disarankan mempertimbangkan waktu pembelian agar mendapatkan harga terbaik sebelum kenaikan harga komponen semakin berat.Referensi: Samsung, Xiaomi | Gizmochina

  • 12 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Mix Fold 5 Kembangkan Layar Lebar dengan HyperOS untuk Multitasking Lebih Baik Berita

Xiaomi Mix Fold 5 Kembangkan Layar Lebar dengan HyperOS untuk Multitasking Lebih Baik

Xiaomi tampaknya mengambil langkah berani mengikuti tren layar lipat dengan form factor lebih lebar yang sebelumnya telah dijajal oleh Huawei dan Apple. Bocoran terbaru dari sistem operasi HyperOS mengindikasikan perusahaan sedang mengembangkan perangkat foldable baru yang tidak hanya mengusung layar lebih lebar, tapi juga peningkatan fitur multitasking yang signifikan.Xiaomi tidak melanjutkan seri langsung Mix Fold 4 pada 2024, fokus ke pengembangan perangkat foldable dengan desain layar lebih luas.Perangkat ini diberi beberapa nama dalam bocoran, seperti Xiaomi Mix Fold 5, Xiaomi 18 Fold, atau Xiaomi 17 Fold.Kolaborasi dengan Leica dalam kamera triple dengan sensor utama 200MP menjadi daya tarik utama.Prosesor in-house Xring O3 menunjukkan ambisi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti.Refinasi mekanisme engsel dan peningkatan performa premium menjadi fokus pengembangan.Tren Layar Lipat Lebar dan Implikasinya pada Pengalaman PenggunaHuawei telah lama bereksperimen dengan layar lipat berformat lebar, dan Apple juga mengadopsi konsep serupa untuk perangkat foldable pertamanya. Format layar yang lebih luas ini memberikan keuntungan usability, baik saat perangkat dilipat maupun dibuka, memperluas fungsi multitasking dan produktivitas pengguna.Xiaomi yang sempat absen meluncurkan penerus langsung Mix Fold 4 pada 2024, kini terlihat serius mengejar tren ini. Bocoran HyperOS menunjukkan antarmuka yang disesuaikan untuk layar lebar, menegaskan bahwa Xiaomi ingin menawarkan pengalaman multitasking yang lebih baik bagi pengguna foldable mereka.Kamera dan Chipset: Kombinasi Kekuatan Xiaomi dan LeicaKolaborasi Xiaomi dengan Leica untuk modul triple kamera, yang diperkirakan membawa sensor utama 200MP, merupakan sinyal bahwa Xiaomi tidak hanya ingin unggul dari sisi desain layar, tapi juga menguasai kualitas fotografi. Sensor sebesar ini berpotensi memberikan detail gambar yang sangat tinggi, menambah nilai tambah bagi pengguna yang mengandalkan kamera sebagai fitur utama.Sementara itu, penggunaan chipset Xring O3 buatan internal menunjukkan ambisi Xiaomi dalam mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal. Ini juga menandakan fokus pada optimasi performa yang sesuai dengan kebutuhan perangkat foldable premium, termasuk efisiensi daya dan kemampuan multitasking yang mulus.Refinasi Mekanisme Engsel dan Potensi Dampak pada Industri FoldableMekanisme engsel yang lebih baik adalah kunci keberhasilan perangkat layar lipat. Xiaomi dikabarkan sedang mengembangkan engsel yang lebih halus dan tahan lama, yang sangat penting untuk menjaga keawetan perangkat dan kenyamanan pengguna. Perbaikan ini juga dapat menjadi daya saing utama Xiaomi di pasar foldable yang semakin ketat.Dengan fitur-fitur ini, Xiaomi Mix Fold 5 berpotensi menggeser standar industri foldable, mendorong inovasi lebih jauh dalam hal desain, performa, dan pengalaman pengguna multitasking.Potensi Rilis dan Ketersediaan di IndonesiaBocoran menyebutkan kemungkinan peluncuran di pasar China sekitar Agustus 2026. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi secara resmi perangkat ini maupun rencana ekspansi globalnya. Untuk pasar Indonesia, ketersediaan masih belum jelas, namun mengingat popularitas Xiaomi dan permintaan konsumen terhadap perangkat foldable, ada peluang besar perangkat ini juga akan hadir di Tanah Air, meski mungkin dengan harga yang premium mengingat teknologi yang diusung.Perkembangan Xiaomi dalam foldable dengan layar lebar dan sistem operasi HyperOS yang disesuaikan menjadi babak baru persaingan di segmen smartphone premium, sekaligus menguji strategi Xiaomi dalam menguasai teknologi inti dan memperkuat ekosistem produknya.Referensi: Xiaomi | GizmoChina

