Riot Games baru saja membuat cheat Valorant yang biasanya dihargai hingga $6000 jadi barang tak berguna lewat update Vanguard terbaru. Perangkat cheat DMA seperti HEINO 2.0, yang memungkinkan pengguna mengakses data permainan secara curang, kini tidak bisa lagi berfungsi. Ini bukan sekadar gertakan, tapi langkah nyata yang mengubah lanskap esports Valorant.
- Perangkat cheat DMA seperti HEINO 2.0 senilai $5900 kini tidak bisa digunakan.
- Update Vanguard menggunakan IOMMU untuk membatasi firmware cheat di hardware.
- Perangkat cheat yang diblokir tetap rusak meski game dan Vanguard sudah ditutup.
- Solusi terakhir bagi pengguna cheat adalah reinstall OS penuh untuk mengembalikan hardware.
HEINO 2.0, Cheat DMA Mahal yang Kini Tak Berguna
HEINO 2.0 adalah perangkat cheat DMA yang memungkinkan pemain mengakses dan memanipulasi memori game Valorant secara langsung. Dengan harga yang tidak murah, sekitar $5900 atau setara Rp90 jutaan, alat ini jadi favorit para cheater kelas kakap. Namun, update Vanguard terbaru memblokir penggunaan perangkat ini secara permanen, bahkan saat game sudah ditutup atau Vanguard dimatikan.
Sisi gelapnya, perangkat ini jadi seperti “paperweight” atau pemberat kertas mahal. Hacker harus menerima kenyataan bahwa investasi besar mereka menjadi sia-sia. Namun, ini juga membuka potensi masalah hukum terkait kerusakan hardware yang tak bisa diperbaiki tanpa reinstall OS.
IOMMU Restriction yang Mematikan Firmware Cheat
Teknologi kunci dalam update ini adalah pembatasan IOMMU (Input-Output Memory Management Unit). Dengan metode ini, Vanguard membuat blok baca tulis pada firmware SATA atau NVMe yang digunakan cheat. Akibatnya, cheat DMA tidak hanya tidak bisa berfungsi tapi juga merusak firmware perangkat, membuatnya sulit dipakai lagi.
Namun, pendekatan ini cukup kontroversial. Beberapa pengguna menganggap tindakan ini terlalu berat, bahkan berpotensi memicu gugatan hukum. Meski begitu, engineer Riot memastikan langkah ini legal dan perangkat hanya berhenti bekerja sementara dipasang di PC yang diblokir.
Konsistensi Riot Games dalam Melawan Cheat Hardware
Update ini adalah kelanjutan dari upaya Riot bekerja sama dengan brand-brand besar seperti MSI, ASUS, dan ASRock untuk menutup celah firmware yang memungkinkan cheat DMA lolos dari perlindungan pre-boot. Riot bersikeras menjaga integritas kompetisi Valorant di tengah persaingan sengit esports.
Tapi jangan salah, perburuan ini belum selesai. Hacker bisa saja mencari celah baru, membuat game ini terus berada dalam situasi ‘kucing dan tikus’ antara pembuat game dan cheater.
Jadi, Pilih yang Mana?
Update Vanguard ini jelas jadi angin segar bagi para pemain Valorant yang menginginkan pengalaman bermain fair tanpa gangguan cheat. Namun, bagi yang masih menggunakan cheat hardware, risiko kehilangan perangkat mahal sangat tinggi. Jika Anda pemain serius yang ingin kompetisi jujur, update ini adalah bukti bahwa Riot Games tak main-main menjaga ekosistem game mereka.
Di sisi lain, pengguna cheat harus siap menghadapi konsekuensi yang cukup berat, termasuk kemungkinan harus menginstal ulang sistem operasi untuk memperbaiki perangkat mereka. Jadi, lebih baik fokus latihan dan skill dibanding mengandalkan cheat yang justru bisa merugikan Anda sendiri.
(Via)







