Asus kembali memperbarui lini Vivobook dengan empat model baru yang menonjolkan layar OLED dan klaim daya tahan baterai yang panjang.
- Empat model Vivobook baru tersedia dengan layar OLED, meliputi dua ukuran 14 inci dan 16 inci.
- Semua model memakai prosesor Snapdragon X generasi lama dan memiliki RAM 16 GB yang disolder.
- Ruang penyimpanan disediakan hingga 512 GB PCIe 4.0 M.2 2280, baterai 50 Wh, dan klaim lebih dari 25 jam pemutaran video 1080p pada 150 nits.
- Harga dan ketersediaan di pasar belum dikonfirmasi oleh Asus.
Empat Model Baru dan Opsi Layar OLED
Asus menyebutkan empat model Vivobook baru, yakni S5408, S5608, TP5408, dan TP5608. Keempatnya akan tersedia dengan panel OLED.
Pilihan layar OLED umumnya menawarkan kontras tinggi dan warna yang lebih kaya, yang relevan untuk kerja konten dan konsumsi media sehari hari.
Prosesor Snapdragon X dan Koreksi Penamaan
Keempat Vivobook baru dibangun di atas prosesor Qualcomm Snapdragon X, tercatat sebagai X1P-26-100. Asus juga menyatakan ada kesalahan penamaan di beberapa halaman produk yang menampilkan X1-26-101.
Perlu dicatat sebelumnya Asus sempat menyegarkan Vivobook S14 dan S16 pada Januari dengan varian prosesor lain, namun untuk rangkaian terbaru ini fokusnya pada versi berbasis Snapdragon X yang lebih tua.
RAM, Penyimpanan, dan Pilihan Baterai
Semua model dibatasi pada 16 GB LPDDR5X RAM yang disolder, sehingga pengguna tidak bisa menambah kapasitas RAM di kemudian hari.
Untuk penyimpanan, Asus menyediakan opsi hingga 512 GB PCIe 4.0 pada format M.2 2280. Konfigurasi ini cocok untuk penggunaan harian dan tugas produktivitas ringan hingga menengah.
Masing masing laptop dipasangi baterai 50 Wh, desain yang sama walau ada perbedaan ukuran layar antara versi 14 inci dan 16 inci.
Klaim Daya Tahan Lebih Dari 25 Jam, Bagaimana Artinya Untuk Pengguna
Asus mengklaim baterai mampu bertahan lebih dari 25 jam saat memutar video 1080p pada tingkat kecerahan 150 nits. Klaim ini memberi sinyal fokus pada efisiensi daya untuk kegiatan pemutaran media dan pekerjaan ringan.
Namun, angka klaim seperti ini biasanya berdasarkan kondisi laboratorium tertentu. Dalam pemakaian nyata, durasi bisa berbeda tergantung pengaturan layar, aplikasi yang berjalan, dan skenario penggunaan sehari hari.
Satu hal yang jelas, kombinasi layar OLED dan baterai 50 Wh menunjukkan Asus berusaha menjaga keseimbangan antara kualitas tampilan dan portabilitas. Bagi pengguna yang mementingkan layar untuk menonton dan mengedit ringan, opsi OLED bisa jadi nilai tambah.
Status Harga dan Ketersediaan
Asus belum mengonfirmasi harga resmi dan jadwal ketersediaan untuk pasar manapun. Artinya, belum ada informasi khusus soal ketersediaan atau harga di Indonesia.
Untuk pembaca yang mempertimbangkan pembelian, pantauan lebih lanjut diperlukan sampai Asus mengumumkan detail harga dan varian resmi untuk tiap pasar.
Via: Notebookcheck