  • 10 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Redmi K100 Tampil dengan Chipset Snapdragon 8 Elite dan Layar 185Hz Berita

Xiaomi Redmi K100 Tampil dengan Chipset Snapdragon 8 Elite dan Layar 185Hz

Pernah merasa smartphone Anda kurang responsif saat membuka aplikasi favorit atau bermain game? Refresh rate layar yang rendah dan performa chipset yang standar sering jadi biang keladi. Xiaomi tampaknya mengerti kebutuhan ini dengan bocoran terbaru soal Redmi K100 yang menjanjikan peningkatan signifikan di sektor layar dan performa.Redmi K100 hadir dengan layar datar ber-refresh rate 185Hz, lebih tinggi dari standar 120Hz yang umum di kelasnya.Memakai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang juga digunakan Xiaomi 17.Baterai besar minimal 8.000mAh dengan dukungan pengisian nirkabel 50W.Kamera utama 200MP plus fitur telefoto makro yang menarik bagi penggemar fotografi.Fitur keamanan sidik jari ultrasonik dan desain premium dengan kaca dan bingkai logam.Refresh Rate 185Hz: Apakah Perlu untuk Pengguna Biasa?Layar dengan refresh rate 185Hz jelas terdengar menggoda, terutama bagi gamer atau pengguna yang gemar scrolling cepat. Refresh rate tinggi membuat animasi dan transisi terlihat lebih mulus, mengurangi blur saat gerakan cepat. Namun, bagi sebagian orang yang menggunakan smartphone untuk aktivitas standar seperti chatting, browsing, atau streaming, perbedaan antara 120Hz dan 185Hz mungkin kurang terasa signifikan.Selain itu, layar dengan refresh rate tinggi biasanya mengonsumsi daya lebih besar, sehingga berpotensi mengurangi durasi baterai. Untungnya, Redmi K100 dibekali baterai jumbo 8.000mAh yang menjanjikan daya tahan panjang, meski dengan layar segahar itu.Snapdragon 8 Elite Gen 5: Performa Flagship untuk Sub-FlagshipChipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang digunakan Redmi K100 adalah varian flagship yang juga mengotaki Xiaomi 17. Ini artinya, Redmi K100 bukan sekadar ponsel kelas menengah biasa, melainkan menawarkan performa tinggi untuk multitasking dan gaming berat.Pengalaman nyata tentu penting. Pengguna bisa berharap aplikasi berat berjalan lancar tanpa lag, serta dukungan AI yang dapat meningkatkan interaksi sehari-hari. Namun, penggunaan chipset kelas atas sering kali berbanding lurus dengan harga yang lebih tinggi dan konsumsi energi yang lebih besar.Kamera 200MP dan Fitur Telefoto Makro: Gimmick atau Berguna?Sensor 200MP di Redmi K100 memang impresif, tetapi megapiksel tinggi tidak selalu berarti foto lebih baik. Faktor lain seperti kualitas lensa, software pengolah gambar, dan kondisi pemotretan turut menentukan hasil akhir.Fitur telefoto makro juga menarik, memberikan fleksibilitas untuk foto dekat dengan detail tinggi. Namun, pengguna perlu mengecek kualitas hasil foto dan kepraktisan fitur ini dalam penggunaan sehari-hari.Privasi dan Biaya: Apa yang Harus Diperhatikan?Meskipun Xiaomi menawarkan fitur menarik, penting diingat soal privasi data. Pengguna disarankan untuk memeriksa kebijakan privasi dan pengaturan aplikasi bawaan agar data pribadi tetap aman.Selain itu, belum ada informasi resmi mengenai harga dan biaya langganan layanan tambahan. Jika Redmi K100 masuk ke Indonesia, calon pembeli harus waspada pada potensi biaya tersembunyi seperti langganan cloud atau fitur premium lainnya.Potensi Rilis dan Harga di IndonesiaHingga kini, Xiaomi belum mengonfirmasi kehadiran Redmi K100 secara resmi. Namun, dengan spesifikasi yang bocor, ponsel ini berpotensi menjadi pilihan menarik untuk pasar Indonesia, khususnya bagi pengguna yang menginginkan performa flagship dengan harga lebih terjangkau.Estimasi harga belum tersedia, tapi mengingat spesifikasinya, Redmi K100 kemungkinan dibanderol di kisaran Rp7 juta hingga Rp9 juta. Ini tentu jadi pertimbangan penting bagi keluarga muda dan pekerja kreatif yang butuh smartphone andal tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.Untuk saat ini, kita tunggu saja informasi resmi dari Xiaomi. Sementara itu, pengguna dapat mempertimbangkan kebutuhan pribadi dan kesiapan anggaran sebelum memutuskan mencoba teknologi ini.Referensi: notebookcheck.net

  • 10 Jun, 2026
  • Senja Arunika
Xiaomi 18 Pro Max Bawa Kamera 200MP dan Layar Pintar Berfitur AI Berita

Xiaomi 18 Pro Max Bawa Kamera 200MP dan Layar Pintar Berfitur AI

Xiaomi 18 Pro Max siap menjadi flagship besar dengan keunggulan kamera 200MP dan layar belakang yang dilengkapi fitur AI. Ponsel ini akan menjadi perangkat pertama yang mengusung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, sekaligus memperkenalkan teknologi kamera serta interaksi layar yang lebih canggih.Xiaomi 18 Pro Max mengusung kamera utama 200MP dengan sensor 1/1.28 inci dan teknologi LOFIC terbaru untuk jangkauan dinamis lebih baik.Kamera telefoto 200MP dengan sensor 1/1.56 inci, zoom 3x, dan aperture F2.4 yang juga mendukung fotografi makro dan close-up.Layar belakang hadir sebagai “smart window” yang didukung AI untuk interaksi lebih dinamis dan kontekstual.Perangkat ini mengusung baterai sekitar 8.500mAh dengan pengisian cepat kabel 100W dan kemungkinan pengisian nirkabel 50W.Xiaomi 18 Pro Max diperkirakan meluncur pada September 2026 dengan sistem operasi HyperOS 4 berbasis Android 17.Teknologi Kamera 200MP Jadi Andalan UtamaXiaomi 18 Pro Max membawa inovasi besar pada sektor kameranya. Kamera utama menggunakan sensor besar 1/1.28 inci dengan resolusi 200MP yang mengadopsi teknologi LOFIC generasi terbaru. Teknologi ini diklaim meningkatkan jangkauan dinamis terutama dalam kondisi pencahayaan sulit, yang selama ini menjadi tantangan bagi kamera ponsel.Kamera telefoto juga tidak kalah menarik. Sensor 200MP berukuran 1/1.56 inci ini hadir dengan kemampuan zoom optik 3x dan aperture F2.4. Sensor dan lensa telefoto ini didesain ulang total untuk memungkinkan berbagai mode pemotretan seperti telefoto, makro, dan close-up dengan kualitas yang lebih baik.Layar Belakang yang Lebih Pintar dengan AIMelanjutkan konsep layar belakang yang sudah ada di generasi sebelumnya, Xiaomi 18 Pro Max menghadirkan layar sekunder yang berubah menjadi “smart window” berfitur AI. Layar ini memungkinkan interaksi yang lebih dinamis dan kontekstual, membuka potensi penggunaan baru yang lebih kreatif dan fungsional bagi pengguna.Spesifikasi Pendukung dan Jadwal PeluncuranSelain kamera dan layar inovatif, Xiaomi 18 Pro Max diperkirakan mengusung layar datar berukuran 6,9 inci dan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro terbaru. Kapasitas baterai besar sekitar 8.500mAh didukung pengisian cepat kabel 100W serta kemungkinan pengisian nirkabel 50W untuk kemudahan penggunaan sehari-hari.Sistem operasi yang digunakan diprediksi adalah HyperOS 4 berbasis Android 17, menandakan Xiaomi membawa pembaruan software signifikan untuk mendukung hardware mutakhir ini.Peluncuran Xiaomi 18 Pro Max diperkirakan berlangsung pada September 2026, menempatkan ponsel ini sebagai salah satu flagship paling dinantikan di tahun tersebut.Dengan kombinasi kamera resolusi tinggi, layar belakang berfitur AI, dan hardware kelas atas, Xiaomi 18 Pro Max tampaknya akan menjadi tolok ukur baru bagi smartphone flagship besar yang mengedepankan inovasi teknologi dan pengalaman pengguna yang lebih kaya.Via: Gizmochina

  • 05 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Mijia Minimalist Business Backpack, Rasakan Kemudahan dan Fungsionalitas dalam Satu Tas Berita

Xiaomi Mijia Minimalist Business Backpack, Rasakan Kemudahan dan Fungsionalitas dalam Satu Tas

Xiaomi meluncurkan tas komuter baru bernama Mijia Minimalist Business Backpack dengan harga crowdfunding awal Rp230 ribuan, yang nantinya akan dijual dengan harga standar Rp310 ribuan. Tas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pekerja urban yang menginginkan perpaduan antara gaya minimalis dan fungsi tinggi dalam aktivitas sehari-hari.Tas dengan kapasitas 14 liter dan 13 kantong khusus untuk berbagai kebutuhan.Kompartemen laptop hingga 16 inci dengan desain gantung untuk melindungi perangkat.Material polyester tahan air level 4 yang mampu menahan cipratan dan hujan ringan.Fitur ergonomis seperti tali bahu berbentuk S dan panel belakang berlapis jaring mesh untuk sirkulasi udara.Mengurai Fitur dan Desain yang Menjawab Kebutuhan PenggunaDalam konteks persaingan ketat di pasar tas komuter, Xiaomi menghadirkan Mijia Minimalist Business Backpack dengan pendekatan desain yang berfokus pada pemisahan barang kerja dan pribadi. Penggunaan pelat baja mangan di dalam tas menjaga bentuk tas tetap kokoh dan berdiri tegak walaupun isi tas tidak penuh, hal ini penting agar pengguna tidak perlu repot mengatur ulang barang secara terus-menerus.Kompartemen laptop yang mampu menampung perangkat hingga 16 inci dilengkapi dengan desain gantung, sehingga laptop tidak langsung bersentuhan dengan dasar tas. Ini mengurangi risiko kerusakan akibat benturan atau tekanan saat tas diletakkan. Selain itu, terdapat tempat khusus berlapis bantalan untuk tablet berukuran hingga 11,2 inci, memberikan perlindungan ekstra bagi perangkat yang lebih kecil.Material dan Kenyamanan Membawa TasMaterial polyester berketahanan tinggi dengan rating tahan air level 4 menjadi nilai jual utama, mengingat banyak pengguna yang membutuhkan perlindungan tas dari hujan ringan atau cipratan air. Berat tas yang hanya 0,86 kg dan dimensi 290 x 120 x 400 mm menjadikannya ringan dan mudah dibawa.Faktor kenyamanan juga diperhatikan dengan adanya tali bahu berbentuk S yang ergonomis dan panel belakang berlapis jaring mesh berstruktur sarang lebah. Ini membantu sirkulasi udara sehingga mengurangi keringat ketika tas dipakai dalam waktu lama. Fitur tambahan berupa tali pasang untuk melekatkan tas pada pegangan koper juga memudahkan mobilitas saat bepergian.Warna dan Varian untuk Pilihan PenggunaXiaomi menawarkan tiga pilihan warna netral yang mudah dipadupadankan dengan berbagai gaya berpakaian, yaitu Charcoal Black, Light Gray, dan Beige. Pilihan ini menunjukkan upaya Xiaomi agar produk ini bisa diterima oleh segmen pengguna yang mengutamakan kesan profesional dan minimalis.Dengan harga yang relatif terjangkau dan fitur lengkap, Mijia Minimalist Business Backpack berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pekerja profesional, mahasiswa, atau siapa saja yang membutuhkan tas multifungsi dengan desain modern dan praktis.Via: Gizmochina

  • 05 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 Tawarkan Fitur Canggih dengan Harga Terjangkau Berita

Xiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 Tawarkan Fitur Canggih dengan Harga Terjangkau

Power bank menjadi kebutuhan utama di era perangkat mobile saat ini, namun tidak semua produk menawarkan keamanan dan fitur lengkap yang memadai. Xiaomi mencoba menjawab tantangan ini dengan meluncurkan Xiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 di pasar China dengan harga awal Rp210 ribuan, memberikan tawaran menarik bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan kemudahan penggunaan.Power bank Xiaomi 10000mAh hadir dengan kabel USB-C bawaan dan dua port tambahan.Dukungan pengisian cepat hingga 22,5W dan kompatibilitas protokol pengisian populer.Sistem manajemen baterai terintegrasi untuk monitoring kesehatan baterai secara detail.Memenuhi standar keselamatan baru China GB 47372-2026 dengan perlindungan berlapis.Inovasi Port dan Kecepatan Pengisian yang FleksibelXiaomi Power Bank 10000 Pocket Edition 2026 mengusung konfigurasi port 2C+1A yang terdiri dari kabel USB-C terintegrasi, satu port USB-C tambahan, dan satu port USB-A standar. Kabel bawaan ini sangat praktis untuk pengguna yang tidak ingin membawa kabel terpisah saat bepergian. Setiap port mendukung output pengisian cepat sampai 22,5W, sehingga mampu mengisi berbagai perangkat dengan efisien.Ketika pengguna mengisi daya dua atau tiga perangkat secara bersamaan, power bank ini menyesuaikan distribusi daya dengan total maksimum 15W. Hal ini menunjukkan Xiaomi mengutamakan keseimbangan antara kecepatan pengisian dan keamanan perangkat yang diisi.Monitoring Kesehatan Baterai yang TransparanSalah satu fitur menonjol dari power bank ini adalah sistem manajemen baterai yang memungkinkan pengguna menghubungkan perangkat ke komputer melalui port USB-C data. Dengan koneksi ini, pengguna dapat melihat data spesifik seperti jumlah siklus pengisian, suhu baterai, riwayat pengisian, dan kondisi umum baterai. Langkah ini mengedepankan transparansi dan memberi kontrol lebih bagi konsumen terhadap kondisi baterai mereka.Standar Keamanan Tinggi untuk Perlindungan MaksimalXiaomi memastikan produk ini memenuhi standar keselamatan terbaru China GB 47372-2026. Baterai telah melewati pengujian ketat seperti penetrasi jarum, tekanan tinggi 12kN, dan paparan panas 135 derajat Celsius selama satu jam. Selain itu, power bank dilengkapi 16 lapis proteksi listrik untuk menghindari risiko overvoltage, korsleting, dan pengelolaan suhu berlebih.Dengan kapasitas 10.000mAh atau setara 37Wh, perangkat ini juga aman dibawa dalam penerbangan komersial sebagai barang bawaan kabin, menambah nilai praktis bagi pengguna yang sering bepergian.Desain dan Varian Warna yang MenarikPower bank ini memiliki bodi berbahan plastik PC+ABS dengan desain membulat yang nyaman digenggam. Xiaomi menawarkan dua pilihan warna yaitu Gray Blue dan Light Coffee, memberi opsi gaya yang sesuai preferensi pengguna.Selain model 10.000mAh, Xiaomi juga menghadirkan varian 20.000mAh dengan fitur serupa yang melengkapi portofolio power bank mereka di pasar.Via: Gizmochina

  • 05 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Power Bank 20000mAh Harga Rp320 Ribuan Hadir Dengan Kabel Terintegrasi dan Pengisian Cepat Berita

Xiaomi Power Bank 20000mAh Harga Rp320 Ribuan Hadir Dengan Kabel Terintegrasi dan Pengisian Cepat

Xiaomi baru saja meluncurkan power bank berkapasitas 20.000mAh di pasar China dengan harga Rp320 ribuan. Produk ini menambah pilihan aksesori pengisian daya portabel dari Xiaomi yang terus berkembang, dan kini tersedia melalui platform Xiaomi Youpin.Power bank Xiaomi menawarkan kapasitas besar 20.000mAh dengan berat sekitar 343 gram.Mengusung desain sederhana dengan pilihan warna abu-abu terang dan gelap serta tepi membulat.Dilengkapi kabel USB-C terintegrasi plus port USB-C dan USB-A, mendukung pengisian cepat hingga 22,5 watt.Mendukung pengisian dua arah 22,5 watt, memungkinkan isi ulang power bank dengan kecepatan yang sama saat mengisi perangkat.Desain dan Fitur Pengisian PraktisPower bank Xiaomi ini tampil dengan desain minimalis yang fungsional. Pilihan warna abu-abu terang dan gelap dikombinasikan dengan tepi membulat yang nyaman digenggam. Beratnya sekitar 343 gram, tergolong ringan untuk kapasitas 20.000mAh.Salah satu fitur andalan adalah kabel USB-C yang sudah terintegrasi langsung di perangkat. Ini mengurangi kebutuhan membawa kabel tambahan saat bepergian, sebuah kemudahan yang makin populer di kalangan pengguna gadget.Kemampuan Pengisian Cepat dan Kapasitas BesarSelain kabel terintegrasi, power bank ini menyediakan dua port tambahan, yaitu USB-C dan USB-A, yang sama-sama mendukung pengisian cepat hingga 22,5 watt. Meskipun standar ini bukan yang tertinggi di tahun 2026, namun sudah cukup untuk mengisi daya perangkat kecil seperti earbud dan smartwatch dengan efisien.Pengisian dua arah 22,5 watt memungkinkan power bank tersebut mengisi ulang dirinya sendiri dengan kecepatan yang sama saat mengisi perangkat lain. Xiaomi menyatakan, power bank ini dapat mengisi baterai Xiaomi 17 hingga sekitar 25 persen dalam 30 menit, dan iPhone 17 sampai 46 persen dalam waktu yang sama.Kapasitas dan Keamanan yang Disesuaikan dengan RegulasiDua baterai berkapasitas 10.000mAh digabungkan untuk mencapai total 20.000mAh dengan energi sebesar 74Wh. Ini memastikan power bank masih berada di bawah batas 100Wh yang biasanya ditetapkan oleh maskapai penerbangan untuk baterai yang boleh dibawa di kabin.Selain itu, power bank ini dilengkapi berbagai perlindungan keamanan seperti pengamanan terhadap pengisian berlebih, panas berlebih, dan korsleting. Pengguna juga dapat mengisi beberapa perangkat sekaligus tanpa khawatir akan risiko keamanan.Ketersediaan dan Implikasi PasarSampai saat ini, belum ada informasi mengenai peluncuran global untuk power bank ini. Namun Xiaomi dikenal sering membawa aksesori seperti ini ke pasar internasional, sehingga kemungkinan besar produk ini akan tersedia di luar China dalam waktu dekat.Dengan harga yang terjangkau dan fitur praktis seperti kabel terintegrasi serta pengisian cepat, power bank ini tampak menjadi pilihan menarik bagi para pengguna yang membutuhkan solusi pengisian daya portabel yang handal dan mudah dibawa, terutama untuk kebutuhan sehari-hari maupun saat bepergian.Via: Gizmochina

  • 04 Jun, 2026
  • Anif Sirsaeba
Xiaomi Perkenalkan AC dan Robot Vacuum dengan AI untuk Kenyamanan Harian Berita

Xiaomi Perkenalkan AC dan Robot Vacuum dengan AI untuk Kenyamanan Harian

Pernah merasa menunggu lama agar AC di rumah benar-benar mendingin saat baru pulang? Xiaomi mengatakan ini bukan masalah hardware, melainkan keterbatasan software pada AC tradisional yang menggunakan kurva pendinginan tetap tanpa menyesuaikan kondisi ruangan atau lama penggunaan. Untuk mengatasi hal ini, Xiaomi memperkenalkan peralatan rumah tangga terbaru yang memakai AI langsung di perangkat untuk mengatur pengaturan secara mandiri.Mijia Air Conditioner Strong Wind Pro dengan AI OtomatisAC terbaru Xiaomi, Mijia Air Conditioner Strong Wind Pro, tidak hanya mengandalkan pengaturan suhu manual. Perangkat ini dilengkapi chip AI yang bekerja bersama model berbasis cloud untuk mempelajari pola penggunaan dan kondisi rumah secara spesifik. Dengan begitu, AC bisa menyesuaikan kekuatan pendinginan secara otomatis.Contohnya, saat Anda baru tiba di rumah, AC akan meningkatkan daya pendinginan supaya suhu turun cepat. Saat waktu tidur, AC bisa menurunkan output agar lebih hening dan hemat listrik. Ini membantu menjaga kenyamanan tanpa perlu mengatur manual lewat remote, sekaligus menghemat energi.Mijia Robot Vacuum Mop 6 Max untuk Pembersihan Lebih CerdasSama seperti AC, Xiaomi juga membawa AI ke robot vacuum terbaru mereka, Mijia Robot Vacuum Mop 6 Max. Robot ini tidak hanya menghindari rintangan secara standar, tetapi AI-nya membantu mengenali tata letak ruangan yang kompleks supaya pembersihan lebih merata tanpa melewatkan area tertentu.Fitur ini penting karena banyak robot vacuum biasa masih kesulitan saat menghadapi ruangan dengan banyak perabot atau sudut sempit. Dengan AI, pemilik bisa mendapatkan hasil pembersihan yang lebih optimal tanpa perlu sering-sering mengatur ulang jalur pembersihan.Strategi Xiaomi dalam Integrasi AI di Alat Rumah TanggaInvestasi besar Xiaomi di bidang AI, lebih dari US$9 miliar dalam tiga tahun ke depan, bukan hanya fokus pada teknologi seperti chatbot atau teks generatif. Perusahaan ini berusaha mengintegrasikan AI praktis ke dalam alat rumah tangga sehari-hari agar perangkat bisa beroperasi lebih pintar di belakang layar.Alih-alih hanya menambahkan asisten suara, Xiaomi mengembangkan AI untuk penyesuaian otomatis seperti pendinginan yang cepat saat pulang ke rumah dan penghematan energi saat tidur. Pendekatan ini terasa lebih relevan bagi pengguna yang menginginkan kemudahan dan efisiensi tanpa harus repot mengoperasikan perangkat.Kulkas Mijia Model French-style dengan Fitur Pembuat Es OtomatisSelain AC dan robot vacuum, Xiaomi juga menghadirkan Mijia Refrigerator 400L model French-style yang punya fitur pembuat es otomatis dalam 60 menit. Ini menambah lini produk rumah tangga Xiaomi dengan teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari.Meski belum ada kepastian kapan produk-produk ini akan masuk ke pasar Indonesia, fitur-fitur AI ini bisa jadi nilai tambah yang patut dipertimbangkan jika Anda mencari peralatan rumah tangga yang lebih pintar dan hemat energi.Catatan untuk KonsumenSebelum membeli, ada baiknya mengecek ketersediaan garansi resmi dan layanan purna jual, terutama jika produk Xiaomi ini masuk ke Indonesia. Pastikan juga perangkat terhubung dengan jaringan yang stabil agar AI dan model cloud dapat bekerja optimal. Fitur AI memang menjanjikan kemudahan, tapi tetap perlu dipahami bahwa performanya bergantung pada data dan kondisi pemakaian di rumah masing-masing.(Source)

  • 17 May, 2026
  • Senja Arunika
Daftar Perangkat Xiaomi yang Belum Dapatkan HyperOS 3.1 Berita

Daftar Perangkat Xiaomi yang Belum Dapatkan HyperOS 3.1

Beberapa perangkat Xiaomi, terutama dari lini Redmi dan Poco, masih menunggu pembaruan HyperOS 3.1 yang membawa peningkatan fitur dan tampilan. Pembaruan ini penting karena membawa banyak fitur baru yang bisa meningkatkan pengalaman pengguna harian, seperti integrasi AirPods dan animasi yang lebih halus pada antarmuka.Beberapa seri Redmi masih menunggu pembaruan HyperOS 3.1.Perangkat Xiaomi yang Belum Mendapatkan HyperOS 3.1Menurut XimiTime, ada sejumlah perangkat Xiaomi yang belum menerima pembaruan HyperOS 3.1. Daftar ini didominasi oleh perangkat Redmi dan Poco, khususnya model-model 4G dan beberapa varian tablet. Berikut beberapa perangkat yang belum mendapatkan update: Redmi Note 15 Pro 4G Redmi Note 14 4G Redmi Note 14 Pro 5G Redmi 14C Redmi 13 Redmi 13X Redmi A4 Redmi A3 Pro Redmi Pad 2 Redmi Pad 2 Pro 5G Redmi Pad SE 4G Poco M7 4G Poco M6 Poco C85 4G Poco C75 Poco C75 5G Poco Pad M1 Keterlambatan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti ditemukan bug saat pengujian internal, kebutuhan optimasi hardware, keterlambatan sertifikasi firmware regional, atau batasan chipset. Jadi, meskipun pengguna perangkat ini masih harus bersabar, ada alasan teknis di balik penundaan tersebut. Baca juga: Xiaomi OneVL, Framework Baru untuk Mobil Otonom Lebih Pintar.Fitur Baru HyperOS 3.1 yang Perlu DiketahuiUpdate HyperOS 3.1 bukan sekadar pembaruan kecil. Fitur baru seperti Hyper Island yang kini hadir di tablet Xiaomi memperkaya animasi dan integrasi aplikasi pihak ketiga. Smartphone Xiaomi juga mendapatkan fitur ini dengan animasi yang lebih hidup serta pelacakan aktivitas secara real-time yang lebih intuitif.Tampilan recent apps kini terinspirasi dari iOS, dengan scroll vertikal dan gestur geser kartu yang modern. Pengguna AirPods akan menikmati integrasi yang lebih mulus, termasuk pairing cepat, kontrol ANC, dan akses audio spasial. Selain itu, layar kunci kini bisa dikustomisasi lebih dalam dengan efek kedalaman dan widget tambahan. Fitur Super OTA membantu instalasi update lebih cepat dengan reboot minimal dan mengurangi kesalahan.Perkembangan Update dan Android 17Meski sebagian perangkat masih menunggu, Xiaomi sudah mendorong HyperOS 3.1 ke sekitar 85% perangkat eligible sejak peluncuran di April. Ini menunjukkan proses update berjalan cukup cepat dan terorganisir.Lebih menarik lagi, Xiaomi sedang menyiapkan HyperOS 4 yang berbasis Android 17. Beta Android 17 sudah tersedia untuk Xiaomi 17, Xiaomi 17 Ultra, dan Xiaomi 15T Pro, dengan kemungkinan perangkat lain mengikuti. HyperOS 4 diharapkan membawa banyak fitur baru dan peningkatan besar, termasuk teknologi AI untuk pengalaman yang lebih canggih.Apa yang Perlu Diperhatikan Pengguna Xiaomi?Buat pengguna perangkat Xiaomi yang belum kebagian update, sebaiknya cek secara berkala notifikasi pembaruan di pengaturan. Pastikan juga perangkat terhubung ke Wi-Fi dan baterai cukup saat instalasi. Karena rollout bisa berbeda tiap wilayah, pengguna di Indonesia perlu sabar menunggu giliran update resmi masuk ke perangkat mereka.Sementara itu, perangkat yang sudah dapat update bisa menikmati fitur baru untuk pemakaian sehari-hari, khususnya bagi yang memakai AirPods atau menginginkan tampilan lebih segar dan responsif. Perubahan ini cukup membantu memperlancar aktivitas multitasking dan meningkatkan interaksi dengan perangkat Apple.(Source)

  • 14 May, 2026
  • Senja Arunika